
Kini Raja Cs sudah berada di depan kamar Raja, " Jadi siapa dalang yang menyebabkan toko kue Cahaya kebakaran?" tanya Raja dengan wajah yang begitu dingin.
" Dari cctv yang terekam, ini orang suruhan juga Ja, tapi aku masih tidak yakin kalau ini keluarga Cahaya yang melakukannya, sebeb bukannya khjbjhmereka ingin mengambil toko kue itu, kalau mereka yang bakar, pastinya mereka juga merasa kehilangan toko kue itu bukan" ucap Andra sedikit menebak.
" Bisa saja ini hanya sebuah ancaman" sahut Raja.
" Bisa jadi" ucap Haikal menimpali.
" Aku akan membawa Cahaya besok untuk bulan madu, udahakan sebelum aku pulang toko kue Cahaya sudah seperti sedia kala, dan jangan ada sedikit pun tanda tanda kalau kue itu habis bekas kebakaran" ucap Raja.
" APAA" ucap Cahaya yang tiba tiba sudah berada di belakang Raja cs dan membuat ketganya terkejut dan membalikkan tubuh mereka menghadap Cahaya yang sudah berdiri di hadapan mereka bertiga.
Dengan perlahan Cahaya berjalan mendekat ke arah suaminya, Raja yang melihat wajah diam Cahaya begitu takut begitu juga dengan Haikal dan Andra.
" Sayang" ucap Raja dengan suara tercekat.
" Aii coba katakan lagi apa yang Aii kata kan pada Haikal dan Andra kalau itu tidak benar" ucap Cahaya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" Sayang Aii bisa jelas kan" ucap raja yang sudah melangkah mendekati Cahaya namun langsung di stop dengan Cahaya.
" Jawab saja apa yang Cahaya bilang tadi Aii, apa benar yapa yang Aya dengar tadi, kalau toko kue Aya terbakar?" tanya Cahaya yang sudah menetes kan air matanya.
Raja langsung lemas dan menganggukan kepalanya dengan lemas karena tidak tega melihat Cahaya menangis di hadapannya.
Cahaya langsung menangis histeris, dengan cepat Raja memeluk Cahaya begitu erat, namun Cahaya langsung memberontak saat di peluk Raja, tapi karena pelukan raja begitu kuat, sehingga Cahaya hanya bisa menangis histeris di dalam pelukan suaminya.
" Kenapa Aii rahasia kan ini sama Cahaya, kenapa? kamu jahat Aii?" teriak Cahaya sambil memukul dada bidang Raja dengan kuat.
" Sabar sayang, Aii minta maaf, bukan Aii tidak mau memberitahu kamu, tapi Aii tidak mau membuat hari bahagia kita menjadi seperti ini, Aii tidak mau kamu menjadi sedih di hari bahagia kita sayang" ucap Raja memberitahu alasan kenapa dirinya dan seluruh keluarganya tidak memberitahu pada Cahaya.
" Tapi sama saja kan, kini Aya sudah tahu, dan Aya begitu sedih karena kabar ini" sahut Cahaya yang sudah tidak begitu hsteris lagi.
" Kalian kerja kan apa yang aku bilang tadi" ucap Raja pada Haikal dan Andra,
" Baik la, kamu akan segera tahu siapa dalang di balik ini semua dalam waktu hitngan jam saja" ucap Haikal.
Raja langsung menganggukkan kepalanya membawa Cahaya masuk ke dalam kamar, Sedangkan Andra dan Haikal langsung pergi.
__ADS_1
Di dalam kamar, Cahaya kembali berontak ingin pergi melihat toko kue nya yang sudah terbakar.
" Aya mau pergi Aii, Aya harus lihat toko kue, bagaimana sekarang kondisinya" ucap Cahaya.
" Tidak perlu sayang, di sana sudah ada orang suruhan Aii, kamu gak perlu kesana" sahut Raja.
" Aya harus kesana Aii, itu toko kue yang sudah Aya rintis dengan susah payah, dan sekarang terbakar" ucap Cahaya masih dengan menangis.
Raja yang tidak tega melihat kesedihan istrinya langsung memeluknya begitu erat dan membawanya ke atas tempat tidur.
Cahaya awalnya berontak, namun karena kini tubuhnya sudah lemah, ahkirnya dirinya diam saja dalam pelukan suaminya yang terasa nyaman.
" Dengan Aii sayang, walau sekarang toko kue kamu terbakar, tapi kita masih bisa memperbaikinya, Aii janji dalam waktu satu minggu toko kue kamu akan kembali seperti sedia kala" bujuk Raja dengan menagkup wajah Cahaya di hadapannya.
" Jangan seperti ini sayang, Aii tidak sanggup melihat kamu menangis seperti ini" sambung Raja lagi.
Dengan cepat Cahaya langsung memeluk Suaminya dengan erat dan kembali menangis, Raja membalas pelukan istrinya dan mengelus dengan lembut kepala Cahaya yang masih tertutup hijab.
" Jangan sedih lagi ya, semua masih bisa kita atasi" ucap Raja dan langsung di balas dengananggukan kepala oleh Cahaya.
Setelah beberapa menit, Raja tidak mendengar suara tangis Cahaya di dalam peluakanya, dengan pelan Raja mengangkat tubuh Cahaya dan di lihatnya Cahaya sudah tertidur dengan sisa air mata di pipinya.
" Aku akan membalas siapa yang sudah membuat kamu menangis seperti ini sayang" ucap Raja menatap wajah cahaya yang sudah pulas dengan tidurnya.
Raja hendak ke kamar mandi untuk mmebersihkan tubuhnya, tapi langkahnya terhenti saat dirinya mendegar ada yang mengetuk pintu kamarnya, dengan cepat Raja langsung membuka pintu kamar nya dan melihat papa dan mamanya yang ada di hapadapnya saat ini.
" Pa, Ma" sapa Raja.
" Gimana dengan Cahaya Nak, mama dengan dari Haikal dan Andra dia sudah mengetahui masalah toko kue nya" tanya mama Kia dengan wajah yang begitu khawatir.
" Cahaya sudah tdur Ma, setelah tadi dia begitu histeris" sahut Raja memberi tahu.
Mama Kia masuk ke dalam kamar putra dan menantunya, di lihatnya Cahaya sudah tertidur dengan mata semabab karena habis menangis.
" kasian kamu nak" ucap mama Kia sambil mengusap lembut kepala Cahaya.
" Kamu jaga dan perhatikan Cahaya untuk saat ini Ja, karena orang yang sudah memebakar toko kue Cahaya pasti belum puas dengan apa yang di lakukan mereka saat ini" ucap papa Pandu yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Raja.
__ADS_1
" Untuk saat ini keluarga Cahaya masih belum mengekaui kalau mereka yang sudah membakar toko kue Cahaya, bahkan kakek Cahaya merasa begitu terkejut mendengar toko kue Cahaya terbakar" sambung papa Pandu yang membuat Raja mengerut kan kening nya merasa janggal dengan ucapan papanya.
" Mas besok saja di lanjut ceritanya, takut nya Cahaya terbangun karena mendengar suara kita di sini" ucap mama Kia dengan pelan.
Papa Pandu pun langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan istrinya, " Kami balik ke kamar lagi, ingat jaga Cahaya, jangan sampai dia histeris lagi, besok kita akan ke kantor polisi melihat orang yang sudah membakar toko kue Cahaya" ucap papa Pandu.
" Iya Pa" sahut Raja.
Mama Kia hanya mengelus bahu putra nya dengan sayang sebelum pergi meninggalakn kamar putranya, setelah mama Kia dan papa Pandu keluar dari kamar Raja dan Cahaya, kini Raja langsung masuk ke kamar mandi untuk membersih kan tubuhnya.
Sementara di kamar lain, Azmi dan Ara sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil Azmi mengelus rambut Ara dengan sayang.
" Kasihan banget Aya ya By, di hari bahagianya malah mendapat musibah begini" ucap Ara.
" Iya sayang, tapi semua nya gak akan lama kok, karna langsung di perbaiki kan" sahut Azmi.
" Tapi sama aja By, kan tetap sedih banget, di hari bahagia ehk malah dapat kabar begini, Ara aja kalau dapat kabar begini bisa bisa pingsan" ucap Ara lagi sambil memeluk suaminya.
" Iya sayang, harus nya malam ini Raja dan Cahaya tersenyum bahagia karena bisa merasakan surga dunia , tapi yang ada malah mendapat kabar begini, ggal deh ngerasian surga dunia nya" sahut Azmi tanpa sadar.
Ara dengan cepat memukul lengan suaminya dengan kuat dan membuat lengan Azmi memerah bekas pukulan Ara.
" Kamu ya By, uda tahu orang lagi sedih, malah hal mesum yang di ingat" ucap Ara dengan wajah judesnya.
" Aby cuma bilang aja sayang" sahut Azmi membela diri.
" Sama aja By, sekarang jauh jauh, jangan dekat dekat sama Ara" ucap Ara yang langsung memberi kan batas guling di tengah tengah dirinya dan suaminya.
Azmi yang meiat hanya bisa terdiam dan menatap apa yang di lakukan istrinya.
" Sayang jangan gini dong, Aby gak bisa tidur kalau gak ngedusel di bawa ketiak kamu" ucap Azmi dengan wajah yang sudah kusut.
" Bodo Amat" sahut Ara dan langsung membelakangi Azmi begitu saja.
Azmi yang meihat istrinya sudah tidur hanya bisa mengigit selimut yang ada di atas tubuhnya dengan gemas.
" Nasib kita sama malam ini Ja, kamu belum dapat jatah, kalau aku malah gak di kasih jatah" ucap Azmi yang langsung tidur melihat punggung Ara mana tau istrinya itu berubah pikitan dan mau membalikkan tubuhnya lagi.
__ADS_1
Bersambung.