
Arti sudah di makeup seadanya oleh perawat, baju yang di kenakan hanya gaun berwarna putih karena Arti tidak mau memakai kebaya yang tadi pagi iya gunakan, dan Yusuf hanya memakai kemaja putih longgar agar tidak terlalu menekan punggungnya yang masih basah bekas operasi.
Mama Kia dan papa Pandu mewakili dari keluarga Arti, di sana juga ada Andra dan juga Haikal. selebihnya hanya menunggu di rumah dan melihat secara live karena tidak memungkin kan untuk datang ke rumah sakit.
Di kamar Raja menatap sang istri yang hanya menangis menatap layar ponselnya melihat sahabat serasa saudaranya menikah dan tanpa ada dirinya di sampingnya.
"Mas" panggil Cahaya.
" Iya sayang kenapa?" tanya Raja sambil mengelus kepala Cahaya.
" Aya mau ke rumah sakit ya, Aya mau lihat Arti secara langsung Mas, Aya seeprti sahabat yang tak tahu diri tidak berada di sampingnya saat ini, dia begitu baik dengan Aya, saay Aya susah Artilah yang selalu ada di samping Aya, tapi di saat dia sedang membutuhkan sandaran. Aya malah tidak ada di sampingnya" ucap Cahaya memohon.
" Tapi kamu masih lemah sayang, dan kamu ingat kan apa kata Bunda Widya tadi" sahut Raja berusaha agar Cahaya tidak pergi.
" Aya mohon mas, sekali ini saja tolong ngerti Aya" bujuk Aya dengan mengatup kan kedua tangannya.
__ADS_1
Raja yang melihat istrinya sampai memohon seperti itu begitu tidak tega, di bawanya Cahaya masuk ke dlaam pelukannya.
" Jangan seperti ini sayang, Mas gak sanggup lihat kamu sampai memohon seperti ini" ucap Raja sambil mencium kening Cahaya.
" Sekarang pakai hijabnya ya, tapi kita gakusah pulang ke rumah lagi setelah Arti dan Yusuf menikah, kita nginap di rumah sakit aja ya" lanjut Raja dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
Raja membantu Cahaya memakai hijab syar'i, dan memakaikan kaus kaki di kaki Cahaya, setelah itu Raja mengambil sendal untuk Cahaya dan langsung menggendong Cahaya keluar dari kamar.
Saat menuruni tangga yang terahkir, Raja dan Cahaya bertemu dengan Azmi yang sedang memegang susu buat Ara.
"Ke rumah sakit kak, Aya menangis mau ke sana untuk melihat Arti dan Yusuf langsung" jawab Raja.
" Tapi kondisi kamu masih lemah Ya, gak baik sama kesehatan kamu" ucap Azmi memberitahu.
" Insya Allah Aya gak apa-apa kak" jawab Cahaya.
__ADS_1
" Yausdah kalian hati-hati ya, daningat jangan pulang maalam kali" ucap Azmi mengingatkan.
" Kami gak pulang kak, nanti kami langsung nginap ke rumah sakit aja, biar besok sekalian memeriksa kandungan Cahaya" sahut Raja dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Azmi.
Begitu selesi berbicara, Raja langsung menglangkahkan kakinya menuju mobilnya, dan dengan cepat melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di rumah sakit semua persiapan sudah selesai, saat akan di mulai, Yusuf melihat Arti yang menundukkan kepalanya sambil menangis, Yusuf berfikir kalau Arti tidak mau pernikahannya seperti ini.
" Kalau kamu tidak mau kita menikah dengan keadaan seperti ini, gak apa-apa sayang, kita bisa menundanya nanti saat mas sudah sembuh" ucap Yusuf yang langsung membuat Arti menggelengkan kepalanya.
" Bukan karna itu Mas, aku hanya saja sedih, di hari bahagia aku, sahabat aku satu-satunya gak bisa menemani aku karena dia juga sedang sakit" sahut Arti sambil menangis sedih.
" Aku ada kok Ar" ucap Cahaya tiba-tiba yang sudah berada di depan pintu dan membuat semua yang ada di sana kaget.
bersambung.
__ADS_1