Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 87


__ADS_3

"Bangun sayang, aku ada di sini" ucap Raja.


Deg


Jantung Cahaya langsung berdetak begitu cepat bersamaan mata nya terbuka secara sempurna, dengan perlahan Cahaya membalikkan tubuhnya melihat apakah benar ada Raja atau hanya khayalannya saja.


Cahaya langsung bangkit dari tidurnya duduk dan menatap Raja yang saat ini masih duduk di karpet bulu di lantai ruangan kerja Cahaya.


Cahaya hanya diam mematung, nafasnya mendadak sulit sekali untuk Ia tarik, bahkan untuk menelan salivanya sajanya Ia tak mampu.


Perlahan tangan Cahaya terangkat dan memegang wajah Raja, Ia ingin mengetahui apakah ini mimpi kalau Aii nya memang berada di hadapannya saat ini.


Aii adalah panggilan sayang Cahaya untuk Raja saat Raja berada di Jerman, dengan perlahan Cahaya meraba wajah Raja dan benar terasa di tangannya.


Air mata langsung mengalir dengan senyuman yang mengembang di bibir Cahaya.


" Ini benar Aii ku kan? Aii ku sudah pulang? aku gak lagi mimpi kan?" tanya Cahaya bertubi tubi masih memegang wajah Raja.


Raja semakin tersenyum mengembang mendengar pertanyaan wanita yang begitu di cintainya, Ia langsung mengambil tangan Cahaya dan menciumnya dengan lembut.


" Iya sayang, ini Aii kamu? dan Aii kamu sudah pulang dan sekarang ada di hadapanmu" ucap Raja yang langsung membuat Cahaya menangis begitu deras karena merasa bahagia kalau Raja sudah pulang.


Dengan refleks Cahaya langsung memeluk Raja, rasa rindunya yang begitu dalam membuat Cahaya lupa diri dan langsung memeluk Raja. Raja sendiri yang dapat pelukan dari Cahaya langsung memetung, dengan perlahan Raja membalas pelukan Cahaya begitu erat, karena Raja juga sama, begitu merindukan Cahaya.


" Jangan pergi lagi, aku gak sanggup Aii" ucap Cahaya di sela pelukannya.


Raja hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil menghirup aroma bunga lili dari tubuh Cahaya, tak lama Cahaya tersadar dan langsung melepeskan pelukannya, wajah Cahaya langsung mendadak merah karena malu di tambah menangis.

__ADS_1


" Maaf Aii, tadi aku refleks karena begitu rindu jadi langsung main peluk aja" ucap Cahaya yang langsung menundukkan kepalanya.


Raja hanya bisa tersenyum, kemudian Ia bangkit dan duduk di samping Cahaya, dengan perlahan Raja memberikan bunga yang di bawa tadi dan memebrikannya untuk Cahaya.


" Buat wanita yang selalu aku rindukan" ucap Raja memberikan bunga pada Cahaya.


Cahaya langsung menerimanya dengan senyuman bahagianya, " terima kasih Aii" Cahaya langsung mencium bunga pemberian Raja.


Dengan perlahan Cahaya beranjak dari duduknya dan meletakkan bunga pemberian raja di atas meja kerjanya.


Raja pun beranjak dari kursinya dan mengikuti Cahaya, " kenapa bunganya di letak di atas meja sayang?" tanya Raja yang sedang memperhatikan Cahaya merangkai bunga yang di berikannya di atas meja di dalam vas bunga.


" Biar kalau aku kangen Aii bisa langsung menatap bunga ini" ucap Cahaya.


" Kan Aii nya kamu uda di sini, kalau kangen bisa langsung jumpa" tanya Raja sedikit tidak mengerti maksud dari Cahaya.


" Aii, rasa rinduku selama dua tahun lebih tidak bertemu kamu itu begitu dalam, walaupun kita setiap hati bertukar kabar, tapi kalau nyuruh Aii setiap detik untuk bersama aku kan gak mungkin, kita belum ada ikatan yang sah kan" ucap Cahaya menjelaskan pada Raja.


" Jadi ceritanya kode besar ini biar langsung di sahkan?" tanya Raja dengan senyuman  yang langsung membuat Cahaya memberhentikan kegiatannya.


Wajah Cahaya mendadak langsung pucat sadar dengan ucapannya, sementara Raja semakin terkekeh lucu melihat wajah Cahaya yang mendadak diam. bagi Raja Cahaya begitu lucu saat ini.


Dengan perlahan Raja menarik tangan Cahaya agar mendekat dengannya, " Gak lama kamu akan menjadi milikku sayang, aku akan segera menghalalkan mu, dan kita akan hidup dengan bahagia sampai maut memisahkan kita" ucap Raja dengan menatap wajah Cahaya begitu dalam.


Cahaya hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis dan air mata yang keluar dari mata indahnya.


*****

__ADS_1


Sementara Andra yang saat ini sedang berada di bengkel mobil mereka duduk termenung sambil memainkan senter dengan dimatikan dan kemudian di hidupkan nya lagi. Haikal yang berada di dekat Andra hanya bisa menatap Andra dengan jengah.


" Ndra kamu kenapa sih? dari tadi diam aja, meinin senter lagi kayak anak anak tahu gak" tanya Haikal.


Andra langsung menatap Haikal sejenak, kemudian kembali menatap mobil mobil yang sedang di servis dan di perbaiki oleh karyawan mereka.


" Kal jatuh cinta itu gimana sih? apa terus terusan ingat sama wanita yang ada di pikiran kita?" tanya Andra yang langsung membuat Haikal terjekut.


" kamu lagi jatuh cinta Ndra?" bukannya menjawab pertanyaan Andra, tapi Haikal kembali bertanya.


" Ck, aku nanyak Kal, kamu malah balik tanya? bukannya menjawab" kesal Andra.


Haikal hanya bisa terkekeh, ia pindah duduk di depan Andra dan menatap wajah sepupunya sejanak, kemudian dia kembali menggelengkan kepalanya melihat wajah Andra yang seperti orang bodoh dimata Haikal.


" Kalau kamu jatuh cinta dengan seseorang, kamu akan merasa nyaman saat berdekatan dengan dirinya, dan jantung kamu akan berdetak kencang saat kamu berada di dekatnya, apa lagi saat kamu melihat Ia tersenyum, rasanya jantung kamu sesaat tidak bisa berdetak dengan normal" ucap Haikal memberitahu pada Andra.


"Apa kamu dulu seperti itu sama Adek?" tanya Andra.


Haikal langsung menganggukkan kepalanya tanda benar apa yang di katakan Andra, " Ya, kamu benar, bahkan kalau melihat Adek nangis dan sedih saat itu, hati ku juga sakit melihatnya" ucap Haikal sambil melihat ponselnya dengan menatap foto Ratu yang di jadikan walpapernya.


Andra tidak menyahut lagi, Ia menerawang apa benar perasaannya selama ini, yang ia rasakan adalah rindu yang begitu dalam karen sudah lama tidak bertemu, tapi kalau jantung yang berdebar debar saat melihat nya, Andra belum merasakan nya sama sekali, gimana mau merasa kan, orang ketemu aja belum pernah, itu lah fikiran Andra saat ini.


Saat enak enak memikirkan tentang perasaannya, tiba tiba dirinya di kejutkan dengan suara telpon dari ponsel Haika, Tanpa bertanya Andra sudah tahu siapa yang menghubungi sepupunya itu, siapa lagi kalau bukan sang pujaan hati.


Selesai mengangkat telpon dari Ratu, Haikal langsung beranjak dari tempat duduk yang ia duduki.


" Ndra segera temui wanita yang beruntung itu, aku pergi dulu, Adek uda nunggu minta di jemput" ucap Haikal dan di jawab anggukan kepala oleh Andra.

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2