
Sudah dua hari Kia belum juga di temu kan, Pandu sudah putus asa karena sampai sekarang belum tau dimana keberadaan istri nya, air mata Pandu terus saja mengalir karena melihat begitu kejam nya Kia di siksa oleh orang menculik Kia.
" Sebenar nya siapa yang sudah menculik Kia, Kenapa aku susah sekali menemukan mu sayang" ucap pandu berbicara sendiri di dalam kamar sambil memandang foto pernikahan Pandu dan Kia.
Saat Pandu masih terus memikir kan manatap foto pernikahan mereka, Aldi dan Firman masuk ke dalam kamar Pandu, mereka melihat Pandu termenung sambil menatap foto Kia dan diri nya.
" Ndu, Aku sudah mendapat kabar dari nomor yang terus mengirimi kamu pesan, menurut yang meretas nomor tersebut, Kia sekarang berada di sebuah hutan yang jauh dari ibu kota, dia berada di rumah tua yang sudah tidak berpenghuni, dan rumah itu satu satu nya berada di sana" ucap Aldi memberi tahu kan informasi pada Pandu.
" Ayo kita segera kesana, aku tidak mau Kia sampai kenapa kenapa, aku sudah gak sanggup melihat siksaan yang terus mereka buat pada istri ku" sahut Pandu yang sudah tidak sabar.
" Sabar Ndu, kita gak bisa gegabah ke sana, kita harus menyusun stratagi agar mereka tidak mengetahui kita ada di sana nantik, itu akan membahaya kan kondisi Kia" lanjut Firman memberi tahu.
" Jadi aku harus bagai mana, aku harus diam saja melihat istri ku yang sudah tida berdaya di sana" ucap Pandu lagi yang penuh dengan emosi.
" Kita susun rencana meteng metang dulu, kita bawak polisi tapi mereka harus berada dari kejauhan, dan yang terpenting anak buah kita juga harus bersembunyi terlebih dahulu, jangan sampai kita datang berbondong bondong dan itu mengetahui mereka di sana" lanjut Firman memberi arahan.
Mereka semua setuju dengan ide Firman, Pandu dan yang lain nya berengkat ke tempat di mana Kia di sekap, Firman sengaja membawa Widya agar bisa langsung memeriksa kondisi Kia memngingat Pandu yang melihat Kia begitu kejam di siksa oleh penculik.
Hampir menempuh perjalanan tujuh jam lebih, mereka sampai di sebuah rumah tua yang tidak layak di huni, Pandu dan yang lain nya sengaja memarkir jauh mobil mereka agar kedatangan mereka tidak di ketahui oleh para penculik Kia.
Widya merasa takut mengikuti Firman dan yang lain nya, dan itu terlihat di mata Aldi, dengan sigap Aldi berada di belakang Widya untuk melindungi Widya tanpa di ketahui Widya dan lain nya.
Saat Pandu dan yang lain nya sudah hampir memasuki rumah tua dimana Kia di sekap, tanpa mereka ketahui, wanita yang selama dua hari ini menyiksa Kia melihat kedatangan mereka.
" Pandu Bumi Atmaja, ternyata apa yang di kata kan sepupu ku benar, kau begitu tampan, bahkan aku yang baru pertama kali ini melihat mu secara langsung sudah jatuh hati pada mu" ucap wanita tersebut dari balik jendela.
Kia yang berada satu ruangan mendengar perkataan wanita tersebut, tapi karena tubuh nya sudah lemas sekali karena di siksa dan juga tidak di beri makan dan minum, dia hanya diam saja tidak mampu berkata kata lagi.
__ADS_1
Pandu memasuki rumah tua tersebut, dengan pelan tapi pasti dia mencari dimana keberadaan istri tercinta nya, wanita tersebut sudah memberi tahu pada anak buah nya untuk membiar kan Pandu masuk, karena wanita tersebut melihat hanya Pandu saja yang masuk saat sudah dekat di rumah tua tersebut, yang lain nya sengaja meunggu di luar untuk melihat perkembangan dari pandu.
Pandu membuka sebuah pintu yang tertutup di depan nya, entah kenapa Ia merasa kalau Kia istri nya berada di dalam, dan saat pintu terbuka lebar, Pandu melihat Kia tertidur di lantai dengan keadaan yang begitu memprihatin kan.
" Sayang bangun sayang, Mas sudah datang untuk menjemput kamu, Bangun sayang" panggil Pandu pada istri nya.
Kia yang mendengar suara suami nya langsung membuka mata nya dengan pelan, samar samar di lihat wajah tampan suami nya, Ia tersenyum sekilas setelah itu Kia langsung pingsan tak sadar kan diri, Pandu yang melihat istri nya pingsan langsung menguncang tubuh Kia dan memeluk nya.
"Sayang kamu harus kuat, Mas akan membawa mu keluar dari tempat terkutuk ini" ucap Pandu dan langsung mengangkat tubuh istri nya.
Tapi saat Pandu berbalik, Ia melihat seorang wanita memegang pistol sabil tersenyum ke arah nya.
" Waah.. waah...waaah..Aku baru saja melihat sinetron yang begitu menyedih kan, tapi seperti nya kelanjutan dari cerita nya kalau pemeran utama wanita nya akan segera berahkir tuan Pandu Bumi Atmaja" ucap wanita tersebut sambil tersenyum menatap Pandu.
" Siapa kau? kenapa kau menculik istri ku? apa salah istri ku pada mu?" tanya Pandu beruntun masih mengendong tubuh istri nya.
" Aku?...apa perlu aku memberi tahu mu siapa aku? tapi seperti nya itu tidak perlu, yang terpenting di sini sekarang tugas ku adalah untuk membuat pemeran wanita nya MATI" ucap wanita tersebut dengan menekan kata mati.
" Masuk" ucap Pandu dengan lantang.
Wanita tersebut hanya tersenyum mendengar Pandu memanggil teman teman nya, setelah Pandu menyuruh Aldi dan lan nya masuk, tak lama terjadi lha keributan di luar rumah tua tersebut, anak buah Pandu dan Firman mengahajar habis anak buah suruhan awanita tersebut, sedang kan Aldi, Firman, Bima dan Widya masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Pandu dan Kia.
Saat mereka masuk, Mereka langsung melihat Pandu yang masih menggendong Kia dan melihta seorang di sana berdiri di hadapan Pandu sambil memegang pistol.Wanita tersebut semakin tersenyum melihat sahabat sahabat Pandu masuk kedalam untuk melindungi diri nya dan juga Kia.
" Ternyata kamu banyak membawa orang ya tuan pandu untuk menyelamat kan wanita itu" ucap wanita tersebut sambil menunjuk ke arah Kia dengan pistol nya.
Firman yang mengingat ingat siapa wanita yang ada di hadapan Pandu saat ini langsung berfikir jelas, Ia seperti pernah melihat wanita tersebut tapi entah dimana.
__ADS_1
" Apa mau mu?" tanya Pandu lagi.
" Tentu saja aku mau membuat wanita yang ada di dalam gendongan mu itu Mati" jawab wanita tersebut dengan cepat.
Pandu yang mendengar ucapan wanita tersebut langsung menurun kan Kia sebentar, Widya yang melihat Kia di turun kan langsung menhampri untik memeriksa kondisi Kia, tapi saat Widya melangkah untuk mendekati KIa, suara tembakan terdengar berbunyi dan hal itu membuat semua yang ada di dalam ruangan itu terkejut.
Dooor......Cetaaaaaaaar
Wanita tersebut menembak kan pistol nya ke arah jendelah dan membuat kaca jendela tersebut pecah berkeping keping.
" Hahahahahaha....aku baru saja menembak kan pistol kesayangan ku ke arah jendela, tapi kalian sudah takut, bagaimana kalau aku menembak nya tepat di kepala perempuan yang sedang terkapar itu?" ucap Wanita tersebut dengan angkuh.
Bersambung......
Mohon maaf semalam author tidak up dikarena kan author flu, jadi author tida konsen buat berfikir untuk menulis nya, ini author paksa up biar readers tida kecewa.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan Like, Komen dan Vote yang banyak yaa plisss...
yang baik hati kasih tips buat author dong.
makasih banyak yang sudah mampir di novel author yang msasih belum ada apa apa nya.
__ADS_1
salam sayang author buat kalian semua.
I Love You All.