Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 139


__ADS_3

Saat ini Mama Anita dan papa Bima berada di kantor polisi dan berhadapan dengan Wisnu. Kedua orang tua Andra diam-diam mendatangi Wisnu untuk melamar Tiara untuk putranya Andra.


Wisnu menundukkan kepalanya, entah kenapa saat ini dia tidak berani menatap kedua wajah kedua orang tua Andra.


" Saya kesini menemui kamu karena saya ingin meminta restu kamu buat adik kamu Tiara" ucap mama Anita dengan pelan.


" Iya nak Wisnu, kami ingin melamar Tiara untuk Andra, nak Wisnu merestui hubungan mereka berdua kan" ucap papa Bima menimpali.


Wisnu menatap wajah mama Nita dan papa Bima secara bergantian, Dia menghembuskan nafasnya dengan pelan sebelum menjawab.


" Saya tidak perna melarang Tiara berhubungan dengan siapa pun, termasuk dengan Andra" ucap Wisnu menjeda ucapannya.


" Tapi apa om dan tante dan seluruh keluarga besar kalian meneria Tiara dengan tangan terbuka, mengingat Tiara mempunyai kakak seorang pidana dan pernah mencoba untuk mencelakai salah satu keluarga om dan tante" sambung Wisnu dengan wajah penuh penyesalan.


" Aku cuma takut suatu saat kalian menyinggung Tiara karena kesalaahan yang pernah aku lakukan dan pada ahkirnya membuat Tiara sedih, jujur aku tidak sanggup kalau itu sampai terjadi dengan adik ku om, tante" ucap Wisnu lagi.


" Tiara keluarga ku satu-satunya, begitu juga Tiara, hanya aku yang dia punya, dan ketika dia bersedih nanti, aku tidak bisa menghiburnya karena aku saat ini berada di dalam penjara karena kesalahan yang aku perbuat sendiri" sambung Wisnu yang kali ini dengan mata berkaca.


Mama Nita yang mendengar penjelasan Wisnu entah kenapa hatinya menjadi sedih, dia ingat dengan perkataan ibu panti dan juga Kia adik iparnya.


Yang mengatakan kalau Wisnu dulu adalah pemuda yang baik, dan dia bisa menjadi seperti ini karena ingin membalas sakit hatinya untuk adik kesayangannya.


" Apa saat ini kamu sudah menyesali perbuatanmu Wisnu, dan apakah kamu saat ini masih menyimpan dendam pada Raja?" tanya mama Nita.


Dengan cepat Wisnu langsung menggelengkan kepalanya, " Aku sudah ada dendam lagi pada Raja Tan, aku sadar kalau aku terlalu terbawa emosi, dan sekarang aku sudah menerima ganjarannya sendiri" ucap Wisnu.


" Jadi apa kamu merestui hubungan Tiara dan Andra, karena mereka saling mencintai" tanya mama Nita lagi sambil menatap wajah Wisnu dengan instens.


" Aku merestuinya kalau Andra bisa menjaga Tiara dengan baik dan gak menyakiti hati Tiara apalagi membuat nya menangis, begitu juga dengan keluarga besar Om dan Tante" ucap Wisnu dengan mantap yang membuat mama Nita dan papa Bima langsung tersenyum senang dan bisa bernafas lega.

__ADS_1


" Kamu tenang saja Wisnu, Tiara gadis yang baik, kami tidak akan memperlakukan Tiara dengan kejam, dia akan kami anggap seperti anak kami sendiri, begitu juga dengan kamu, ketika kamu keluar dari penjara, yang terpenting sekarang kamu merubah sikap kamu menjadi yang lebih baik di dalam sini" ucap mama Nita dengan memegang tangan Wisnu agar WIsnu percaya padanya.


" Iya benar nak Wisnu, apa yang di katakan istri saya benar, kami akan menjadikan adik kamu seperti anak kami, sama seperti menantu lainnya" sambung papa Bima menimpali.


" Terima kasih Om, tante" sahut Wisnu yang sudah menyeka air matanya.


" Nanti saat acara pertunangan dan pernikahan Tiara, kami akan meminta dispensasi pada pihak polisi untuk meinta izin agar kamu bisa menghadiri acara pertunagan Tiara dan Andra" ucap mama Nita dan langsung di angguki kepala oleh Wisnu.


" Sekali lagi terima kasih banya Om, Tante, kalian memang keluarga yang berhati besar, aku semakin menyesal pernah melukai Raja" ucap Wisnu dengan penuh penyesalan.


" Sudah lah, biar kan yang lalu menjadi pelajaran, yang terpenting ke depannya tidak lagi" ucap papa Bima yang di jawab anggukan kepala oleh Wisnu.


Setelah selesai berbicara, mama Nita dan papa Bima langsung pulang, Wisnu yang sudah kembali ke dalam sel kembali terdiam dan memikirkan apa yang di buatnya untuk adiknya adalah yang terbaik.


" Semoga keputusan kakak ini yang terbaik untuk mu Dek, dan kamu hidup bahagia dengan keluatga baru kamu nanti" ucap Wisnu lagi-lagi tanpa terasa air matanya kembali menetes.


*****


" Ya kalau nanti Tiara sudah menikah dengan Andra, kamu gak ngerasa canggung gitu, pasalnya kan dulu Tiara pernah jatuh cinta dengan Raja" tanya Ara iseng-iseng.


" Ya tidak lah kak, lagian perasaan seseorang mana kita bisa tebak kak, dan yang terpenting sekarang kita sudah sama-sama bahagia, dan menemukan cinta kami masing-masing" ucap Cahaya yang membuat Ara tersenyum bangga pada Cahaya.


" Pantes Raja klepel-klepek sama kamu Ya, hati kamu sama seperti tante Kia mertua kamu, baik dan sabar banget" ucap Ara yang di smabut tawa kecil oleh Cahaya.


" Kalau kakak tidak sanggup kayak nya Ya, soalnya biar bagaimana pun wanita yang pernah cinta pada seseorang atau pun sebaliknya akan merasa canggung kalau sering ketemu, apa lagi kalau jadi ipar begini, yang gak iparan saja kakak gak sanggup Ya" sambung Ara dan di sambut tawa oleh Cahaya.


" Emang kak Azmi di rumah sakit ada wanita yang begitu mencintai kak Wisnu kak" tanya Cahaya.


" Banyak ya, kadang sampai sekarang kakak merasa terasingkan kalau mau makan di kantin rumah sakit milik kak Azmi, karena semua mata para suster atau dokter yang pernah jatuh hati sama kak Azmi masih belum rela kalau kakak sudah sah jadi istrinya, padahal udah 2 tahun kami menjadi suami istri" sahut Ara dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


" Apa ada yang berusaha nyakiti kakak?" tanya Cahaya lagi.


" Sampai saat ini tidak sih Ya, tapi terkadang kakak merasa takut sama sati dokter yang kalau berpapasan dengan kakak matanya menatap kakak seperti ingin di sembelih tau gak, dan kakak merasa takut aja" jawab Ara.


" Kalau yang lainnya kakak rasa hanya menganggumi dan merasa iri karena kakak yang baru sebentar bertemu dengan kak Azmi langsung di nikahi oleh kak Azmi, tapi kaka gak tau dengan tatapan satu dokter yang kakak ceritakan tadi" sambung Ara lagi menceritakan lagi pada Cahaya.


" Apa kak Azmi tahu ini semua kak?" tanya Cahaya.


Ara hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Cahaya, " kakak cuma gak mau di bilang wanita lemah Ya" ucap Ara dengan emnudukkan wajahnya.


" Jangan berfikir seperti ku kak, saran Aya, sebaiknya kakak ceritakan ketakutan kakak ini pada kak Azmi, sebelum semuanya terlambat kak, jangan sampai apa yang kakak takutkan malah terjadi, ingat kak, sekarang ada calon bayi di dalam perut kakak" ucap cahaya mengasih saran sambil menyentuh perut Ara yang sudah hampir kelihatan.


" Nanti akan kakak fikirkan Ya" ucap Ara sambil tersenyum.


Saat sedang asik bercerita, Raja dan Azmi mendatangi istri-istri cantik mereka ke halaman belakang.


" Sayang" panggil Raja dan Azmi secara bersamaan.


Cahaya dan Ara sama sama mengalihkan kepala mereka ke asal suara.


" Dari tadi kalian di sini?" tanya Azmi yang di jawab anggukan kepala oleh keduanya wanita cantik itu.


" Cerita apa sih? serius banget kayak nya tadi" tanya Raja pada istrinya.


" Itu tadi kita cerita kalau kak Ar" ucapan Cahaya langsung terhenti karena mulut Cahaya di bekap oleh Ara.


Raja dan Azmi langsung saling pandang karena ulah Ara, " sayang ada yang kamu sembunyiin dari Aby?" tanya Azmi dengan tatapan menelisik.


" Gak ada kok By" elak Ara.

__ADS_1


" Bohong" ucap Azmi lagi dengan menatap Ara dengan tatapan tajamanya.


Bersambung.


__ADS_2