
Pandu melihat layar ponsel nya siapa yang sudah menggangu aktivitas nya bersama Kia sore ini, begitu tau siapa yang menelpon nya, Pandu pun langsung berdecak kesal.
" Ada apa?" tanya Pandu saat sudah menscroll layar hijau yang ada di ponsel nya.
" Buset galak amat lu" sahut Firman spontan.
Yaah Firman lha yang menelpon Pandu saat ini.
" Gue cuma mau bilang kalau keluarga Iren sudah di bawak dan saat ini mereka sudah sampai di tempat penerbangan helikopter, aku hubungi kamu, mana tau kamu mau mengatakan sesuatu sama mereka sebelum mereka di berangkat kan" sambung Firman memberi kabar pada Pandu.
Pandu tidak langsung menjawab, Ia menatap istri nya sekilas, Kia yang di tatap oleh suami nya merasa heran.
" Baik lha aku mau bicara sama mereka, tapi sebentar aki mau ke ruang kerja dulu, nantik aku hubungi kamu lago daro vidio call" ucap Pandu langsung memati kan sambungan telpon nya.
Pandu langsung berjalan ke arah dimana Kia duduk.
" Sayang Mas mau ke ruang kerja sebentar ya, ada yang mau Mas bahas dengan Firman dan kak Bima, kamu mau di sini atau bareng kak Nita dan Ara" ucap Pandu saat sudah berada di depan Kia.
" Kia mau gabung sama kak Nita dan Ara aja Mas, sekalian nunggu magrib" sahut Kia dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.
Pandu dan Kia pun keluar kamar bersama, Kia turun ke lantai satu, sedang kan Pandu langsung ke ruang kerja nya di lantai dua, tak lupa Pandu menyuruh Kia untuk memanggil kak Bima agar segera ke ruang kerja Pandu secepat nya.
Saat Kia sudah berada di lantai bawah, Kia melihat kakak dan kakak ipar nya sedanh bersantai sambil meminuk teh di ruang keluarga, sedang kan Ara sedang mewarnai.
" kak Bim di panggil Mas Pandu tuh, Dan Mas Pandu nya nunggu di ruang kerja" ucap Kia saat sudah duduk di samping Ara.
" Ada Mas" tanya Nita pada suami nya.
" Mas juga gak tau sayang, yauda Mas kesana dulu ya" sahut Bima dan langsung di angguki kepala oleh Nita.
Setelah Bima pergi, Anita yang penasaran pun langsung bertanya pada Kia.
" Ada apa dek, kok tumben sore sore gini bahas kerjaan" tanya Anita.
" Kia juga gak tau kak, tadi di kamar mas Pandu dapat telpon, tapi Kia gak tau dari siapa, trus langsung ke ruang kerja, dan nyuruh Kia buat panggil kak Bima" sahut Kia menjelas kan.
__ADS_1
Anita yang mendengar penjelasan dari Kia merasa penasaran, Ia pun berinisiatif untuk menyusul ke ruang kerja Pandu.
" Hmmm Kia kakak mau ke kamar sebentar ya, kamu temani Ara dulu ya" ucap Anita dan di jawab anggukan kepala serta senyuman manis Kia.
Anita pun langsung beranjak dari sofa dan meninggal kan Kia dan Ara di ruang keluarga, Anita berjalan menaiki tangga dan langsung menuju ke ruang kerja Pandu.
Saat sudah di depan pintu ruang kerja Pandu, berkebetulan pintu ruang kerja Pandu tidak tertutup rapat, Dan Anita bisa mendengar kan percakapan antara Pandu dan suami nya.
" Kamu sudah yakin Ndu dengan keputusan kamu, untuk mengantar kan Iren dan keluarga nya ke pulau itu?" tanya Bima.
" Iya kak, karna aku sudah menduga kalau Iren akan berusaha keluar dari penjara, walau pun dia sudah kita letak di penjara bawah tanah" sahut Pandu yakin.
" Disana jelas mereka tidak bisa kemana mana lagi kan kak, mau berlari kemana pun mereka tidak bisa, karna mereka tinggal di kelilingi laut, kecuali mereka ingin mati di makan Hiu kalau berniat berenang" sambung Pandu.
" Baik lha kalau begitu kakak setuju, dan pasti kan penjagaan ketat juga pada mereka di sana" ucap Bima dan di angguki Pandu.
Anita yang mendengar percakapan antara adik nya dan suami nya begitu terkejut mendengar Iren dan keluarga nya akan di kirim oleh adik nya ke pulau terpencil.
" Jadi Iren mau di kirim ke pulau itu, bagus lha..Jadi dia tidak menganggu Pandu dan Kia lagi" ucap Anita berbicara sendiri.
Anita belum beranjak dari depan pintu, karena dia masih penasaran apa yang di lakukan oleh adik dan suami nya selanjut nya.
" Hallo" sahut seseorang dari sebrang telpon menggunakan vidio call.
" Langsung perlihat kan pada nya" sahut Pandu.
Firman langsung mengarah kan ponsel nya ke arah Iren,mama nya dan sepupu nya.
Pandu melihat Iren yang di borgol serta kaki nya di rantai agar tidak bisa melari kan diri.
" Aku akan memindah kan ke tempat dimana kau pantas berada sekarang, agar kau tidak membuat kejahatan lagi pada istriku" ucap Pandu dengan wajah yang memerah.
" Sampai kapan ku aku gak akan biar kan kau hidup senang dengan wanita jalang itu Ndu, aku bersumpah kau akan menderita karna hidup bersama dengan nya" sahut Iren dengan penuh amarah.
" Hehehe...siapa kau memang nya, sumpah mu akan ke makan dengan ucapan mu sendiri, kau ingat itu" ucap Pandu sambil tertawa.
__ADS_1
" Ketika kau sampai disana, maka nikmati lha hidup mu dengan tenang di sana" sambung Pandu lagi.
Iren yang mendengar nya hanya bisa menggerak gerak kan tubuh nya untuk berusaha melepas kan diri nya, tapi semua itu hanya mustahil.
Firman langsung mengarah kan ponsel nya ke arah nya lagi.
" Man segera berangkat kan mereka segera, dan aku mau melihat mereka terbang" ucap Pandu.
" Oke aku akan liat kan pada mu sekarang" sahut Firman dan mengarah kan kembali Iren dan keluarga nya yang di masuk kan ke dalam helikopter.
Pandu dan Bima yang melihat Iren di masuk kan ke dalam helikopeter dan di ikat kembali agar mereka tidak berusaha lompat, kepala mereka juga di tutup dengan kain agar tidak bisa melihat.
Firman terus mengarah kan sambungan telpon nya ke arah helikopter nya, begitu semua nya siap, helikopter itu pun terbang dengan perlahan.
" selamat jalan" terdengar suara Firman saat helikopter itu sudah terbang ke atas.
Pandu yang melihat pun helikopter itu sudah terbang tinggi pun langsung memati kan sambungan telpon mya secara sepihak tanpa berbicara lagi pada Firman.
Firman yang mengetahui sambungan telpon nya sudah terputus langsung ngedumel pada Pandu.
" Dasar teman laknat, enak aja main mati kan langsung, kagak ada basa basi nya sama gue, untung sahabat, kalau bukan habis loe gue bogem" ucap Firman sambil berjalan ke arah mobil nya.
Sedang kan Pandu dan Bima bernapas lega melihat kepergian Iren dan keluarga nya.
" Semoga setelah ini tidak ada yang menggangu rumah tangga kalian Ndu" ucap Bima.
" Aamin" ucap Pandu dan Anita yang sudah berada di belakang mereka.
Pandu dan Bima terkejut mendengar suara wanita di belakang mereka.
Bersambung...
Author mohon untuk dukungan nya, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, plisssss 🙏🙏
Dukungan kalian penyemangat Author buat nulis, agar novel Author bisa masuk rangking.
__ADS_1
Terimah kasih banyak
I Love You More ❤❤😊😊