Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 136


__ADS_3

Assalamualikum readers tercinta.


Author mau minta maaf yang sebesar-besarnya karena beberapa hari ini tidak Up, di karena kan Author ada yang harus di selesaikan dan benar benar tidak bisa Up sama sekali.


Tapi Insya Allah besok dan selanjutnya akan Author usahakan untuk selalu Up walaupun hanya satu bab ya, dan doakan semoga Author cepat selesai urusannya dan bisa Up seperti dulu lagi.


Sekarang mari kita lanjut cerita nya yaa.


Happy Readiiiiiiing.


************


Saat ini Arti sudah berdiri di depan kantor Yusuf yang tak begitu besar, namun Arti lumayan terpaku dengan bangunan kantor Yusuf yang berbentuk moderen, memang tidak semewah kantor keluarga Atmaja, tapi ini sudah cukup cantik di pandang mata oleh dirinya.


" Lumayan juga kantornya" ucap Arti.


" Apanya yang lumayan?" tanya seseorang yang berhasil membuat Arti terkejut dan tanpa sengaja kakinya tidak menyentuh anak tangga dengan baik, ahkirnya Arti tidak bisa menjaga keseimbangannya dan oleng saat itu juga.


" Aaaaaakkh" teriak Arti.


Dengan hitungan detik, tubuh Tiara langsung terduduk tepat di depan Yusuf.


BRUUUUUk


" Aaaawwww" suara ringisan Arti karena pantatnya langsung terduduk di lantai.


Yusuf yang melihat Arti sudah terduduk di hadapannya hanya bisa terdiam sambil melihat Arti meringis kesakitan.


" Loe ngapai sih berdiri di belakang gue tiba tiba, uda kayak setan aja tau gak, Loe lihat sekarang, gara-gara loe gue jadi jatuh kan, bukan di tolongin lagi" ucap Arti sambil berusaha berdiri dan mengibas ngibas pantatnya karena sedikit sakit.


"kenapa jadi gue yang di salahin, loe yang jalan gak lihat-lihat, lagian terserah gue lah, ini itu kantr gue" sahut Yusuf melihat Arti sedikit kesakitan.


" Atau jangan-jangan loe itu modus ya, pura-pura jatuh biar gue tangkap gitu, terus jadinya gue peluk, ya kan, modus kan Loe" sambung Yusuf yang langsung membuat mata Arti melotot seketika.

__ADS_1


" Gak usah di pelototin gitu matanya, gak takut gue" ucap Yusuf lagi yang kini membuat Arti sudah begitu kesal.


Kalau saja Readers bisa melihat gimana wajah Arti sekarang, bisa di bayangkan merah padam dan juga asap keluar dari kedua telinganya sangking kesalnya dengan Yusuf.


" hei tuan muda, loe kira gue ayam yang mintak di tangkap sama tangan bau loe itu, pede banget kalau bicara" bantah Arti dengan wajah kesalnya.


" Dan asal loe tau, tubuh gue yang ada najis kalau di sentuh sama tangan busuk loe itu" sambung Arti yang langsung membuat Yusuf melihat tangannya dan mencium tangannya setelah mendengar ucapan Arti.


" Enak saja kalau bicara, nih loe cium, tangan gue itu wangi tau gak" bantah Yusuf gak terima dengan ucapan Arti sambil mengarahkan tangannya ke hidung Arti.


" Iihh apaan sih, tangan loe itu bau tau gak" ucap Arti menghindar.


Saat mereka sedang asik sendiri, tiba-tiba karyawan Cahaya memanggil Arti dan menyerahkan kue yang ada ditangannya.


" Bu Arti ini kue nya gimana? hampir saja rusak" ucap Dendi karyawan yang menemani Arti mengantar kue ke kantor Yusuf.


Dengan cepat Arti langsung mengambil kue yang ada di tangan Dendi dan menyerahkan nya langsung ke tangan Yusuf.


" Niih kue nya, tugas gue sudah selesai, sekarang gue pulang, dan semoga ini pertemuan terahkir kita" ucap Arti dan langsung pergi begitu saja.


*****


Di dalam gedung Atmaja, Raja dan Haikal msaih fokus dengan pekerjaannya masing-masing, namun tidak dengan Andra, Ia begitu uring-uringan sejak pertemuannya dengan Wisnu yang sepertinya Wisnu tidak merestui hubungannya dengan Tiara. Dan hal itu dapat di lihat oleh Raja dan Haikal.


" Tidak usah terlalu di fikirkan, kalau memang jodoh pasti akan ada jalannya Ndra, lagian aku yakin kalau Tiara memang benar-benar tulus mencintai kamu, dia pasti akan membicarakan ini pada Wisnu, tenanglah sedikit, tidak usah kayak anak ABG gitu" ucap Raja di sela-sela pekerjaannya.


" Sepertinya harapan ku kecil" sahut Andra yang langsung menyandar kan kepalanya di sandaran kursi.


" maka buatlah harapan itu menjadi besar, aku yakin kamu bisa dan mampu untuk meyakinkan Wisnu" ucap Raja menyemangati sepupunya.


" Semangat lah, agar kita bisa menikah sama-sama" ucap Haikal menimpali dan menepuk bahu Andra untuk menyemangati.


Sementara ditoko kue, Arti yang baru saja kembali ngedumel gak jelas dan minum air mineral yang ada di hadapannya hingga setenag, Cahaya yang melihat itu langsung menghampiri Arti.

__ADS_1


" Jangan lupa di bayar nanti minumnya ya" ucap Cahaya yang sukses membuat Arti terkejut dan tersedak air minumnya.


Uhuuuk..Uhuuuk..Uhuuuk


" Ya kamu mau bunuh gue, uda kayak tuh cowok ngeselin kamu Ya, nongol tiba-tiba" ucap Arti yang sudah sedikit enakan karena kesedak.


" Cowok ngesilin? siapa?" tanya Cahaya.


" Siapa lagi kalau bukan temen nya suami kamu itu, resek banget orangnya, gak punya hati banget lagi, uda tau ada cewek yang mau jatuh, eh malah di biarin, bukan di tolongan" cerita Arti dengan kesalnya.


" Jadi kamu berharap mau di tolongin sama Yusuf gitu maksud nya" tanya Cahaya yang membuat Arti terdiam seketika.


" Apaan sih Ya, gak jelas banget ngomong nya, ta gak lah, bisa mandi bunga tujuh rupa aku kalau sampai tubuh aku di sentuh tuh cowok resek" bantah Arti dengan wajah jutek.


Cahaya hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya, Arti sendiri yang melihat Cahaya yang sudah membawa tas langsung bertanya.


" Kamu mau kemana Ya?" tanya Arti.


" Ke toko buku bareng Adek, dia mau cari cari buku buat kuliah, kamu mau ikut?" ucap Cahaya sekaligus bertanya.


" Gak deh, lagi panas banget saat ini, kamu aja deh bareng adek" tolak Arti dan di jawab Cahaya dengan anggukan kepala dan senyuman.


" Yasudah kamu ngadem aja deh di ruangan aku kalau gitu,aku pergi dulu ya, nanti juga mau langsung balik, gak toko lagi" ucap Cahaya pmit dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Arti.


****


Di penjara, Wisnu dan Tiara saling terdiam, Tiara tidak berani mengangkat kepalanya setelah mendengar dari kakakanya kalau Andra datang menemui kakaknya dan mengatakan kalau mencinti dirinya.


" Kak aku bisa jelaskan, Aku dan" ucap Tiara memberanikan diri.


" Cukup Tiara" potong Wisnu menatap Tiara.


Tiara langsung menelan salivanya melihat wajah kakaknya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2