
" Kakak besok jangan lupa?" teriak Ratu yang membuat Raja dan Haikal menggeleng kan kepala nya.
Haikal menatap kepegian Ratu, dia langsung menggeleng kan kepala nya dan semua itu di lihat oleh Raja.
" Ada Apa?" tanya Raja saat melihat Haikal.
Haikal yang mendengar suara Raja langsung tersadar dan gugup seketika, " Gak..gak ada apa apa" ucap Haikal dan langsung mengambil ponsel nya di atas meja.
" Aku balik dulu ya, uda malam, ngantuk juga aku nya" ucap Haikal langsung karena pasti Raja akan bertanya lebih lanjut, jadi sebisa mungkin Haikal menghindari itu.
Raja tidak menjawab, ia merasa aneh dengan kepergian Haikal yang tiba tiba dalam keadaan gugup.
" Ada apa dengan nya? kenapa aneh begitu?" ucap Raja menatap kepergian Haikal.
Sebelum Haikal ingin membuka pintu, dia menatap foto Raja dan Ratu berdua yang berada di ujung ujung pintu.
Ratu yang memeluk Raja sambil tersenyum begitu manis di mata Haikal, Haikal hanya bisa mendesah kemudian membuka pintu kamar Raja dan keluar, tak lupa ia kembali menutup nya.
Saat Haikal menuruni tangga, tidak sengaja ia mendengar suara tertawa Ratu dan juga Andra, karena penasaran, Haikal pun melihat ke arah kamar Ratu yang tidak di tutup.
Haikal melihat Ratu dan Andra yang sedang bercanda sambil tertawa begitu bahagia, entah kenapa Haikal merasa iri bisa melihat Ratu dan Andra yang bisa sedekat itu.
Andra yang melihat Haikal berdiri di depan pintu langsung memanggil Haikal, dan itu membuat Haikal tersenyum.
" Kal...ngapain di luar aja, masuk sini" ucap Andra memanggil Haikal.
" Gak ahk...aku mau pulang, mau istirahat, capek" ucap Haikal yang langsung pergi meninggal kan Ratu yang menatap Haikal dengan heran.
" Ada apa dengan nya kak?" tanya Ratu pada Andra.
" Gak tahu, lagi dapet kali" ucap Andra asal yang malah membuat Ratu tertawa kembali.
Andra masih menatap keluar pintu, walau pun Haikal sudah terlihat, tapi Andra bisa lihat kalau Haikal masih berdiri di balik tembok dinding kamar Ratu.
__ADS_1
Aku tahu kamu mempunyai persaan pada Ratu Kal, aku akan berusaha mendekat kan kalian, kalian bisa menjalin hubungan kok Kal, kamu saja yang terlalu takut, Ratu pantas untuk mu, batin Andra yang sudah melihat Haikal pergi dari kamar Ratu, karena Andra tidak melihat bayangan Haikal lagi dari balik tembok.
Sementara para orang tua suda pada masuk kamar saat selesai bercerita cerita dengan Azmi, Ara sendiri sudah dari awal masuk kamar karena di suruh papa Bima untuk istirahat.
Sebenar nya Ara ingin sekali ikut bergabung bersama, namun entah kenapa papa Bima malah menyruh nya istirahat dan masuk ke kmar.
Di dalam perjalanan, Azmi selalu tersenyum sambil menyetir mobil, ia tidak menyangka bisa semudah ini untuk bisa dekat dengan Ara.
" Qiara...aku sudah tidak sabar untuk bisa hiud bersama mu, tinggal berama mu, satu atap, satu ranjang, dan memulai kehidupan kita bersama anak anak kita" ucap Azmi dengan senyuman di wajah nya.
Lain dengan Azmi, Ara malah melamun mengingat kejadian di pantai sat Azmi mencium bibir nya, ciuman pertama yang di ambil oleh Azmi.
Namun lamunan nya terhenti saat pintu kamar nya di ketuk dan menganget kan Ara.
Tok..tok..tok
" Sayang apa kamus sudah tidur?" tanya Anita yang ingin menemui anak nya.
Anita membuka pintu kamar anak nya dan tersenyum saat melihat Ara yang sedang duduk di atas tempat tidur.
" Sayang apa mama ganggu kamu?" tanya Anita yang sudah duduk di samping putri nya.
" Belum kok Ma, ada apa Ma? kenapa malah mama yang belum tidur? ini sudah malam banget Ma" ucap Ara menatap Anita.
" Setelah menemui putri mama ini mama akan istirahat sayang" ucap Anita yang menatap putri nya sambil tersenyum.
" Boleh mama bertanya sesuatu sayang?" tanya Anita.
" Boleh dong ma, mama mau bicara apa?" ucap Ara menatap mama nya juga.
" Bagaimana menurut mu dengan nak Azmi? apa kamu juga menyukai nya?" tanya Anita langsung.
Ara langsung membuang pandangan nya ke arah lain, dia menarik nafas sesaat sebelum menjawab ucapan mama nya.
__ADS_1
" Ara tidak tahu ma, Ara juga baru mengenal Azmi, belum ada satu bulan Ara dekat dengan nya, yang Ara lihat dia lelaki yang usil, yang suka sekali menganggu Ara saat di rumah sakit" ucap Ara memberi rahu pada Anita.
Anita tersenyum mendengar ucapan anak nya, " Tapi yang mama lihat dari tatapan mata nya, dia seperti nya serius dengan kamu sayang" ucap Anita.
" Belum pasti Ma, bisa jadi dia hanya menganggap Ara adik nya, soal nya Ara perna dengar dari dokter di rumah sakit, kalau Azmi perna merasa gagal dalam percintaan, dan Ara gak mau hadir nya Ara cuma sebagai pelampiasan nya saja, lagian Ara dan dia juga belum lama kenal Ma, Ara belum tahu gimana pasti nya sifat Azmi" ucap Ara mencerita kan pada Anita.
Anita menarik nafas melihat seperti masih ada keraguan anak nya pada pemuda yang baru sja pulang dari rumah nya.
" Yasudah kamu istirahat ya sayangm sudah malam" ucap Anita yang langsung pergi meninggal kan putri nya agar beristirahat.
Anita yang kembali ke kamar nya dengan wajah sedikit berfikir langsung di tanya pada Bima yang sudah berada di atas tempat tidur menunggu istri nya.
" Ada apa Ma? setelah dari kamar Ara kok wajah nya jai murung begitu?" tanya Bima.
" Mama rasa Ara belum mempunyai perasaan pada Azmi pa, soal nya tadi mama lihat seperti ada keraguan di mata Ara saat mama bertanya mengenai Azmi" ucap Anita memberi tahu.
Bima menarik nafas nya dalam dalam, kemudian dia mengeluar kan nya dengan perlahan.
" Biar kan Ara menentu kan pilihan nya Ma, kalau dia mau dengan Azmi yasudah kita dukung, tapi kalau dia masih ragu, kita biarkan saja dulu Ara berfikir, lagian papa rasa Ara juga ada perasaan untuk Azmi, karena papa bisa melihat itu pada mata putri papa" ucap Bima memberi tahu pada istri tercinta nya.
" Papa yakin?" ucap Anita.
" Iya Ma, hanya maslah waktu, biarkan mereka saling menganl dulu, lagian mereka juga belum lama mengenal bukan?" ucap Bima yang sudah langsung dijawab anggukan oleh Anita.
" Yasudah ayo kita tidur, sudah malam, atau kita mau begadang membuat Ara dan Andra untuk mempunyai adik lagi" ucap Bima dengan kekehan nya dan langsung membuat mata Anita melotot.
" Gak ingat umur kamu Pa" ucap Anita yang membuat BIma kembali terkekeh.
" Jangan salah kamu Ma, gini gini aku masih kuat, bukan nya mama masih sering menikmati nya" ucap BIma yang langsung mendapat cubitan dari Anita.
Bersambung.
__ADS_1