Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
bab 270


__ADS_3

Di dalam mobil, papa Ridwan merasa kalau saat ini sedang ada yang mengikuti mobil yang di naikinya, entah kenapa tadi papa Ridwan tidak mau di antar supir pribadi nya, dia ingin mneyetir sendiri dengan alasan sudah rindu untuk menyetir sendiri.


Walau pun sang supir dengan berat hati memberi kan kunci mobil pada sang majikan dengan rasa tidak tenang.


" Ma seperti nya ada yang mengikuti mobil kita deh, papa perhatikan dari tadi soal nya" ucap papa Ridwan memberi tahu.


Sang istri pun langsung melihat ke belakang, dan ternyata benar kalau ada mobil yang mengikuti mobil yang mereka naiki.


" Pa sebaik nya kita ambil jalan yang lumayan ramai saja, mama takut mereka malah menyetop kita saat jalanan sepi" ucap mama Dewi yang sudah takut.


" Mama tenang saja, rumah kita kan kawasan ramai Ma, mana ada perumahan elit di pelosok" ucap papa Ridwan dengan kekehan.


Mama Dewi tidak menggubris lelucon sang suami, dia hanya terus berdoa agar tidak terjadi apa apa.


Sementara di rumah, Kia semakin gelisah, dia kembali berjalan kearah pintu, kali ini dia benar benar gak tenang, Anita yang melihat gelagat adik ipar nya ahkir nya membuka suara.


" Dek dari tadi kakak perhatikan kamu begitu gelisah, ada apa?" tanya Anita.


" Entah lah kak, perasaan Kia dari tadi gak enak, mama sama papa kok belum pulang ya kak, bahkan ini sudah mau Magrib" ucap Kia dengan menyatukan kedua tangan nya dan menggosok gosok kan nya.


Widya langsung mengambil air putih untuk Kia agar Kia bisa tenang setalah meminum nya.


" Nih minum dulu, mungkin hanya perasaan mu saja" ucap Widya.


" Makasih ya Wid" ucap Kia menerima gelas yang berisi air putih.


Kia langsung meninum nya dengan perlahan tak lupa duduk terlebih dahulu, karena sangat pantang bagi Kia kalau makan dan minum berdiri.


Kenapa aku dan Kia sama sama merasa kan firasat tidak enak ya, cuma Kia terlalu terlihat, kalau aku sengaja menyembunyi kan nya agar semua orang tidak terlihat khawatir, batin Anita.


Dan ternyata Pandu yang berada di ujung tangga juga mendengar ucapan Kia tadi.


Kia kenapa ya, apa dia bisa merasa kan kalau aku juga lagi gak tenang saat ini,  batin Pandu.


Kia yang sudah semakin kalut, meletak kan gelas bekas minum nya begitu saja, dan ternyata gelas itu belum sempurna terletak di meja, ahkir nya gelas tersebut jatuh dan pecah mengaget kan semua yang ada di sana, termasuk Raja yang terkejut langsung menangis.


" Astagfirullah" ucap Kia saat gelas terjatuh tepat di bawah kaki nya.

__ADS_1


Bertepatan angin begitu kuat dari luar rumah, dan tak berapa lama kilat menyambar nyambar menanda kan kalau sebentar lagi akan turun hujan lebat.


" Sayang kamu gak kenapa napa kan" ucap Pandu saat sudah mengendong Raja yang menagis karena terkejut karena terdengar pecaham gelas tadi.


Tidak Mas, Kia kirang tepat saat meletak nya nya tadi, ucap Kia sambil ingin memungut gelas di kaki nya, tapi saat ingin mengambil tangan Kia tergores dan berdarah seketika.


" Sayang kenapa kamu ambil pecahan kaca itu, lihat kan jasi berdarah, biar pelayan saaja yang bersih kan" ucap Pandu yang kebetulan pelayan sudah datang karena di panggil Bima untukmembersih kan pecahan kaca.


Pandu memberi kan Raja pada kakak nya, Pandu membalut tangan Kia dengan tisu agar darah nya tidak keluar lagi, tapi hati Kia semakin tidak karuan.


Sementara dijalan, mobil yang dikendarai papa Ridwan dan mama Dewi sudah kecelakaan dan terbalik beberapa kali bersaman dengan pacah nya gelas dan sura petir yang begitu kuat tadi.


Mama Dewi masih membuka mata nya walau kaki nya sudah tercepit dan kapala nya sedikit pusing, sementara papa Ridwan sudah tidak sadar kan diri nya dengan kepala yang berumuran darah.


" Pa...paa bangun Pa...kita harus kuat" ucap mama Dewi yang sudah lemah dan tak sadar kan diri ambil memegang tangan suami nya.


Tak lama ambulance datang dan membawa mama Dewi dan papa Ridwan ke rumah sakit milik keluarga Atmaja, sedang kan para polisi langsung menghubungi Pandu yang kebetulan sudah tahu siapa orang yang barusan kecelakaan, Siapa yang tidak mengenal orang terkaya di Asia.


" Mas coba telpon mama atau papa, Kia kepikiran mama dan papa Mas" ucap Kia yang sudah menetes kan air mata nya.


" Tapi Kia mau mas telpon mama dulu, tanya sudah di jalan atau masih di hotel, kalau masih di hotel sebaik nya jangan pulang, di luar bahaya mas, akan turun hujan deras" ucap Kia.


Pandu pun langsung mengangguk kan kepala nya dan mengambil ponsel nya yang berada di kantong celana nya, saat ingin menelpon mama nya, Pandu sudah mendapat telpon dari kapolda yang mengurusi kecelakan mama dan papa Pandu.


" Hallo" ucap Pandu.


" Hallo pak Pandu, maaf menganggu waktu pak Pandu" ucap Pak kapolda dengan sedikit takut.


" Ada apa?" tanya Pandu langsung dengan nada datar nya.


" Begini Pak, saya cuma mengabar kan kalau tuan Ridwan dan nyonya Ridwan sat ini berada di rumah sakit karena kecelakaan" ucap kapolda emberi tah kabar buruk yang menimpa keluarga terpandang itu.


Pandu bukan nya menjawab tapi malah terdiam sambil menurun kan ponsel nya dari telinga nya, dia menatap kaka nya lama dan kemudian menatap Kia yang juga menatap nya dengan tatapa tanda tanya.


" Mas siapa yang telpon" tanya Kia.


" Iya Ndu siapa yang telpon" lanjut Anita yang bertanya.

__ADS_1


Karena tak kunjung menjawab, Bima dan Aldi mendekati Pandu.


" Ndu ada apa?" ucap Bima menepuk punggung Pandu.


" Mama dan papa...." ucap Pandu mengantung.


" Mama dan papa kenapa Mas" tanya Kia yang sudah merasa was was.


" Ke..celakaan" ucap Pandu dengan suara tercekat.


Semua yang mendengar ucapan Pandu langsung terkejut, Kia langsung menutup mulut nya ketika mendengar berita tentang ke dua mertua nya.


Kini terjawab sudah perasaaan yang dari tadi gak enak dari diri Kia, Pandu dan Anita.


" Kak aku harus kerumah sakit sekarang, kalian di rumah saja ya" ucap pandu langsung.


" Mas Kia ikut" ucap Kia yang sudah begitu khawatir pada mertua nya.


" Tidak sayang, biar kamipara lelaki saja yang ke rumah sakit, kalian di rumah saja, Raja kasian kalau kamu tinggal, kalau ada apa apa nanti Mas kabari sayang" ucap Pandu yang langsung pergi di susul oleh Bima, Aldi dan Firman.


 


Bersambung...


Balas dendam nya gak ngeri ngeri kali kok readers tercinta.


Di tunggu kelanjutan cerita nya ya.


Jangan lupa LIke, komen yang positif, dan Vote.


Kasih bunga dan kopi yang banyak yaa...


Biar Author semakin semangat buat nulis nya.


Terima kasih.


Love You.

__ADS_1


__ADS_2