Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 62


__ADS_3

" Gak... Aku gak mau, ini itu Ide gilak, kalau memang dia pelaku nya,


kita bisa langsung membawa nya ke kantor polisi, bukan malah buat


rencana seperti yang kalian rencana kan" ucap Pandu menolak.


" Ayo lha Ndu, apa kamu tidak Mau manangkap pelaku siapa yang menembak Kia? sahut Aldi meyakinkan Pandu.


Pandu pun sedikit berfikir dengan rencana yang di buat oleh Aldi dan kak Bima, Tapi Pandu takut kalau Iren malah memanfaat kan keadaan ini, apa lagi sampai Kia mengetahui Ide gila ini.


" Aku Takut Kak Bim,Al" Ucap Pandu.


" Aku takut kalau rencana ini malah membuat Iren besar kepala dan Kia salah paham dengan aku, Aku gak mau Kia marah dan pergi meninggal kan aku" sambung Pandu menunduk kan wajah nya.


" Kita akan meminta bantuan dengan Anita Ndu, Di saat kita menjalan kan rencana ini, kakak akan menyuruh Anita untuk mengajak Kia pergi sementara, dan kakak yakin pasti Anita mau, karena di juga sangat membenci Iren, Apalagi kalau memang Iren dalang dari semua ini, pasti Anita akan membantu Kia" ucap Bima memberi usul  pada Pandu.


Pandu berfikir sejenak, Ia berfikir mungkin ada benar nya yang di kata kan oleh kakak ipar nya, Ahkir nya Pandu pun mengiyakan rencana yang sudah di susun oleh Aldi dan Bima.


" Baiklah aku setuju dengan rencana ini, kapan akan kita di lakukan rencana nya?" tanya Pandu.


" Besok pagi di rumah sakit keluarga Atmaja, dan Kamu harus akting sebagus mungkin" sahut Aldi.


Setelah selesai rencana untuk besok, mereka keluar dari ruang kerja Pandu dan kembali keruang keluarga, tapi saat kembali semua nya sudah pada bubar, hanya tinggal papa Ridwan yang masih setia menunggu mereka.


" Lho pada kemana semua Pah kok sunyi?" tanya Pandu.


" Pada masuk kamar semua, mungkin pada bersih bersih kan sudah sore" sahut papa Ridwan.


Pandu, Bima dan Aldi hanya mengangguk kan kepala mereka saja.


" Oiaa gimana perkembangan kasuk inseden penembakan menantu papa? sudah ada hasil nya?" sambung papa Ridwan.


" Besok kita akan tau siapa pelaku nya Pah" sahut Pandu dan langsung di anggukkin kepala oleh papa Ridwan.


Karena tidak ada lagi yang di bahas, Pandu pun langsung izin mau ke kamar nya untuk menemui istri nya.


" Semua nya, aku mau ke kamar dulu ya, mau lihat Kia" ucap pandu dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh papa Ridwan, Aldi dan Bima.


Saat Pandu membuka Pintu kamar, Pandu melihat istri nya yang baru selesai sholat Ashar, Pandu langsung memeluk Kia dari belakang dan meletek kan kepala nya di leher Kia dan menciumi leher Kia dengan lembut.


Kia yang mendapat pelukan dan ciuman dari Pandu pun langsung menegang, Kia langsung membalik kan badan nya menghadap kearah wajah Pandu.


Kia melihat wajah Pandu seperti ada masalah yang telah di fikir kan, Ia pun langsung bertanya pada suami nya.


" Mas ada apa? tanya Kia menatap wajah Pandu.


" Gak ada apa apa sayang, Mas cuma pengen peluk kamu aja" sahut pandu langsung kembali memeluk Kia dengan erat dan menyembunyi kan kepala nya di curuk leher Kia.

__ADS_1


Apa aku sanggup melakukan akting besok, aku takut menyakiti kamu sayang. gumam Pandu saat masih memeluk Kia.


Kia yang melihat kelakuan suami nya yang memeluk nya dengan erat hanya diam saja dan mengelus punggung Pandu dengan lembut.


" Sebaiknya Mas mandi dulu gih, Mas belum sholat Ashar kan?" ucap Kia yang masih dalam pelukan Pandu.


" Sebentar lagi ya sayang, Mas masih mau seperti ini dulu" sahut Pandu yang masih betah memeluk Kia.


Kia pun membiar kan Pandu memeluk nya dengan erat, tiba tiba pintu kamar mereka di ketuk dari luar, Pandu pun langsung melepas kan pelukan nya dan berjalan untuk membuka pintu kamar nya.


" Sebentar ya sayang, Mas buka pintu nya dulu" ucap Pandu dan di jawab dengan anggukan kepala Kia.


Saat pintu kamar terbuka, nampak lha Aldi dan Bima yang yang sudah berada di depan kamar Pandu dengan wajah yang sedikit tegang.


Pandu yang melihat keanehan dari wajah kakak ipar nya dan asisten nya pun menyatukan alis nya bingung.


" Ada apa?" tanya Pandu langsung.


" Kita harus merubah rencana nya Ndu, sekarang lebih tepat nya kamu berakting" jawab Bima pasti.


Pandu yang mendengar nya pun langsung terkejut.


" Apaaa?, bukan nya kalian bilang besok pagi?" tanya pandu langsung.


" Orang suruhan kita yang mengikuti Iren mengatakan kalau dia sekarang berada di rumah sakit untuk melihat kondisi kamu, jadi mau gak mau kita harus melakukan nya sekarang juga" sahut Aldi.


" Anita juga sudah kakak kasih tau untuk menjaga Kia, Kamu gak usah khawatir masalah Kia, ada Anita yang mengatasi nya" ucap Bima meyakin kan Pandu.


Pandu pun langsung mengiyakan dan berpamitan dulu pada Kia.


" Baik lah, aku pamit dulu sama Kia, kalian tunggu aku di mobil saja" ucap Pandu dan langsung di anggukan kepala oleh Aldi dan Bima.


Kia yang tidak tau pandu berbicara dengan siapa pun bertanya saat Pandu sudah menutup pintu nya dan berjalan ke arah nya berada.


" Siapa yang ketuk pintu Mas?" Tanya Kia.


" Aldi sayang, ada masalah kantor sedikit" jawab Pandu berbohong pada Kia.


" Sayang, Mas mau keluar dulu, mungkin kembali nya sedikit agak lama, kamu nantik di temani sama kak Nita dulu ya, gak apa apa kan Mas tinggal?" sambung Pandu izin pada Kia.


" Memang nya Mas mau kemana?" ini kan sudah sore Mas, apa kerjaan kantor tidak bisa di lanjut besok saja" Bukan nya menjawab, Kia malah balik bertanya.


" Gak bisa sayang, Klien nya besok mau kembali ke luar negeri, jadi mau gak mau mas harus mengurus nya sekarang juga" sahut Pandu.


" Baik lha Mas, tapi Mas jangan lupa makan malam ya, Kia gak mau sampai Mas melupakan untuk makan malam" ucap Kia.


" Baik lha istri ku sayang" sahut Pandu langsung mencium kening istri nya.

__ADS_1


" Mas nantik sholat di sana aja sayang, masih keburu kok waktu nya, Mas pergi dulu ya sayang" ucap Pandu dan sekalian pamit pada istri nya dan mencium ening Kia lagi.


" Iya Mas, hati hati ya Mas" sahut Kia.


Pandu pun langsung pergi meninggal kan Kia di kamar dan menuju mobil yang sudah di tunggu oleh  aldi dan Bima.


" Ayo kita berangkat sekarang" ucap Pandu.


Aldi pun langsung menghidup kan mesin mobil nya dan menginjak pedal gas nya menuju rumah sakit keluarga Atmaja.


 


 


 


 


 


Bersambung....


 


 jangan lupa tinggal kan jejak ya readers untuk Like, Komen dan Vote nya.


Terimah kasih banyak.


Salam sayang dari Author untuk kalian semua.


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2