
Ruangan Cahaya begitu bising dengan hadirnya seluruh keluarga Atmaja, untung saja ruangan itu muat menampung kehadiran mereka semua.
" Waahh..halo ponakan aunty yang tampannya luar biasa, bahkan papi kamu kalah tampannya sama kamu" ucap Ratu yang langsung mendapat pukulan di bahunya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Raja.
" Ck, jangan marah dong kak, emang benar baby boy yang belum tahu namanya ini tampannya luar biasa, kalah papinya" ucap Raja yang malah membuat semuanya tertawa.
"Kak kita bawa aja ya baby boy ke ruamh kita, biar mereka buat adik lagi" sambung Ratu yang semakin membuat semua yang ada di sana tertawa, sedangkan Raja langsung sewot wajahnya.
" Iya siapa namanya Ja, masa iya kita panggilnya baby boy mulu" tanya Andra yang asik menoel-noel pipi gembul baby boy.
" Lucu ya sayang, pasti nanti anak kita gak kalah tampan dari baby boy dan gak kalah cantik dari Hulya" sambung Andra karena gemes.
" tergantung" kali ini Ara yang bersuara.
__ADS_1
" tergatung apa?" tanya Andra menatap kakaknya yang terkadang bermulut seperti bon cabe, yang ketika berbicara tidak tahu tempat, asal nyeplos saja.
" tergantung mirip siapa?" jawab Ara masih menghantung ucapannya.
" Yang jelas dong kayak bicaranya, hobi banget di gantungin gitu" ucap Andra.
" Ya tergatung mirip siapa, kalau mirip Tiara di jamin anak kalian pasti tampan dan cantik, tapi kalau miripnya kamu, gak tahu dek gimana anak kalian" sahut Ara dengan wajah santai.
Seluruh keluarga sudah terkekeh melihat tampang Andra yang menganga mendengar ucapan kakanya, bahkan Tiara saja sampai menutup mulutnya agar suaminya tidak melihatnya ikut menertawakannya.
" Uda mau jadi bapak juga bentar lagi, masih aja kayak bocah lu" tegur Haikal yang membuat semuanya menggelengkan kepalanya.
" Siapa nama cucu Opa ini" tanya Pandu melihat cucunya di dalam gendongan kakaknya Anita.
__ADS_1
" Abidzar Zaheer Atmaja" ucap Raja begitu percaya diri.
" welcome baby Abi" ucap semuanya dan entah memang baby abi suka dengan nama pemberian orang tuanya, dia tersenyum menyahut walaupun dengan mata tertutup, dan itu membuat semua yang melihat langsung tertawa, tapi tidak menganggu tidut baby Abi sama sekali.
Saat ini kebahgian sedang menyelimuti keluarga besar Atmaja dengan lahirnya anak Raja dan Cahaya. berbeda dengan paman dan bibi Cahaya yang saat ini sedang mendekam di penjara, bersama dengan orang suruhan yang sudah menembak Yusuf.
"Ini semua karena kebodohan mu, mencekalai Cahaya saja tidak becus, bukannya keluar dari penjara malah bertambah hukumannya" ucap paman Cahaya pada istrinya saat istrinya baru saja di ringkus dari tempat persembunyiannya selama kasus penembakan terjadi.
" Jangan salah kan aku, kalau saja dirimu tidak menyuruh ku terus menerus aku juga gak mau melakukannya, dan sekarang kau lihat putri kita, dia semakin menderita" teriak bibi Cahaya.
" Sudah cukup, tidak ada yang perlu kalian sesali, intinya kalian akan menjadi penguni terlama di dalam sel ini, dan aku juga mau kalian nanti merestui pernikahan ku dengan Ratih kalau aku sudah keluar dari sini, dan aku akan menyewa pengacara untuk membesas kan Ratih agar aku bisa dengan cepat menikahinya" ucap orang suruhan bibi Cahaya yang duduk santai di balik jeruji besi.
" Jangan harap aku mau menikahkan kau dengan putriku, lebih baik kami membusuk di penjara dari pada putriku menikah dengan pria yang tidak tahu diri seperti m" ucap paman Cahaya dengan wajah yang sudah memerah.
__ADS_1
" Ya kalau kau tidak mau tidak masalah, toh aku juga gak akan membebaskan putrimu, masih banyak yang mau menjadi istriku selain putrimu yang malang itu" jawabnya dan langsung menutup matanya untuk tidur tanpa mmeperdulikan sepasang suami istri yang sedang menatapnya dengan tatapan benci.
Bersambung.