Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 248


__ADS_3

Pandu begitu terkejut melihat istri nya terduduk di lantai sambil memegang perut nya dengan wajah yang sudah pucat.


"sayang kamu kenapa?" tanya Pandu khawatir melihat Kia kesakitan.


"Ya Allah Kia...Mas cepat siap kan mobil, kita bawa Kia ke rumah sakit sekarang, Kia mau melahir kan Mas" ucap Anita langsung saat melihat adik ipar nya kontraksi.


"Apaa...mau melahir kan? bukan nya Kia lahiran sekitar 4 hari lagi kak?" tanya Pandu terkejut mendengar ucapan kakak nya.


Bima langsung keluar menyiap kan mobil, Ara langsung di aman kan oleh mama Dewi dan papa Ridwan.


" Kamu jangan banyak tanya Ndu, sekarang kamu siap kan gendong Kia masuk ke mobil, kakak akan siap kan keperluan Kia dan bayi kalian di bawa ke rumah sakit, kakak akan menyusul ke sana" ucap Anita yang langsung di angguki kepala oleh Pandu.


Dengan begitu hati hati Pandu mengangkat tubuh Kia ke depan, mama Dewi dan papa Ridwan mengikuti Pandu sampai ke depan.


" Hati hati nak" ucap mama Dewi yang sudah khawatir dengan keadaan menantu kesayangan nya.


" Iya Ma" sahut Pandu.


pandu pun langsung naik ke mobil dengan Bima yang menjadi supir, Bima juga sudah menghubungi Aldi memberi tahu kan kalau Kia akan melahir kan.


" Kak cepetan kak, Kia semakin pucat kak" ucap Pandu saat di tengah jalan.


Bima melihat keadaan Kia dari spion tengah, dia hanya tersenyum sedikit melihat kekhawatiran Pandu.


" Tenang lah Ndu, Kia memamg harus merasa kan sakit yang luar biasa agar bisa melahir kan anak kalian" ucap Bima memberi tahu.


" Dulu kakak mu juga seperti itu, maka nya kakak tau sekarang" sambung Bima lagi.


" Tapi aku gak tega liat Kia merasakan sakit seperti ini kak" ucap Pandu yang memelk Kia agar mengurangi rasa sakit yang di rasa kan Kia.


" Sayang kamu yang kuat ya, demi bayi kita, sebentar lagi kita akan bertemu dengan bayi kita sayang" ucap Pandu menyemangati Kia.


Kia yang merasa kan perut nya tidak terlalu sakit langsung tersenyum membalas ucapan suami nya, saat Kia mau berbicara, perut Kia kembali mengalami kontraksi lagi, sehingga Kia kembali meringis kesakitan sambil memegang tangan pandu dengan kuat.


" Sssssst.....Mmmhmmmm" ringisan Kia menahan sakit.


" Sayang kamu harus kuat ya, Mas yakin kamu bisa sayang" ucap Pandu saaat melihat Kia kembali merasa kan sakit di perut nya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, mobil yang di kenderai Bima sudah terparkir di depan lobi rumah sakit, ternyata Ricki sudah menunggu di depan IGD bersama dokter SPog yang membantu persalinan Kia.


Pandu langsung meletak kan Kia di brangkar rumah sakit, Ricki dengan sigab langsung mendorong brangkar ke ruang persalinan, pandu tak perna lepas memegang tangan Kia, Pandu tidak mau meninggal kan Kia sedetik pun saat saat Kia ingin melahir kan.


Tiba di ruang persalinan Kia langsung di periksa oleh dokter wanita yang akan membantu Kia melahir kan.


" Kita periksa dulu ya dokter Kia, sudah pembukaan berapa?" ucap dokter kandungan yang bername tag Ririn.


Pandu yang mendengar perkatan dokter tersebut langsung menoleh dke arah dimana dokter tersebut berdiri dan menaik kan alis nya tanda kurang mengerti.


" Maksud dokter apa? istri saya mau lahiran, bukan mau buka bukaan" ucap pandu sedikit emosi.


Ricki, Kia dan dokter Ririn yang mendengar hanya bisa menghela nafas, mereka memaklumi kalau Pandu tidak paham dengan hal tentang dunia medis.


" Sayang biar kan dokter Ririn yang  bekerja, dokter Ririn lebih mengerti, mas gak usah banyak tanya" ucap Kia memberi tahu pada pandu agar diam saja.


pandu pun diam dan kembali menguat kn Kia yang menahan sakit pada perut nya, saat dokter Ririn mengangakat kaki Kia agar di buka lebar, Ricki berjalan ke arah dimana dokter Ririn berdiri untuk melihat sudah bukaan berapa, tapi langkah kaki Ricki langsung di henti kan oleh Pandu.


" Ki kamu mau ngapain, kamu mau lihat punya Kia" ucap Pandu dengan tatapan mata seperti ingin memakan Ricki.


" Pandu... pandu..dalam kondisi sepert ini pun kmu masih bisa cembury, aku usdah bosan melihat berbagai bentuk punya wanita, jadi kamu gak perlu khawatr seperti itu" ucap Ricki memberi tahu.


" tapi aku tidak suka milik ku di lihat orang lain, apa lagi kamu laki laki, pasti sedikit banyak nya kamu mersakan nafsu juga" sahut Pandu.


Kia yang melihat suami ya dan Ricki bertem ahkir nya berbicara sambl merasa kan sakit yang luar biasa di perut nya.


" kak Ricki sebaik nya di luar saja, bentar lagi Widya juga sampai, biar dokter Ririn dan Widya yang membantu aku melahir kan" ucap Kia memberi tahu.


Ricki pun lansung mengangguk kan kepala nya, tapi sebelum dia keluar, dia melirik ke arah pandu yang melihat nya juga dengan tatapan tajam nya.


" Ini masih bukan 5 ya Tuan, kita hars menunggusampai bukaan 10 baru dokter Kia bisa melahir kan" ucap dokter Ririn setelah memeriksa bukaan Kia.


pandu yang tak paham melihat Kia sejenak, kemudian dia kembali melihat dokter Ririn yang menyiap kan alat suntik dan peralatan untuk melahir kan di bantu perawat tiga orang.


" Dok kenapa tidak sekarang saja istri saya melahir kan nya, kenapa tunggu buka 10, apa doter tidak lihat alau istri saya sudah merasakan sakit" ucap Pandu ang begitu khawatir melihat keaadaan Kia.


" Mas memang seperti prosedur nya, Kia tidak apa apa mas" ucap Kia berusaha menguat kan pandu juga agar tidak terlalu khawatir.

__ADS_1


" sayang kalau kamu tdak kuat, operasi saja sayang, mas gak sanggup lihat kamu seperti ini" ucap sambil menciumi kening Kia.


" Begitu lah wanita kalau meu melahir kan Ndu, jadi kamu sebagai lelaki jangan tahu enak nya saja, kamu harus kuat juga menyaksikan persalinan istri kamu" ucap Anita yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan persalinan.


Pandu hanya diam saja mendengar ucapan kakak nya, tapi dia tetap merenung apa yang di kata kan kakak nya benar juga, Pandu teringat dari pertama dia melakukan hubungan suami istri dengan Kia, Kia mengalami sakit hingga koyak dan berdarah, setelah itu Kia hamil dan mengalami muntah di awal awal kehamilan nya, saat kandungan Kia sudah besar, Kia dengan sabar membawa bayi yang ada di dalam perut Kia kemana mana, dan saat sudah mau medekati persalinan, Kia kurang tidur karena bolak balik harus ke toilet untuk buar air kecil, semua kejadian itu terigat di memori otak Pandu.


tanpa terasa Pandu menetes kan air mata nya mengingat kejadian demi kejadian yang menimpa istri nya, Kia yang melihat Pandu menangis langsung mneghapus air mata yang menetes di pipi suami nya.


" Mas jangan nangis, malu sama calon anak kita" ucap Kia dengan senyuman yang di paksa di bibir nya karena menahan sakit yang luar biasa.


 


Bersambung...


 


Author uda kembali niii gaeeees...


Uda siap waktu liburan nya...


sekarang waktu nya kerja kerja lagi..


readers tercinta jangan lupa untuk selalu Like,Komen dan Vote yang banyak yaa..


kasih Bunga dan kopi yang banyak juga..


Biar author semakin semangat nulis nya.


Karena dukungan kalian semua lah yang membuat author makin semanngat buat nulis.


terima kasih banyak.


Love You More.


 


 

__ADS_1


__ADS_2