Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 175


__ADS_3

Saat ia ingin kembali masuk ke dalam hotel, tiba tiba tidak sengaja Ia bertabrakan dengan seseorang yang membuat nya sama sama terkejut.


Bruuuuuk


" Awwww"


Wisnu langsung mengangkat kepala nya melihat siapa yang Ia tabrak.


" Sabrina" ucap Wisnu yang langsung membuat wanita yang ada di hadapan Wisnu mengakat kepalanya.


Deg.


Ya Allah, aku lagi gak salah lihat kan, di depan ku beneran ada kak WIsnu, tampan sekali ya Allah, betin Sabrina


" Sabrina heii" ucap Wisnu lagi sambil melambai lambaikan tangannya tepat di hadapan wajah Sabrina.


Sabrina langsung tersadar dan tersenyum manis di hadapan Wisnu, " Kak Wisnu, ngapain disini?" tanya Sabrina basa basi.


" Aku mau masuk lah, kan arah aku sekarang mau masuk ke loby, dan kamu menghalangi jalan kakak" ucap Wisnu menatap wajah Sabrina.


" Ohh iyaa, hehe" sahut Sabrina salah tingkah.


" Jadi ini kakak mau masuk sekarang?" tanya Sabrina yang entah kenapa jadi salah tingkah berada di hadapan Wisnu. Wisnu sendiri hanya bisa menatap aneh wanita yang ada di hadapannya.


" Iya lah, tapi kamu menghalangi jalan kakak Ina" jawab Wisnu yang membuat Sabrina membulat kan matanya karena Wisnu memanggilnya Ina.


Ina, aahhhk seperti panggilan sayang, aku kira dulu kak Haikal adalah pria yang begitu aku kagumi, tapi ternyata masih aa yang tak kalah tampan dari kak Haikal, bahkan ini lebih tampan aku rasa, batin Sabrina yang kembali melamun sambil tersenyum senyum sendiri.


Wisnu yang melihat tingkah Sabrina hanya bisa menarik nafas nya sambil menggeleng kan kepalanya karena aneh melihat Sabrina.


Dengan berjalan begitu saja, Wisnu berjalan meninggal kan Sabrina, tapi aroma parfum Wisnu tercium di dalam hidung Sabrina dan Sabrina berhasil menarik jas yang di kenakan Wisnu.


" Kakak jangan pergi, aku mau selalu berada di samping kakak" ucap Sabrina tanpa sadar dan membuat Wisnu terkejut.

__ADS_1


" Apaa" tanya Wisnu yang sudah berbalik menatap ke Sabrina kembali.


" Hahk apa kenapa kak?" tanya Sabrina yang terkejut dan tersadar mendengar suara Wisnu.


Wisnu lagi-lagi hanya hanya menggelengkan kepalanya kemudian langsung berjalan meninggal kan Sabrina tanpa berucap sedikit pun.


Sabrina sendiri hanya bisa menatap kepergian Wisnu dengan senyuman di wajahnya, " Aku harus dekatin kak Wisnu, aku harus dapetin kak Wisnu" ucap Sabrina dengan semangat 45.


" Dapetin apa?" tanya Ricki yang tiba-tiba sudah berada di belakang putri kesayangannya.


" Asstagfirullah Papa, ngagetin aja sih, untuk jantung anak nya sehat" jawab Sabrina sambil memegang dada nya.


" Kamu kenapa bicara sendiri, dan tadi papa dengar kamu bilang dapetin, emang dapetin apa?" tanya Ricki.


" Dapetin pangerin Pa" jawab Sabrina sadar.


" Pangeran?" lagi-lagi Ricki bertanya karena bingung.


"Pangeran apa Sabrina?" tanya Ricki karena tidak mengerti apa yang di maksud anaknya.


Ricki menatap putrinya dari samping, kemudian dia tersenyum kecil, Ricki tersadar kalau puutrinya sudah besar sekarang.


Aku baru sadar kalau Sabrina sudah besar, Kia dan Pandu saja sudah punya menanatu, dan Ratu juga sebenatar lagi akan menikah, mungkin yang di katakan Sabrina pangeran tadi adalah cowok yang di kaguminya, papa akan dukung kamu nak, selagi dia lelaki yang baik buat kamu dan bisa menjaga kamu nantinya, batin Ricki.


Masih di halaman hotel, Yusuf yang masih menatap wajah Arti yang masih diam mematung sambil menatap wajah Yusuf dan tak berkedip sama sekali.


" Ar, kenapa diam saja?" tanya Yusuf menatap wajah Arti.


Arti tersadar kemudian mnegalihkan pandangannya ke arah lain, sesaat ia kembali melihat Yusuf kembali, Yusuf menggenggam tangan Arti dan Arti kembali menatap wajah Yusuf.


Jujur saat ini Arti tiak bisa berkata-kata, ingin rasa nya Arti berteriak kalau dia juga mencintai Yusuf, tapi bibir nya keluh.


" Ar apa di hati mu sama sekali tidak ada rasa cinta untuk ku, apa di hati mu masih tersimpan nama Andra?" tanya Yusuf dengan jantung yang takut kalau Arti mengatakan Iya.

__ADS_1


Arti langsung menggelengkan kepalanya agar Yusuf tidak salah sangka.


"Lantas kenapa kamu diam saja dari tadi, bahkan satu kata pun tidak keluar dari mulut kamu Ar?" tanya Yusuf.


" Aaku...akuu bingung mau bicara apa tapi," ucap Arti sengaja menggantung.


" Tapi?" tanya Yusuf.


" Tapi selama kamu tidak menemui ku, aku merasa kehilangan, entah kenapa aku merasa rindu, dan aku gak tahu apa itu nama nya, mungkin sama seperti yang kamu katakan pada ku tadi, kalau aku saat mencintai kamu juga, dan kamu berhasil sudah mencuri hatiku yang dulu nya gelap sekarang menajadi terang" lanjut Arti yang langsung membuat Yusuf tersenyum karena puas dengan apa yang ingin di harapkan nya.


" AAAAHHHHHHHHHHKKKKK, I LOVE ARTI" teriak Yusuf tiba-tiba yang membuat kaget Arti.


Semua orang orang yang ada di sekitar hotel menatap Yusuf dan Arti sambil tersenyum, Arti yang merasa malu hanya bisa menudukkan kepalanya.


" Tapi bukannya kamu sudah mempunyai pasangan?" tanya Arti yang langsung mmebuat Yusuf menatap Arti dengan alis yang menyatu.


" Pasangan mana, aku saja sudah seperti orang gila karena sudah berhari hari tidak bertemu dengan kamu Ar, terus kamu tiba tiba bilang kalau aku punya pasangan tanya Yusuf.


" Tadi bukannya kamu datang bersama seorang wanita?" tanya Arti.


Yusuf langsung tersenyum, " Jadi kamu tadi memeprhatikan aku, dan kamu pasti tadi sudah cemburu kan, ayo ngaku?" tebak Yusuf.


Arti yang mendengar nya langsung gelagapan dan itu sukses membuat Yusuf tertawa, " Dia sekretaris ku, gitu pesawat lending aku gak sempat buat antar dia dulu, jadi nya aku ajak dia ke sini, tadi pulang nya aku sudah pesan kan taksi, kamu tenang saja, cuma kamu yang ada di hati aku" ucap Yusuf yang langsung membuat Arti malu dan pipinya terasa panas.


" Pipi kamu kenapa merah? seperti nya kamu memakai bluson ketebelan deh" ucap Yusuf yang langsung membuat Arti memegang pipinya.


" Masa sih?" tanya Arti semakin malu.


Yusuf hanya bisa tertawa karena sudah berhasil mengerjai Arti, dan saat Arti tahu kalau dia hanya di kerjai, Arti langsung cemberut.


" YUSUF" panggil Arti dengan wajah kesal.


Yusuf langsung memeluk Arti dengan erat, " terima kasih karena sudah membalas cintaku" ucap Yusuf dan Arti tersenyum mendengar nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2