
Keesokan hari nya ruang perawatan Kia dan Pandu ramai di jenguk oleh sahabat sahabat Pandu dan Kia, Mama Dewi, Papa Ridwan, Anita dan Bima tadi malam pulang untuk istirahat dan akan kembali siang nanti.
Aldi sedang berada di kantor untuk mengurus pekerjaan dan meeting dengan klien, berhubung Pandu tidak masuk kantor, Jadi Aldi dan Bima lah yang menghandle semua nya.
" Kia Raja masih kecil aja uda kelihatan ya tampan nya, putih bersih, hidung mancung rambut hitam dan lebat" ucap Rika yang mengendong Raja saat baru siap nyusu.
" Gimana gak tampan, bibit nya ajja uda gal bisa di bilang" ucap Ricki menimpali.
Kia hanya tersenyum menanggapai ucapan sahabat sahabat nya karena saat ini Kia sedang di sulangi makan oleh Pandu.
Kalau Pandu gak usah di tanya lagi, wajah nya biasa saja datar seperti tidak ada kejadian.
" Rika kamu kapan melangsung kan pernikahan kamu" tanya Ricki saat Rika sudah meletak kan baby Raja di box bayi nya.
" Kenapa kakak nanyak begitu? kakak mau siapan kado yang spesial ya buat aku" tanya balik Rika sambil cengegesan.
" Pede banget kamu, aku nanyal begitu biar hari pernikahan kita gak bareng, kamu tau kan aku nikah sama Naya bulan depan, dan aku juga ingat kamu dalam waktu dekat ini juga mau melangsung kan pernikahan sama Firman" ucap Ricki memberi tahu.
Rika yang mendengar itu hanya bisa nyengir kuda.
" Seperti nya kakak diluan yang akan nikah, karna aku sama kak Firman nikah setelah kakak nikah, aku ngalah deh" ucap Rika sambil tertawa.
Ricki yang mendapat jawaban tidak afdol dari Rika langsung melempar Rika dengan kacang garuda yang saat ini di makan nya.
Pandu yang melihat itu langsung melotot kan mata nya.
" Ki kutip itu, kamu kira ruangan ini tempat pembuangan sampah, seenak jidat kamu buang buang makanan di sini" ucap Pandu dengan mata tajam nya.
" Iyaa iyaa, takut amat si kamu Ndu" ucap Ricki yang langsung mengutip kacang garuda dengan wajah kesel nya, sedang kan Rika sudah cengegesan karena Ricki kini damprat dari sang sultan.
Kia hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala saja melihat ulah sahabat nya, saat sedang asik mengutipi kacang garuda di lantai, tiba tiba pintu di buka dari luar.
" Assalamualaikum" salam Bayu dan Bela yang baru datang buat ngejenguk Kia habis melahir kan.
" Selamat ya Pak Pandu, bu Kia, sekarang sudah ada malaikat kecil ini" ucap Bela memberi selamat.
" Makasi ya Bel, dan kamh panggil nya Bela saja, kan kamu sekarang bukan sekretaris Mas Pandu lagi, dan kita sekarang sahabat, jadi gak ada pak buk pak buk lagi" ucap Kia yang gak mau di panggil ibu.
__ADS_1
" Anak kamu apa Ndu, cowok or cewek" tanya Bayu.
"Menurut mu?" tanya Pandu balik.
" Hahahaha....masih aja galak kamu Ndu, uda jadi bapak juga" ucap Bayu dengan tawa receh nya.
" Cowok kak, nama nya Raja" ucap Kia memberi tahu.
" Waaw keren, Raja apa?" tanya Bayu.
" Raja Bumi Atmaja" Kali ini yang jawab Ricki.
" Hallo baby Raja, selamat datang di dunia" ucap Bela sambil mengelus pipi chuby Raja.
" Oia ini buat Raja, soal nya gak tau mau kasih apa, nanti belum tahu cowok atau cewek kemarin kan" ucap Bela menyerah kan kado yang di bawa nya.
" Makasih banyak ya, jadi ngerepoti" ucap Kia saat sudah menerima pemberian Bela.
Tak lama pintu di buka kembali, kali ini masuk lah Widya bersama Naya.
Widya ingin memeriksa keadaan Kia, sedang kan Naya datang membawa serapan banyak untuk siapa aja yang mau makan serapan nya.
" Assalamualaikum" ucap Naya yang berjalan di belakang Naya.
Ricki yang melihat bidadari hati nya datang membawa bungkusan plastik langsung berjalan menghampiri Naya.
" Sayang kok gak bilang sih kalau mau ke sini, kan kakak bisa jemput di ruangan apoteker" ucap Ricki yang sudah mengambil serapan yang ada di tangan Naya.
" Gak apa apa kak, tadi Naya bareng kak Widy juga" sahut Naya.
" Ck...lebay banget sih Ki, masih satu gedung juga, harus banget di jemput jemput, Naya uda gedek kali" ucap Bayu.
" Biarin lah, syirik aja loe" ucap Ricki langsung mengandeng tangan Naya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Kia.
" Nih calon binik gue uda bawain serapan buat kalian, siapa yang mau ambil sendiri di meja" ucap Ricki sambil meletak kan serapan di atas meja.
Rika langsung mengambil serapan di atas meja, sedang kan Widya memeriksa kondisi Kia.
__ADS_1
" Kamu laper apa gak perna makan Ka, rakus amat kamu" ucap Ricki di sambut tawa yang lain nya, kecuali Pandu pasti nya.
" Mumpung gratisan" sahut Rika sambil mengunyah makanan yang ada di mulut nya.
" Perasaan kamu tiap pagi gratisan mulu" ucap Widya menyambung.
" Uhuuuk uhuuk uhuuuk" Rika tersedak saat mendengar perkataan Widya.
Sementara yang lain nya hanya bisa tertawa karena lucu melihat Rika tersedak.
" Kamu ya Wid, jujur banget ucapan nya" ucap Rika dengan wajah kesal.
Widya hanya bisa tersenyum melihat kekesalan Rika, Kemudian Widya langsung menutup tirai pembatas untuk memeriksa Kia, yang lain nya duduk di sofa sambil makan serapan yang di bawa Naya.
Widya begitu talaten memeriksa bekas jahitan Kia saat melahir kan tadi malam, Pandu dengan setia menemani istri nya di samping Kia dengan memegang tangan Kia dengan lembut.
" Jahitan nya uda hampir kering Kia, kak Nita bagus kasih resep nya, kemungkinan tiga hari lagi uda kering total di bagian luar nya, untuk di bagian dalam nya pasti nya belum sempurna, jadi kamu jangan terlalu banyak gerak dulu ya, kalau di bawa jalan boleh, tapi jangan melangkah dengan langkah yang terlalu lebar, untuk salep nya rutin ya 3x1 di di oles kan biar cepat kering luar dan dalam" ucap Widya setelah memeriksa Kia.
" Dan untuk Kak Pandu, puasa dulu ya, minimal sampek masa nifas, karna kasian Kia nya kalau langsung campur" sambung Widya dengan wajah menahan tawa nya melihat Pandu yang menarik nafas dengan panjang lalu memgangguk kan kepala nya.
Widya kembali membuka tirai nya setelah memeriksa Kia, Dia ikut bergabung bersama Rika dan yang lain nya.
" Mas kam serapan dulu gih, Mas dari tadi ngurusi Kia aja, padahal Kia nya cuma habis melahir kan, bukan sakit parah" ucap Kia yang dapat senyuman dari Pandu.
" Wid tolong ambil kan serapan buat Mas Pandu satu, Biar Mas Pandu serapan dulu" ucap Kia minta tolong pada Widya.
Widya pun dengan sigab langsung mengambil serapan buat Pandu dan meletak nya bungkusan nasi uduk yang di bawa Naya ke atas piring.
" Makasih ya Wid" ucap Kia setelah menerima serapan dari Widya.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ya, dengan Like,Komen dan Vote.
Kasih bunga dan kopo yang banyak yaa readers tercinta.
Kasih komentar yang positif, biar author makin semangat buat nulis nya.
__ADS_1
Terima kasih sebanyak banyak nya readers tercinta nya author.
Love you more