
Rika yang melihat Firman asik sendiri dengan game nya langsung beranjak dari tempat duduk nya langsung berjalan meninggal kan Firman begitu saja.
Firman yang melihat Rika pergi meninggal kan nya pun langsung mematikan game nya dan mengejar nya.
" Gawat calon nyonya Firman marah" ucap Firman sambil mengejar Rika.
" Sayang maaf" ucap Firman yang sudah menarik tangan Rika.
" Main game aja terus sana, aku pulang" sahut Rika dan kembali melanjut kan langkah nya.
Firman langsung menarik Rika kedalam pelukan nya agar tidak marah, Rika yang di peluk pun langsung terkejut dan meonta ronta untuk di lepas kan.
" Kak lepasin Rika, gak lihat ini di kampus, malu tahu" ucap Rika yang sudah malu karena di lihatin mahasiwa/siswi yang lalu lalang di kampus.
" Maafin dulu baru kakak lepas" sahut Firman.
Rika pun langsung memaaf kan Firman agar langsung di lepas, setelah di lepas, Firman tersenyum dan langsung menarik tangan Rika masuk ke dalam mobil nya.
" Sekarang kita ke mall ya, kita cari kado buat Aldi dan Widya" ajak Firman dan langsung di angguki Rika.
Setelah berkeliling mall, ahkir nya Rika sudah mendapat kado untuk Widya dan Aldi, walau pun dia merasa geli sendiri, dan jangan di tanya Firman, ia sudah ngedumel gak jelas karena malu di ajak ke toko yang menurut nya paling memalukan saat Rika membeli kado buat Aldi dan Widya.
Kini lain lagi tingkah Ricki yang sedang mengajak Naya ke butik untuk membeli kan baju buat ke acara nikahan Aldi dan Widya besok.
" Kak Naya gak pantes pake baju mahal seperti ini, apa kata tetangga nanti kak, Naya gak mau di cap sebagai cewek matre kalau kakak beliin Naya baju ini" ucap Naya yang menolak pemberian Ricki.
" Kamu gak perlu dengan omongan orang Nay, ini kan kakak yang ngasih, jadi kamu gak usah pikirin, oke" sahut Ricki.
" Lagian kalau kamu sudah jadi istri kakak, apa pun yang kakak kasih gak boleh di tolak" sambung Ricki asal ceplos.
" Apa...istri?" ucap Naya yang terkejut.
Ricki langsung menutup mulut nya karena asal keluar saja, belum saat nya Naya tahu soal ini, itu lah fikir Ricki.
__ADS_1
" Lupakan Nay, sekarang kita bayar baju nya ya" ucap Ricki langsung berjalan ke arah kasir.
Naya masih berdiri terbengong mendengar ucapan Ricki yang mengatakan istri.
Ricki yang sudah membayar baju nya pun langsung mengantar Naya pulang karena sudah malam juga.
Bulan sudah berganti sinar matahari pagi, Widya yang sedang di make up oleh Mua terkenal kiriman dari keluarga Atmaja marasa gugup, pasak nya ini adalah hari terpenting untuk diri nya.
Di hari bahagia ini, Widya merasa senang sekaligus sedih, karena kedua orang tua nya tidak bisa melihat hari bahagia nya. Tapi walau pun begitu Widya masih bersyukur karena masih ada ibu panti dan juga orang tua angkat nya yang selalu ada untuk diri nya.
Hal yang sama di rasa kan Aldi, yang saat ini duduk di kamar nya di kediaman Atmaja, di hari bahagia nya, kedua orang tua nya tidak bisa menyaksikan Aldi bersanding dengan wanita yang di cintai nya.
Pandu yang kebetulan masuk ke dalam kamar Aldi, langsung mengerti dengan keadaan Aldi saat itu.
" Jangan sedih Al, om dan tante sudah tenang di sana, mereka juga pasti bahagia melihat mu menikah dengan wanita pilihan mu" ucap Pandu yang sudah duduk di samping Aldi.
Aldi langsung tersenyum dan mengangguk kan kepala nya mendengar ucapan Pandu.
" Sekarang keluarga mu di sini, di rumah ini, jadi kamu jangan menganggap kalau diri mu sendiri, kami semua ada untuk mu" sambung Pandu lagi.
" Nak kamu sudah sele.." ucapan mama Dewi terputus karena melihat ada Pandu di kamar Aldi.
" Lho sayang kamu di sini" ucap mama Dewi saat sudah di kamar Aldi.
" Iya Ma, aku tadi mau lihat calon pengantin sudah selesai apa belum" sahut Pandu.
" Ternyata dia sudah tampan, walau pun tak setampan aku tentu nya" smabung Pandu lagi yang langsung dapat pukulan di bahu nya dari Aldi.
Mama Dewi hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat Pandu dan Aldi.
" Yasudah ayo kita kumpul di ruang keluarga,kita berdoa dulu sebelum berangkat, biar acara nya lancar tidak ada kendela apa pun" ajak mama Dewi dan langsung di angguki kepala oleh Pandu dan Aldi.
Saat Pandu berjalan menuju ruang keluarga, Pandu begitu terpana melihat kecantikan istri nya, dengan gaun berwarna dusty pink, dan hijab senada nya, make up natural tapi terlihat begitu cantik, di tambah perut buncit nya yang tambah membuat Kia begitu cantik di mata Pandu.
__ADS_1
" Sayang kamu cantik sekali, Mas gak ikhlas kamu di lihatin di sana nanti" ucap Pandu yang audah berdiri di samping Kia.
" Kamu ini ada ada aja Mas, yang jadi pusat perhatian nanti jelas Widya dan kak Aldi lah, mana ada yang mau lihat aku uda buncit gini, aneh kamu Mas" sahut Kia yang jengah mendengar perkataan suami nya.
" Mas gak bohong sayang, kamu beneran cantik sekali" ucap Pandu meyakin kan Kia.
Belum sempat Kia berbicara, Anita sudah menegur pasangan tersebut.
" Sudah bicara nya, kalau kalian bicara terus, kapan kita berdoa nya dan berangkat" ucap Anita dengan wajah kesal.
Bima tertawa melihat Pandu kenak semprot istri nya, Papa dan mama hanya msnggeleng kan kepala melihat tingkah anak anak nya yang masih seperti anak kecil saja.
Setelah berdoa, mereka langsung bernagkat ke panti dimana di langsung kan akad nikah, dan sore nya di adakan resepsi di hotel bintang tujuh yang tentu nya milik Atmaja gruop.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, rombongan keluarga Aldi yang merupakan Pandu dan keluarga nya sudah tiba di tempat di langsung kan akad nikah.
Begitu semua turun dari mobil, benar saja apa yang di ucap kan Pandu, semua mata tertuju pada istri nya.
" Sayang benar kan yang Mas bilang,lihat..mereka semua melihat kamu" ucap Pandu yang sudab kesal.
Pandu pun langsung memeluk pinggang Kia agar semua pria yang melihat Kia tahu kalau Pandu lah suami nya.
Kia hanya menggeleng kan kepala nya melihat ulah suami nya, padahal sudah jelas jelas Kia lagi hamik besar, mana ada yang mau sama dia, fikir Kia.
Widya yang mendengar kalau Aldi sudah sampai, jantung nya langsung berdetak begitu cepat, tangan nya langsung mendadak dingin, Rika yang menemani Widya hanya bisa menahan tawa melihat kegugupan sahabat nya itu.
Bersambung...
Jangan bosen ya untuk selalu dukung karya Author, karena dukungab kalian lah yang membuat author semangat untuk nulis.
Like, Komen dan Vote ya readers tercinta.
Kasih Bunga dan Kopi juga, plisss
__ADS_1
Love You More