
Pandu dan Kia berada di mobil menuju ke kediaman Atmaja, Kia yang duduk di kursi belakang tepat nya di samping Pandu dari tadi diam saja karena memikir kan pesan yang ia terima dari Widya saat Kia masih di kantor suami.
Pandu yang memperhatikan istri nya seperti memikir kan sesuatu pun langsung memeluk Kia dari samping dan menciumi pucuk kepala istri nya.
" Sayang lagi mikirin apa sih, dari tadi Mas perhatikan kamu diam saja kayak yang lagi banyak pikiran" tanya Pandu.
" Hmmmm...Kia cuma sedang mikir pesan yang di kirim Widya saat Kia di kantor tadi Mas" sahut Kia.
Aldi yang sedang menyetir mendengar ucapan Kia pun langsung merasa penasaran, Pesan apa yang di kirim calon istri nya itu, kenapa Aldi tidak tahu apa apa.
" Pesan apa Kia? kok kakak gak tau" tanya Aldi sambil melihat Kia dan Pandu dari kaca spion tengah.
" Iya sayang, pesan apa sih? sampai sampai istri Mas ini sampek diam begini" tanya Pandu juga karena penasaran.
Kia pun langsung mengeluar kan ponsel nya, dan membuka aplikasi wattshap dan membuka pesan yang di kirim Widya beberapa jam yang lalu.
Kia langsung menunjukan isi pesan nya pada Pandu, agar suami nya bisa tahu dan memberi kan solusi.
Kia aku tadi dengar dari papa kak Firman, kalau kak Firman dan kak Reza sedang lagi tidak baik baik saja saat ini, karena masalah wanita, aku takut Kia kalau kak Firman dan kak Reza ribut karena masalah Rika, kita harus cari cara agar tidak seperti ini terus Kia, aku gak tega sama kak Firman kalau harus kehilangan cinta nya lagi,karena aku tahu kalau kak Firman benar benar mencintai Rika.
Isi pesan dari Widya.
Pandu yang sudah membaca nya pun langsung memberi tahu pada Aldi, Pandu memandangi istri nya dengan intens, sedang kan Kia berharap kalau suami nya merencana kan sesuatu agar mendapat jalan keluar.
" Sayang jujur Mas tidak bisa bantu soal yang beginian, karena Mas gak berpengalaman sayang" ucap Pandu sedikit takut mengatakan itu pada istri nya karena takut Kia marah.
" Ehmmmm...tapi mungkin Aldi punya ide sayang" sambung Pandu lagi.
__ADS_1
Kia langsung melihat Aldi yang sedang fokus menyetir, Aldi hanya tersenyum cengir karena sama saja sama Pandu yang tidak mengerti soal yang begituan.
" Jangan liatin kakak gitu Kia, kakak sama saja sama suami kamu, gak mengerti soal kayak gini, ngatain cinta ke Widya dulu aja mintak bantuan sama Firman kan, itu pun setelah widya nyanyi di kafe nya dulu" ucap Aldi yang sadar akan tatapan Kia.
Kia langsung menghela nafas nya dengan kasar, dia tidak menyalah kan suami dan asisten suami nya itu, memang suami nya tidak pernah mengerti soal percintaan, karena Kia lha orang yang pertama kali jadi cinta nya Pandu, itu pun menikah karena mendadak dan belum begitu cinta dengan Kia, hanya sebatas kagum dan kasihan karena Ayah Kia mau menghembus kan nafas nya.
Begitu pun juga dengan Aldi, yang belum perna merasa kan percintaan, dan dengan Widya lha Aldi tau rasa nya cinta, itu pun karena slalu di ledeki oleh Pandu untuk segera mencari pasangan.
Pandu yang melihat istri nya sedikit murung langsung membujuk nya agar tidak terlalu memikir kan masalah ini.
" Sayang...jangan gini dong, Mas gak tega liat istri Mas yang cantik ini murung, lagian kita juga gak bisa ikut campur masalah pribadi orang sayang" bujuk Pandu agar Kia tidak murung lagi.
" Iya benar Kia, walau pun Firman sahabat kita, tapi kita juga gak bisa ikut campur masalah hati nya, biar lha dia sendiri yang nyelesai kan cinta segita ini, kita tinggal menunggu hasil nya" ucap Aldi menimpali omongan Pandu dan Kia.
Kia pun diam saja tidak menyahut ucapan suami nya dan juga asisten suami nya dan juga Aldi.
" Kamu malam ini nginap di sini aja Al, lagian rumah sepi gak ada mama dan papa" ucap Pandu dan di angguki kepala oleh Aldi.
" Aku heran liat Kia ahkir ahkir ini Al, gak biasa nya dia begitu ikut campur masalah orang" sambung Pandu lagi bertanya pada Aldi.
" Di maklumi saja lha Ndu, biasa kalau lagi hamil, bawaan nya lebih sensitif kalau sudah tentang perasaan" sahut Aldi dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar mereka masing masing.
Sementara di Rumah yang tidak terlalu besar, Seorang wanita sedang berdiri di balkon kamar nya sedang memikir kan pesan yang baru di kirim oleh sahabat nya.
Yaahh...Rika lha wanita tersebut, Rika sedang mikiri pesan yang di kirim oleh Widya, Dia bingung memikir kan bagaimana cara nya agar tidak menyakiti hati seseorang, karena sejujur nya diri nya pernah merasa kan bagaimana sakit nya ketika jatuh cinta hanya bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
" Aku harus bagaimana? aku gak mau nyakiti perasaan orang hanya karena aku, apa aku minta pendapat dari Kia saja ya?" ucap Rika berbicara pada diri nya sendiri.
" Tapii...sejujur nya aku juga gak ada perasaan sama kak Reza, dan aku juga gak tau tentang hati ku dengan kak Firman, yang aku rasakan aku begitu nyaman dengan kak Firman, dan jantung ku slalu berdetak kencang saat aku bertemu dengan kak Firman, hal yang perna aku rasakan saat aku mencintai kak Aldi dulu" ucap Rika lagi.
" Seperti nya aku memang benar benar mencintai kak Firman, tapi bagaimana aku berbicara dengan kak Reza soal ini, dan gimana perasaan kak Firman ke aku, apa iya kak Firman juga mempunyai perasaan yang sama seperti perasaan ku pada nya" ucap Rika berbicara sendiri.
Tiba tiba ponsel yang Rika pegang berdering tanda ada masuk pesan, Rika pun langsung membuka ponsel nya dan melihat siapa yang mengirim pesan kepada nya nya.
*Selamat sore Rika
kalau tidak sibuk boleh aku ajak kamu bertemu besok siang, ada yang mau aku omongin sama kamu.
Reza*.
Ternyata Reza yang mengirim pesan pada Rika, Rika tidak langsung menbalas dan bingung mau membalas apa.
Namun tak lama ponsel Rika berdering kembali ada nya panggilan masuk, Rika langsung terkejut melihat nama yang ada di layar ponsel nya.
Bersambung
Jangan lupa untuk slalu dukung karya Author ya readers yang baik hati, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, plissssss 🙏🙏
Dan beri hadiah yang banyak ya gaesss.
Salam sayang Author untuk kalian semua
Love You 😊😊
__ADS_1