Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 164


__ADS_3

Lain pasangan Cahaya dan Raja, beda lagi pasangan fenomal Ara dan Azmi.


Saat ini Ara sedang berada di ruangan khusus suaminya di rumah sakit, Ara sedang membujuk Azmi untuk membuat acara Gender Reveal party kehamilannya.


Gender Reveal adalah pasangan suami istri yang ingin mengetahui jenis kelamin anak yang ada di dalam kandungan dengan orang orang terdekat.


" By ayo lah? kenapa gak mau sih?" bujuk Ara yang sudah bergelayut manja di dada Azmi.


Sebenarnya Azmi bukan tidak mau, ia hanya sengaja membiarkan Ara sampai dimana berusaha untuk membujuknya agar mau membuat acara gender reveal.


" Buat apa sayang, nanti aja kita buat acara 7 bulanan, terus kita buat photoshoot aja" tolak Azmi dengan lembut sambil menahan tawa.


" Ya biar kita tahu apa jenis kelamin kita dong By, masa Aby gak pengen tahu calon anak kita apa?" ucap Ara lagi yang sudah mencoret coret dada bidang Azmi dengan jari telunjuknya asal, dan pastinya membuat Azmi menahan gejolak hasrat yang di buat Ara.


" Nanti juga bakalan tahu sayang, lagian kan gak mungkin anak kita terus umpetin apa kelaminnya sampai kamu mau lahiran nanti" ucap Azmi tetap pura pura menolak.


" Aahhh, Aby gak asik banget, Ara pengen banget by, mau ya By" bujuk Ara terus.


Azmi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Ara memajukan bibirnya kemudian langsung beranjak dari sofa.


" Loh mau kemana sayang" tanya Azmi.


" Mau cari suami baru yang mau adain party gender reveal buat anak Ara" jawab Ara dengan ketus.


Bukannya terkejut, Azmi malah tertawa kekeh mendengar ucapan sang istri, dan otomatis malah membuat Ara semakin kesal meliha suaminya yang malah mentertawakannya.


" Iihhhk Aby, bukan nya di bujuk malah di ketawain, gak asik ahk Aby" ucap Ara dengan wajah yang sudah benar benar kesal.


" Kok gak jadi pergi, yauda pergi lah, emang ada yang mau sama kamu sayang, perut buncit gitu, banyak makannya lagi" ucap Azmi dengan kekehannya.

__ADS_1


Ara semakin kesal kemudian langsung menutup pintu dengan kencang, dan mengagetkan Rudi salah satu dokter di rumah sakit dan sahabat Azmi juga.


" Astaghfirullah Ra, untung saja jantung abang sehat, kalau tidak, bisa jadi rumah sakit ini akan berduka karena mendengar dokter Rudi Handoko spesialis Paru mati mendadak akibat ulah dari istri pemilik rumah sakit ini" ucap Rudi yang kembali membuat Ara semakin kesal.


" Bodo, tinggal di kubur beres" sahut Ara yang langsung meninggal kan Rudi dengan wajah tercengang.


" Yealaa, kenapa itu anak, biasanya juga kamu lembut dan ramah, hari ini uda mirip lakiknya aja, wajah dingin di tambah judes pulak, bawaan orok kali ya, bibirnya gitu pasti hasilnya gitu juga" ucap Rudi sambil menggelengkan kepalanya.


Rudi pun langsung membuka pintu ruangan Azmi dan melihat Azmi sedang menelpon, Ia pun hanya duduk di sofa sambil menunggu Azmi telponan.


" Ada apa?" tanya Azmi saat sudah selesai nelpon.


Rudi langsung memberikan map pada Azmi yang isinya data pasien yang harus di operasi sore ini oleh Azmi, Azmi pun membacanya dan mengangguk anggukan kepalanya.


" Tuh binik Lo kenapa? judes banget hari ini, gak kayak biasanya?" tanya Rudi penasaran.


" Ara ingin di buat acara Gerden Reveal" jawab Azmi.


" Terus kamu gak mau?" tanya Rudi lagi.


" Mana mungkin aku gak mau, aku hanya ingin dia berusaha untuk membujuk ku, tapi dia malah merajuk seperti yang kamu lihat tadi" jawab Azmi yang masih saja tersenyum mengingat muncung panjang istrinya saat ngambek.


"Tadi aku juga sudah menelpon orang suruhan ku untuk menyiapkan acara itu buat minggu depan, itung itung kejutan buat Ara" sambung Azmi.


" Emang kamu tahu apa tema yang ingin di penginin istri Lo, biasanya kan wanita hamil banyak mau nya" ucap Rudi.


" Kita satu selera, apa yang aku suka pasti dia juga suka" sahut Azmi yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Rudi.


" Oke deh kalau gitu, jangan lupa jam 3 sore, on time, dan pasangan dokter mu dokter Kayla ya" ucap Rudi mengingatkan dan memberitahu Azmi.

__ADS_1


" Apa tidak ada dokter bedah pendamping lainnya selain dia" tanya Azmi menatap wajah Rudi.


Azmi bukannya tidak mau di dampingi Kayla dan tidak profesional dalam pekerjaan, hanya saja setiap operasi di dampingi Kayla, Kayla pasti akan berkata yang tidak tidak pada seluruh dokter di rumah sakit, dan pastinya jika Ara mendengar akan membuat istrinya itu sedih seperti kejadian beberapa bulan yang lalu.


Dimana saat Azmi dan Kayla selesai operasi, dengan entengnya Kayla mengatakan kalau Azmi dan Kayla adalah dokter yang begitu serasi, setiap operasi pasti semua pasiennya sehat, itu semua karena senyuman dan semangat yang di berikan Kayla sebelum operasi di mulai, dan itu membuat Ara kecewa dan tidak mau makan, padahal saat itu Ara lagi hamil beberapa minggu.


Dan tentunya Azmi tidak mau hal itu terjadi lagi, walau pun Azmi sudah menegur Kayla untuk tidak berkata yang tidak tidak, tapi hal itu tetap saja tidak di hiraukan oleh Kayla.


Dan Ara sebenarnya tau kalau Kayla bohong, tapi Ara kesal setiap selesai operasi selalu itu itu saja yang di katakan, dan pasti nya membuat mood nya jadi buruk.


" Tidak ada Az, hanya kau dan dia yang pernah mengalami kasus pasien seperti ini, aku akan menegur Kayla agar tidak mengulangi hal seperti dulu lagi" ucap Rudi yang hanya di jawab Azmi dengan ******* saja.


Saat ini Ara sedang duduk di taman tepatnya di bawah kolam ikan, dia memegang perutnya sambil mengelus dengan pelan.


" Lihat lah sayang, Aby kamu tidak mau menuruti permintaan Uma, Kesal banget Uma sayang" ucap Ara berbicara pada calon anaknya.


" Padahal Uma ingin tahu kamu itu neng geulis atau Aa tampan" lanjut Ara.


Dari kejauhan Kayla melihat Ara yang sedang berbicara sendiri sambil mengelus perutnya yang sudah kelihatan membuncit.


" Dasar wanita manja, Azmi sangat tidak cocok bersanding dengan wanita manja seperti mu, wanita yang terlalu banyak maunya" ucap Kayla dengan tatapan tak suka.


Dengan langkah pasti Kayla mendekati Ara yang masih duduk di taman sambil berbicara pada Ara.


" Jelas saja Azmi tidak mau menuruti permintaan mu, karena kamu calon ibu yang lebay tau gak" ucap Kayla yang spontan membuat Ara mengalihkan kan pandangan nya ke asal suara.


" Kamu" ucap Ara sambil berdiri tepat di hadapan Kayla.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2