
Di tengah hutan, Cahaya semakin mengigil kedinginan, bibir nya sudah semakin membiru, Raja yang bingung pun ahkir nya melepas kan pelukan nya dari tubuh Cahaya.
" Ya kamu harus bertahan, kamu harus kuat" ucap Raja, namun Cahaya hanya bisa mengangguk kan kpala nya saja.
Raja yang melihat bibir Cahaya sudah semakin membiru ahkir nya tidak punya pilihan lain.
" Ya maafkan aku, aku harus melakukan ini, aku gak mau sampai kamu kenapa napa?" ucap Raja.
Dengan cepat Raja menghembus kan kedua telapak tangan nya kemudian menggesek gesek kan tangan nya dengan cepat, setelah itu Raja meletak kan nya di kedua tangan Cahaya, setelah itu Raja melakukan hal yang sama dan melatak kan nya di kedua pipi Cahaya agar terasa hangat.
Cahaya yang medapat perlakukan seperti itu dari Raja, dan melihat begitu usaha nya Raja agar diri nya tidak kedinginan, Cahaya menjadi terharu.
" Ja..." Panggil Cahaya
Raja langsung melihat ke arah Cahaya yang sedang menatap ke arah nya. di tatap nya wajah Cahaya yang msih pucat karena kedinginan, namun bibir nya tidak sebiru tadi.
" Ada apa?" tanya Raja menatap Cahaya.
Cahaya tidak menjawab, ia langsung memeluk tubuh Raja dengan erat, terasa nyaman di diri Cahaya.
" Terima kasih Ja, kamu sudah mau berusaha membuat aku tetap tidak kedinginan, padahal aku tahu kamu juga begitu kedinginan"ucap Cahaya yang masih di dalam pelukan Raja.
" Apa pun akan aku lakukan untuk mu Ya, karena aku sayang sama kamu" sahut Raja yang sudah membalas pelukan Cahaya.
Deg
Jantung Cahaya langsung mendadak berdetak cepat saat mendengar kalau Raja mengatakan sayang pada diri nya.
Di angkat nya kepala nya untuk melihat Raja, " Tadi kamu bilang apa Ja?" tanya Cahaya yang kini sudah menatap wajah Raja.
" Bilang apa?" tanya Raja yang pura pura tidak tahu.
Cahaya langsung memaju kan bibir nya karena kesal Raja tidak menjawab ucapan nya, Raja yang melihat itu langsung mencubit hidung mancung Cahaya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Sini aku bantu kamu agar tidak kedinginan lagi, kita sama sama berjuang agar kita tidak beku di sini ya" ucap Raja yang langsung di angguki kepal oleh Cahaya.
Raja langsung memeluk tubuh Cahaya dari belakang, dan Cahaya duduk di depan Raja, Tangan Raja dan Cahaya saling menggenggam dan mereka sama sama mengosok kan tangan mereka berdua agar lebih hangat.
Cahaya yang tidak merasa kkedinginan seperti tadi, mendadak langsung tertidur karena sudah lelah. Raja yang melihat Cahaya tertidur pun langsung meletak kan kepala Cahaya di atas paha nya.
Cahaya langsung melungker seperti bayi dengan melipat kaki nya dan melipat tangan nya di dada nya, Raja yang melihat itu tersenyum lucu, kemudian dia juga melipat tangan nya di dada nya karena hawa dingin masih meyerang nya, namun masih bisa di tahan nya.
Tak lama karena sudah mengantuk, ahkir nya Raja juga ikut tertidur dengan menyandar kan kepala nya di bambu gubuk yang mereka tempati.
Pagi hari nya Timsar yang sudah datang langsung bergerak untuk mencari Raja dan Cahaya, Haikal dan Andra ikut membantu mencari, sementara seluruh mahasiswa/i langsung di suruh balik ke Jakarta karena perkemahan langsung di tiada kan mengingat inseden hilang nya Raja dan Cahaya.
Saat Timsar mau bergerak untuk mencari Raja dan Cahaya, Tiara memohon untuk meminta ikut membantu mencari Raja.
" Haikal, Andra, aku mohon, izin kan aku ikut membantu mencari Raja, aku dari semalam begitu khawatir pada Raja" ucap Tiara sambil mengatup kan kedua tangan nya.
" Tidak perlu Tiara, sebaik nya kamu pulang saja, kita di sini juga sudah di bantu oleh timsar" ucap Haikal langsung menolak.
" Ayo Tiara, sebaik nya kita ikut balik ke Jakarta, percuma kamu di sini, yang ada kamu malah makin sakit hati melihat Raja dan Cahaya kalau mereka sudah di temu kan nanti nya" ucap Wisnu yang sudah menarik tangan Tiara.
" Lepas kan kak, ini semua gara gara kakak, kalau saja kakak tidak melakukan itu tadi malam, mungkin kita sekarang masih berada di perkemahan kakak, kalau saja kakak mendengar kan ucapan ku untuk tidak berbuat jahat pada Raja, gak akan begini jadi nya kak" teriak Tiara dan tanpa mereka sadari dari tadi ada yang mendegar perdebatan mereka.
" Jadi Raja masuk ke jurang bukan karena kecelakaan, tapi karena ada sebab nya?" tanya Pandu yang dari tadi mendengar ucapan Tiara.
Deg (jantung Haikal)
Deg ( jantung Andra
Deg ( Jantung Tiara)
Deg ( jantung Wisnu)
__ADS_1
" Kenapa diam?" tanya Pandu.
Mata Pandu melihat ke arah Haikal dan Andra, " Haikal, Andra, bisa kalian berdua cerita kan pada Om, apa yang terjadi" tanya Pandu dengan tatapan tajam nya.
" Tadi pagi setelah subuh, pihak rektor mengabari om kalau Pandu kecelakaan saat melakukan jurit malam dan terpeleset masuk ke dalam jurang, tapi kenapa setelah om smpai di sini, om mendengar kalau Raja jatuh seperti ada penyebab nya" sambung Pandu lagi sambil melirik ke arah Tiara dan Wisnu.
" Ehhmmm...maaf kan kami tuan Pandu, ini semua tidak seperti yang tan dengar, mari kita bicara kan di sana tuan" ucap perwakilan rektor yang sudah merasa ketakutan.
" Tidak perlu, aku hanya mau menayakan kebenaran nya pada kedua keponakan ku saja" ucap Pandu menatap Haikal dan Andra.
" Om sebaik nya nanti saja kita bahas nya, Nyawa Raja dan Cahaya saat ini lebih penting dari pada kita bahas ini" ucap Haikal.
" Iya benar Ndu, kita cari Raja dulu saja" sahut Aldi yang menemani Pandu ke tempat perkemahan anak nya.
Pandu tiak menjawab, dia langsung melangkah kan kaki nya mengikuti Timsar yang sudah berjalan terlebih dahulu, Wisnu mendadak tegang saat melihat orang nomor satu berada di hadapan nya, tapi ia tetap berfikir kalau ia tidak bersalah.
Aku gak perlu takut, aku gak salah, ini memang murni kecelekaan, kalau Raja tidak memukul ku, tangan Cahaya tidak akan terlepas dari pegangan ku, dan Cahaya tidak jatuh ke dalam jurang,bati Wisnu.
" Sebaik nya kalian ikut pulang ke Jakarta, dan kamu Wisnu, berdoa lah agar tuan Pandu tidak memperpanjang masalah ini, kami dari pihak kampus tidak bisa menyelamat kan kamu kalau tuan PAndu sudah bertindak" ucap salah satu wakil rektor dan pergi menyusul Timsar dan lain nya untuk mencari Raja dan cahaya.
Tiara hanya bisa menangis sambil menatap kepergian orang orang untuk mencari Raja dan Cahaya, rasa khawatir di diri Tiara begitu besar terhadap Raja, dia begitu memikir kan Raja apakah masih hidup atau sudah meninggal.
Bersambung.
__ADS_1