Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 83


__ADS_3

Di kamar hotel, setelah bertukar keringat, Ara langsung tertidur karena begitu lelah akibat perbuatan Azmi yang tidak henti-hentinya mengajak bertempur.


Azmi menatap wajah lelah Ara yang sudah terlelep sambil memeluk dirinya.


"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaganya untukku, sekarang kamu hanya milikku, sayang banget sama kamu" ucap Azmi kemali mencium kening Ara dengan tulus.


Setelah itu Azmi langsung memejamkan matanya tak lupa untuk memeluk Ara seperti guling agar tidurnya semakin nyenyak.


*****


Adzan subuh terdengar begitu nyaring di ponsel Azmi, Ara yang tidurnya begitu nyenyak langsung terusik mendengar suara Adzan dari ponsel suaminya.


Dengan perlahan Ara meraba-raba mencari dimana letak ponsel sang suami, karena Ara terlalu banyak bergerak, ahkirnya Azmi juga ikut terbangun dan memeluk Ara dengan erat.


"Sayang kamu terlalu benyak bergerak, bukan hanya hubby yang bangun, tapi adiknya juga" ucap Azmi masih dengan menutup matanya.


Deg


Ara langsung terkejut mendengar kata adik yang di sebutkan suaminya, bukan Ara tidak tahu maksud dari perkatan suaminya.


"Ehhmmm, By bangun dulu, Ara mau ambil ponsel hubby, gak dengar apa suaranya adzannya" ucap Ara agar tidak dimakan oleh suaminya lagi.


Jangan sampai hubby ngelakuin lagi, ini aja masih ganjel dan ngilu banget, batin Ara.


Karena Ara bergerak untuk mengambil ponsel Azmi, tak sengaja kaki mulus Ara menyenggol adik Azmi yang sudah setengah bangun dan mmebuat mata Azmi terbuka sempurna dan membuat Ara terkejut dan menatap suaminya dengan susahnya menelan salivanya.

__ADS_1


"Sayang, dia bangunkan! kamu harus tanggung jawab" ucap Azmi yang membuat wajah Ara memucat.


"Kita sholat dulu ya By" ucap Ara yang langsung berusaha menghindar agar tidak di makan Azmi.


Namun naas, karena Ara yang merasa perih di bagian sensitifnya, sehingga Ara hampir terjatuh dari atas tempat tidur kalau saja Azmi tidak menahan tubuhnya Ara.


" Kenapa harus pakai mau lari aja sih sayang, hampir saja kepala kamu benjol kalok gak hubby tangkap" ucap Azmi yang kembali memeluk Ara.


"Hubby, ayo kita mandi dulu. Nanti sholat subuhnya telat" ajak Ara agar Azmi membatalkan niatnya untuk kembali memakan dirinya.


"Baiklah" ucap Azmi.


Ara pun dengan perlahan langsung menurunkan kakinya dari atas tempat tidur, tapi lagi-lagi ia di buat terkejut karena tubuhnya sudah melayang akibat di gendong oleh Azmi menuju ke kamar mandi.


"Hubby kenapa di gendong, Ara bisa jalan sendiri" ucap Ara yang sedikit malu karena dirinya tidak memakai apaun saat di gendong Azmi, begitu pun dengan Azmi yang polos tanpa sehelei benang.


"Berendam lah sayang, taoi jangan lama lama, biar tidak begitu perih lagi. Hubby mandi di sana ya, atau mau di temani" ucap Azmi dengan senyuman mesumnya.


Ara langsung menyiram wajah Azmi dengan air yang sudah terisi di buthup, Azmi hanya terkekeh melihat wajah cembuerut istrinya.


Sebelum pergi tak lupa Azmi mencium kening Ara dengan sayang, " kalau sudah selesai panggi hubby saja" ucap Azmi yang di jawab anggukan kepala oleh Ara.


Setelah selesai sholat, Ara dan Azmi duduk di balkon kamar hotelnya melihat indahnya matahari terbit sambil di temani teh hangat yang baru di minta oleh pihak hotel.


Ara yang merentangkan tangannya sambil menghirup udara segar karena masih pagi langsung terkejut karena mendapat pelukan dari Azmi tiba tiba.

__ADS_1


" Masih sakit" tanya Azmi yang sudah menciumi leher Ara dengan lembut.


Ara yang merasa geli langsung berbalik menghadap Azmi dan membuat Azmi menghentikan kegiatannya.


" Masih by, tapi tidak terlalu" ucap Ara.


"Berarti uda bisa dong buat Azmi junior lagi" ucap Azmi sambil menaik turunkan alis matanya.


"Boleh, tapi saat kita sudah sampi di Jerman" ucap Ara.


"Jerman?" tanya Azmi dengan menautkan alisnya sebelah.


Ara menjawab dengan mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Kenapa harus sampai di Jerman dulu sayang, mana tahan akunya" ucap Azmi dengan wajah memalas.


" Sabar dong by, besok juga kita sudah berangkat ke Jerman" sahut Ara sambil mengelus dada Azmi dengan tangan lebutnya yang membuat Azmi menutup matanya menahan gejolak karena sentuhan Ara.


" Iya tapi kenapa harus di Jerman sayang, di sini saja ya" ucap Azmi.


" Karena Ara mau buat Azmi Lutfi Nugroho made in Jerman" ucap Ara dengan kekehan yang membuat Azmi juga ikut tersenyum.


" Ada-ada aja kamu sayang, mana ada bedanya. Mau di buat di sini atau pun di jerman, kalau bibitnya uda cantik dan tampan, hasilnya pasti gak kan di ragukan lagi" ucap Azmi sambil menoel hidung mancung Ara dengan gemas.


" Yasudah ayo sayang, Hubby uda gak tahan" ucap Azmi yang langsung mengangkat tubuh Ara dan di bawa masuk kembali ke dalam kamar.

__ADS_1


Dan terjadi lah apa yang di inginkan Azmi, Ara hanya bisa pasrah apa yang di lakukan suami tercintanya, dan dia pun menikmati setiap sentuhan yang diberikan Azmi sehingga ******* yang di kelurkan dari mulut Ara membuat Azmi semakin semangat untuk membuat Azmi junior.


Bersambung.


__ADS_2