
" Aii sepertinya kita emang harus membawa mereka ke tempat semalam ya, biar gak berantem terus" ucap Cahaya menatap suaminya.
" Iya sayang, Aii juga gedek lihatnya, setiap ketemu pasti berantem mulu" jawab Raja.
" Emang mau di bawa kemana Ya?" tanya Arti penasaran.
"KUA" jawab Cahaya dan Raja bersamaan yang membuat Arti dan Yusuf melototkan matanya bersamaan.
" GAK MAU" ucap Arti dan Yusuf bersamaan dan saling pandang.
Raja dan Cahaya yang mendengar mereka sama-sama berteriak langsung tersenyum lucu, apa lagi saat melihat wajah Arti yang sudah merah padam karena begitu kesal dengan Yusuf.
" Apa kata dunia aku nikah sama ni cewek Ja, yang ada rumah tangga aku nantinya uda kayak dapur perang aja, alat masak pada tempur semua, kan miring banget sama suaranya yang berisik banget" tolak Yusuf yang mmebuat Arti langsung menatap ke arahnya.
" Gak usah lihatlihat, nanti Loe jatuh cinta sama Gue" ucap Yusuf dengan percaya dirinya.
" Uweeeeek, najis banget Gue jatuh cinta sama cowok kayak elu, kayak gak ada cowok lain aja di dunia ini" bantah Arti dengan wajah kesal.
" Ck, uda dong barentem nya, lanjut terus malahan, yauda mending kita ke toko roti sama-sama aja gih" ucap Cahaya melerai pertengkar sahabatnya dan juga sahabat suaminya.
" Iya sayang, Aii setuju, Suf kamu sekalian sama Arti ya ke toko rotinya, kasian dia kalau harus bawa motornya, tangan dan kakinya masih sakit akibat jatuh tadi" perintah Raja yang langsung membuat Yusuf dan Arti terkejut dan menoleh ke arah Raja.
" Kenapa? keberatan?" tanya Raja.
" Iya lah Ja, masa iya aku satu mobil sama ni kaleng pecah, yang ada mobil Gue bisa ancur entar" tolak Yusuf gak terima.
" Gue juga agah satu mobil sama Elu, mending Gue pesan angkutan umum dari pada harus satu mobil sama Elu" bantah Arti.
__ADS_1
" Tapi di sini gak ada angkutan umum Ar, Mas Raja juga bawa mobil ini, cuma bisa berdua doang, kamu sama Yusuf aja ya, nanti motor kamu biar orang Mas Raja aja yang ambil" ucap Cahaya merasa khawatir pada sahabatnya.
" Gak usah deh Ya, aku masih bisa jalan ke depan kok, gak jauh juga sampai ke toko kue" tolak Arti.
" Jauh Ar, apa lagi ini terik banget mataharinya, udah gpp kamu satu mobil sama Yusuf aja, dia gak bakal ngapa-ngapain kamu, bisa habis dia di buat Mas Raja kalau berani mecam macemin kamu" ucap Cahaya sambil menatap Yusuf.
" Siapa juga yang mau macem macemin elu, selara aja kagak, uda ayo buruan masuk, Gue gak ada waktu banyak" ucap Yusuf yang langsung berjalan ke arah mobilnya.
Arti mendengus kesal mendengar ucapan Yusuf, sebelum bergerak melangkahkan kakinya, Arti melihat Cahaya sejenak, Cahaya langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenym tanda Arti segera naik ke dalam mobil Yusuf.
Dengan lantai gontai Arti langsung berjalan ke mobil Yusuf dan membuka pintu mobil belakang Yusuf, namun belum lagi pintu terbuka, Yusuf langsung menyerang Arti dengan kata-kata yang akan memulai keduanya bekalan perang.
" Duduk di depan, emang Gue supir Loe" ucap Yusuf dengan wajah kesalnya.
" Emang saat ini Loe jadi supir Gue" jawab Arti gak kalah kesal kemudian langsung membuka pintu mobil di samping Yusuf.
Cahaya dan Raja yang melihat sahabat mereka saling adu mulut hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Setelah itu Raja langsung memutari mobil dan masuk ke dalam mobil langsung melajukan mobilnya menuju ke toko kue milik istrinya.
Kereta Arti di biarkan di pinggir jalan begitu saja, karena orang suruhan Raja yang akan mengambilnya dan membawanya ke toko bengkel terlebih dahulu untuk di perbaiki bagian yang rusak.
*****
Di sebuah kafe, Azmi sedang duduk bersama dengan sang istri tercinta, karena sehabis serapan pagi tadi, Ara selalu merengek untuk makan sosis bakar dengan keju yang lumer, alhasil sekarang mereka berada di kafe tempat dimana di jualnya sosis bakar keinginan sang istri.
" Sayang pelan-pelan dong makannya, gak ada yang ambil juga" ucap Azmi melihat istrinya makan dengan begitu lahapnya.
__ADS_1
" Ini enak banget By, begitu nikmat terhakiki" sahut Ara sambil menjilat saus dan keju lumer yang ada di sosis ukuran besar yang ada di tangannya.
Azmi yang melihat Ara menjilat sosis begitu nikmat nya langsung membayangkan yang tidak-tidak, di gesernya kursi yang di dudukinya untuk mendekati istrinya.
" Enak banget ya sayang, sampek segitu banget jilat nya" tanya Azmi yang langsung di jawab dengan Ara dengan anggukan kepala nya karena mulutnya penuh dengan sosis.
"Iya By enak banget, kejunya langsung lumer di mulut dan pecah kalau sudah nyatu dengan saus dan sosisnya" jawab Ara saat sudah menelan seluruh yang ada di isi mulutnya.
" Enakan mana sama sosis punya Aby sayang?" tanya Azmi dengan wajah mesumnya yang langsung dapat tabokan dari Ara.
Puuukk
" Awwww, sakit sayang, kok malah di tabok sih? KDRT ini mah" ucap Azmi mengelus bahunya yang kenak pukul Ara.
" Abis mulut Aby gak ada filternya, asal bicara aja, gak tau tempat banget sih" ucap Ara yang langsung membuat Azmi cengengesan.
" Ya Aby kan cuma nanyak dan mebandingkan, tapi sebelum kamu jawab Aby udah tahu kok jawabannya apa sayang" ucap Azmi.
" APa emang?" tanya Ara menatap sang suami.
" Ya jelas punya Aby lah, buktinya kamu sampai mendesah Aahhhhh gituu" ucap Azmi dengan wajah mesumnya.
Ara yang mendengar langsung memukul Azmi karena kesal dan pastinya malu juga.
" ABY' teriak Ara yang langsung membuat seluruh yang berada di kafe melihat ke arah mereka berdua.
Dan ternyata saat Ara berteriak dari pintu masuk langsung melihat ke arah mereka dan menatap ke arah Ara dan Azmi dengan tatapan benci dan tak suka.
__ADS_1
" Sempit banget sih dunia ini" ucapnya yang langsung keluar dari kafe tersebut .
Bersambung.