Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 119


__ADS_3

Meri menelan ludah nya dengan sulit, tatapan nya masih mengarah pada paman dengan wajah yang sudah merah karna marah.


" Apa sekarang penderangan kamu tuli, sehingga aku bertanya kau diam saja" ucap papa Iren lagi.


" Ckck..Kenapa sih cuma kasih tau dalang nya aja kamu susah sekali, apa segitu takut nya kamu pada paman mu ini?" ucap Firman menimpali karna Meri dari tadi diam saja.


" Maaf kan Meri paman, tapii....." ucap sedikit takut.


" TAPI APAAA?" bentak papa Iren.


Meri yang berdiri tepat di depan papa Iren begitu terkejut mendengar bentakan paman nya, Ia pun langsung mengeluar kan air mata nya.


" Sebenar orang yang menyuruh Meri melakukan ini bibi Paman" ucap Meri sambil menunduk kan wajah nya.


Papa Iren yang mendengar pengakuan keponakan nya langsung melotot kan mata nya, sedang kan Pandu dan yang lain nya begitu mendengar pengakuan Meri langsung mengambil tindakan.


" Al, segera hubungi kak Bima, dan secepat nya akusisi perusahan mereka, aku sudah muak melihat mereka" ucap Pandu dan langsung di angguki Aldi.


" Kenapa kau mau melakukan apa yang di suruh sama bibi mu Meri, kenapa kau bisa jadi sebejat ini" ucap Papa Iren yang sudah tidak sanggup lagi berdiri.


Meri yang melihat paman nya memegang dada nya kesakitan langsung berontak agar ikatan tangan nya terlepas.


" Paman...Paman kenapa, maaf kan Meri Paman, ini semua salah Meri Paman, bukan sepenuh nya salah bibi" ucap Meri dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.


" Pandu ku mohon lepas kan aku, aku mau melihat keadaan paman ku" ucap Meri lagi dengan memohon.


Papa Iren langsung terjatuh karna dada nya terasa sesak, dia tidak habis pikir kenapa istri dan anak nya bisa begitu kejam, padahal Papa Iren slalu mengajar kan yang terbaik pada istri dan anak nya,di tambah lagi istri nya membawa bawa keponakan nya untuk menyiksa seseorang.


Tak lama papa Iren tak sadar kan diri, Meri yang melihat paman nya sudah tidak bergerak lagi dan menutup mata nya menjerit histeris sambil memanggil paman nya.


" Pamaaaaan.....Pamaan bangun lha, Meri mohon paman" panggil Meri sambil menangis.


Pandu yang melihat papa Iren sudah tidak sadar kan diri langsung menatap polisi yang ada di ruangan itu.


Dengan sigap polisi tersebut mendatangi papa Iren yang sudah tergeletak di lantai, dan langsung memeriksa keadaan papa Iren.


" Maaf Pak, tuan Bram sudah meninggal dunia" ucap salah satu polisi.

__ADS_1


Pandu langsung menutup mata nya sambil mengucap Innalilahi waa inna ilahi rajiu.


Aldi dan Firman langsung menghubungi Ricki untuk segera mengirim kan ambulance tempat penyekapan Meri.


Sedang kan Meri yang melihat paman nya sudah tidak bernyawa langung menangis histeris, polisi langsung membuka ikatan tali yang ada di tangan Meri, dan langsung membawa nya ke kantor polisi untuk di tahan karna kasus penculikan dan penganiayan.


Setelah mayat papa Iren di bawa ke rumah sakit untuk segera di mandi kan kemudian langsung di makan kan, semua di lakukan oleh pihak rumah sakit, karna mama iren sudah diluan di ringkus di kantor nya dan di bawa ke kantor polisi, dan Bima lha yang melakukan nya.


Pandu dan yang lain nya langsung pulang ke rumah nya saat semua nya sudah beres, begitu sampai di rumah nya Pandu dan lain nya langsung di hampiri mama, papa, Anita dan Bima, sedangkan Kia berada di kamar sedang istirahat.


" Nak gimana semua nya, apa sudah beres?" tanya papa Ridwan.


" sudah Pa, mayat om Bram juga sudah di makam kan" sahut Pandu sambil menunduk kan kepala nya.


" Papa gak nyangka kenapa anak dan istri Bram begitu membenci menantu kita ma, padahal Kia itu sangat baik sekali" ucap papa Ridwan lagi.


" Itu lha kalau cinta sudah terlalu obsesi Pa,segala cara pasti akan di lakukan, dan bukan nya mendapat kan yang terbaik, malah begini jadi nya kan" sahut Anita.


Tanpa mereka sadari Kia mendengar semua nya, Kia langsung naik ke kamar nya lagi agar semua yang ada di ruangan keluarga nya tidak mengetahui kalau dia mendengar semua nya.


Kia langsung masuk ke kamar mandi, Ia langsung berendam untuk menang kan pikiran nya.


Pandu yang duduk di ruangan keluarga nya langsung mengingat istri nya.


" Kia mana Ma?" tanya Pandu.


" Kia di kamar nya nak, dia istirahat setelah balik dari rumah sakit" sahut mama Dewi.


" Yasudah Pandu ke kamar dulu ya semua nya, Pandu mau liat Kia" ucap Pandu pamit.


Pandu menaiki tangga menuju kamar nya.


Ceklek


Pandu membuka pintu kamar nya, dia melihat sekililing kamar nya, namun Kia tidak melihat istri nya berada di kamar.


Kemana dia? tadi kata mama Kia di kamar, gumam Pandu mencari istri nya.

__ADS_1


Pandu langsung melihat ke pintu kamar mandi, Ia pun langsung berjalan ke kamar mandi.


tok..tok..tok


" Sayang kamu di dalam" panggil Pandu.


Tapi tak ada sahutan dari dalam, Pandu pun langsung membuka pintu kamar mandi, begitu terkejut nya pandu melihat Kia tertidur di bathup.


" Sayang bangun sayang" panggil Pandu membangun kan Kia.


Kia yang merasa pipi nya di elus langsung membuka mata nya.


" Mas kamh di sini" tanya Kia langsung menegak kan badan nya.


Pandu langsung mengangkat tubuh istri nya, di bawak ke shower untuk membilas tubuh istri nya, setelah itu dia langsung mengangkat Kia masuk ke ruang pakaian, dan membantu istri nya mengenakan pakaian.


Setelah itu Kia langsung merebah kan diri nya di tempat tidur, Pandu menyusul istri nya dan duduk di samping istri nya.


" Ada apa sayang?, hemmm" tanya Pandu sambil mengelus pipi istri nya.


Kia tidak menjawab, Ia hanya memandang Pandu dengan tatapan yang sedih, air mata nya tanpa di suruh sudah menetes saja di pipi mulus Kia.


Pandu yang melihat istri nya menangis langsung terkejut.


" Sayang kamj kenapa, kok jadi nangis, apa Mas ada salah?" tanya Pandu lagi dan langsung memeluk tubuh Kia.


Kia yang di peluk suami nya langsung menangis semakin kencang, rasa nya beban nya sedikit menghilang pada diri nya.


" Sayang cerita sama Mas, kenapa kamu menangis" tanya Pandu terus menerus.


Lagi lagi Kia tak menjawab, bukan nya Kia tak mau bicaraa tapi Kia belum sanggup untuk mengatakan semua yang ada dalam pikiran nya dengan suami nya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu dukung ya gaes,dengan Like, Komen dan Vote yang banyak Plissss 🙏🙏🙏


I Love You All untuk pembaca novel pertama Author ini.

__ADS_1


__ADS_2