
Widya memeriksa kandungan Kia dengan lembut dengan alat yang di bawa nya saat Aldi menyuruh nya ke kantor Pandu untuk memeriksa kandungan Kia.
Pandu dengan setia menemani Kia di periksa oleh Widya, " Gimana Wid, kandungan Kia tidak kenapa napa kan?" tanya Pandu yang sebenar nya sedikit khawatir.
" Alhamdulillah kandungan Kia tidak apa apa kak, bayi nya masih aktif di dalam, dan insya Allah ibu dan bayi nya sehat" sahut Widya memberi tahu.
" Alhamdulillah" ucap Kia dan Pandu secara bersama.
" Tapi tadi perut Kia di tekan begitu kuat Wid" ucap Pandu memberi tahu pada Widya.
" Iya kak, tapi bayi yang ada di perut Kia tidak ada masalah, bayi kakak dan Kia kuat, dia tidak berpengaruh sedikit pun" sahut Widya menjelas kan.
" Syukur lha, Mas akan membunuh wanita itu kalau terjadi sesuatu sama kamu dan calon anak kita sayang" ucap Pandu dan mencium kening Kia.
Widya hanya bisa senyum melihat keromantisan yang di buat Pandu pada Kia, Widya pun pamit keluar karena tidak mau menggangu Pandu dan Kia.
" Kia, Kak Pandu, Widy pamit keluar dulu ya jumpai kak Aldi" pamit Widya.
" Iya Wid, makasih ya" ucap Kia, sedang kan Pandu hanya tersenyum tipis dan mengangguk kan kepala nya.
Pandu memang dekat dengan sahabat Kia, tapi walau pun begitu sikap dingin nya tetap terlihat kalau sama wanita yang bukan keluarga nya, hanya dengan Kia, mama nya, Anita dan Qiara lha Pandu bersikap hangat.
Setelah Widya keluar, tinggal lha Pandu dan Kia di dalam kamar, Kia menatap wajah tampan suami nya dan mengelus pipi Pandu dengan lembut.
" Mas kenapa semua ini bisa terjadi, bagaimana cerita nya?" tanya Pandu.
Pandu pun mencerita kan semua nya dari awal sampai ahkir tanpa ada yang terlewat kan Pandh gak mau menyembunyi kan hal sekecil apa pun pada Kia, karena Pandu tidak mau mengetahui itu semua dari orang dan akan merusak kepercayaan Kia pada diri nya.
" Jadi dia memang sering melakukan hal seperti itu Mas pada pengusaha pengusaha muda" tanya Kia setelah mendengar cerita Pandu.
" Iya sayang, menurut orang suruhan Mas yang mencari tahu tentang diri nya, dan sudah banyak korban nya" ucap Pandu.
" Bukan korban Mas, itu sih emang mau laki laki nya, siaoa yang tidak mau di kasih daging secara gratis, perusahaan aman dan para pengusaha dapat service dari wanita tadi" sahut Kia.
__ADS_1
" Untung kamu tidak seperti itu Mas, jangan perna seperti itu ya Mas, takit lha dengan dosa Mas, karena berzina itu dosa besar" sambung Kia lagi menatap wajah Pandu memohon.
" Mas gak akan seperti itu sayang, Mas cuma mau di service nya sama istri Mas ini, karena yang halal itu lebih nikmat dari segala nya" sahut Pandu dan mencium bibir Kia sekilas dan kembali mencium perut Kia yang buncit, dan hal itu langsung di respon oleh bayi yang ada di dalam perut Kia.
" Sayang Mas harus membantu Aldi untuk menyelesai kan laporan yang do obrak abrik Talitaz biar menjadi bukti kalau Mas tidak menggelap kan dana proyek itu" ucap Pandu dan langsung di angguki Kia.
" Yasudah Mas kerja aja, tapi Widya boleh di sini kan Mas, temani Kia sampai Mas selesai kerja nya" ucap Kia meminta izin pada suami nya.
" sebenar nya ini kamar rahasia buat kita sayang, tapi demi istri Mas yang cantik ini, gak apa apa deh, toh Widya sebentar lagi juga akan menjadi istri nya Aldi" sahut Pandu mengizin kan permintaan istri tercinta nya.
Pandu pun mencium kening Kia dan langsung keluar dari kamar, dan langsung menyuruh Widya untuk menemani Kia di dalam kamar.
Widya pun mengangguki kepala ny dan langsung beranjak dari sofa dan langsung masuk ke dalam kamar menemani Kia.
Pandu dan Aldi langsung mengerjai laporan yang yang di palsu kan oleh Talita agar cepat selesai.
Sementata di rumah sakit keluarga Atmaja, Ricki terus saja memikir kan Naya yang sedih karena kehilangan ayah nya, Ricki duduk di ruangan nya sambil melamun, tanpa sadar Rika masuk bersama Firman ke ruangan Ricki.
Rika sudah capek memanggil Ricki tapi Ricki tetap melamun, ahkir nya Firman mengebrak meja Ricki dan sukses membuat Ricki terkejut dan memegangi dada nya.
" Kalian apaan sih, main pukul pukul meja orang aja" ucap Ricki yang masih megelus elus dada nya kerena terkejut.
" Kamu yang kenapa? dari tadi kamu manggil manggil kamu di sini, tapi kamu malah diam aja, kayak ayam bodoh yang mau di potong" sahut Firman yang sudah duduk di sofa ruangan Ricki.
" Masa sih aku gitu?" tanya Ricki gak percaya.
" Iya lha, kalau gak percaya cek aja tu cctv" ucap Firman santai.
Ricki langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, Ricki merasa malu karena ketahuan melamun, dan untung nya tadi gak sekalian senyum senyum.
" Oia kamu ngapain ke sini Man, ini kan rumah sakit, buka kampus" tanya Ricki.
" Aku anterin Rika ke sini, siap itu aku mau nemui Pandu dan Aldi" ucap Firman memberi tahu.
__ADS_1
" Manja banget di anterin segala, biasa nya ni anak kemana mana juga sendirian, gak ada pasangan nya" ucap Ricki mengejek Rika.
" Itu dulu Kak, sekarang uda gak" ucap Rika dengan sedikit sombong.
" Cieleeeh....gaya kamu Ka" sahut Ricki.
Tapi tiba tiba Ricki tersadar dengan ucapan Rika yang mengatakan kalau sekarang gak sendiri lagi.
" Tadi kamu bilang apa Ka, gak sendirian lagi kemana mana?" tanya Ricki penasaran.
Rika dan Firman saling tatap dan tesenyum, dan itu membuat Ricki membulat kan mata nya terkejut katena melihat respon orang yang ada di depan nya.
" Kalian....." ucap Ricki menggantung.
Rika dan Firman kembali tersenyum dan mengangguk kan kepala nya tanda apa yang di fikir kan Ricki benar.
" Waaaw...sejak kapan? ternyata kamu laku juga ya, semoga Firman betah dengan suara kaleng rombeng kamu" ucap Ricki sengaja mengejek Rika di hadapan Firman.
" Yeeey sembarang kalau ngomong bilang suara Rika kayak kaleng rombeng" ucap Rika gak terima.
Ricki hanya tertawa karena melihat Rika kesal akibat ucapan nya, " terus sepupu kamu yang kemarin itu gimana? bukan nya dia juga mencintai ini anak?" tanya Ricki.
" Dia sudah ikhkas dan merela kan Rika sama aku, asal kan aku tidak menyakiti Rika, dan aku juga akan segera melamar Rika setelah pernikajan Aldi dan Widya selesai" ucap Firman memberi tahu.
Ricki hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, " Kalau begitu selamat buat kalian berdua, semoga kalian langgeng sampek kakek nenek" ucap Ricki memberi kan selamat.
" Amiiiin" sahut Rika dan Firman berbarengan.
Bersambung....
Jangan lupa tinggal kan Jejak ya readers tercinta, dengan Like,komen dan Vote yang banyak 🙏🙏, kasih Poin yang banyak juga ya Readers tercinta 😊😊.
Dan makasih yang uda kasih semangat untuk author nulis, dukungan kalian yang membuat author semangat buat nulis 💪💪💪
__ADS_1
salam sayang Author untuk readers tercinta 😊😊
Love You 😊😊😀