
Raja dan Azmi langsung saling pandang karena ulah Ara, " sayang ada yang kamu sembunyiin dari Aby?" tanya Azmi dengan tatapan menelisik.
" Gak ada kok By" elak Ara.
" Bohong" ucap Azmi lagi dengan menatap Ara dengan tatapan tajamanya.
Ara langsung menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan mata suaminya, Raja yang merasa ada yang tidak beres dengan kakak nya langsung melihat ke arah istrinya Cahaya.
" Sayang, ada apa dengan kak Ara?" tanya Raja dengan suara lembutnya.
Cahaya menatap Ara yang duduk disampingnya, kemudian dia menatap kak Azmi yang berada tepat di hadapan kak Ara, lalu dia menatap suaminya yang berdiri tepat di sampingnya.
Cahaya tersenyum lalu mengambil tangan Raja untuk membantunya turun dari ayunan, " Biar kak Ara yang selesaikan sama kak Azmi sayang, nanti di kamar saja Aya cerita nya sama Aii" ucap Cahaya setelah turun dari ayunan.
" Kak Ara sebaiknya kakak ceritakan saja pada kak Azmi, menurut Cahaya itu penting dan tidak baik kalau kakak menyembunyikan nya" ucap Cahaya sebelum pergi mengajak Raja masuk ke dalam rumah.
Setelah Cahaya dan Raja sudah tidak nampak lagi, Azmi langsung menatap wajah istrinya dengan seksama, sementara Ara sedari tadi masih menundukkan kepalanya sambil memilin ujung hijabnya yang terjuntai ke depan.
" Sayang masih tidak mau cerita, heemmm?" tanya Azmi dengan wajah yang sudah lembut.
Ara menatap wajah suaminya perlahan, dan tiba-tiba air mata Ara sudah berlinang saja, Azmi yang tidak tahu ada apa dengan istrinya hanya bisa membawa Ara kedalam pelukannya.
" Ceritalah sayang, kalau kamu diam saja Aby tidak akan tahu, karna Aby bukan cenayang sayang" ucap Azmi lagi sambil mengusap kepala Ara dan menghapus air mata yang sudah mengalir di pipinya.
__ADS_1
" Sebenernya" ucap Ara sedikit takut menceritakannya.
" Sebenarya" beo Azmi tidak sabar.
" Sebenarnya selama ini Ara takut dengan dokter Kayla By, dia selalu menatap Ara seperti ingin di telan hidup-hidup, dan lebih parahnya kejadian dua hari yang lalu, saat Ara mau pulang diluan, karena Aby masih ada jadwal operasi, Kayla mengikuti Ara sambil parkiran dan dia mengingat kan Ara untuk berbesar hati karena dia akan berusaha merebut Aby dari Ara" ucap Ara ahkirnya menceritakan sambil nangis senggugukan.
Azmi yang mendengar cerita istrinya langsung mengeraskan rahangnya, pantes saja dua hari yang lalu saat dirinya baru pulang, ia mendapati Ara yang diam saja tidak banyak bicara, biasanya isrinya selalu ceria dan banyak cerita seperti radio rusak kalau sedang bersama.
" Jangan menangis sayang, tidak akan terjadi apa-apa pada hubungan kita, kita akan tetap bersama sampai mau memisahkan kita, dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, siapa pun itu,percaya lah pada Aby" ucap Azmi berusaha menenagkan istri tercintanya.
" Sudahlah jangan menangis lagi, kasian bayi kita, nanti malah dia jadi ikutan nangis di dalam" sambung Aby lagi sambil mengusap perut Ara yang sudah sedikit membuncit.
" Emang dia uda bisa menangis By, sepertinya belum" sahut Ara dengan kekehannya.
Azmi senang Ara sudah tidak begitu sedih lagi, memang mood orang hamil cepat sekal berubahnya, dan Azmi bersumpah akan membalas ketakutan istrinya pada Kayla.
*****
Saat ini Cahaya sedang berada di mobil yang di supirin Raja, karena hari weekend jadinya Raja tidak pergi ke kantor, kini Raja mau menemani istrinya belanja kebutuhan toko kuenya, karena Cahaya tadi bilang kasihan pada Arti kalau dia belanja sendiri, jadinya Cahaya berniat membantunya sekalian ada uga yang mau di carinya untuk perlengkapan dirinya dan Raja.
Di dalam mobil Cahaya mengotak atik ponselnya, sedang Raja yang di sebelahnya di diamin merasa kesal.
" Sayang begitu penting ya ponsel kamu dari pada suami kamu sendiri" ucap Raja dengan wajah merengut.
__ADS_1
Cahaya tersenyum kemudian mengelus bahu Raja dengan lembut, " Sebentar ya Aii qu, ini Aya lagi kirim pesan sama Arti, dia uda dimana, soalnya kan Aya tidak bawa catatan yang mau di belanjain, dia yang tau apa yang mau kita belanjain sayang" sahut Aya yang malah berpindah mengelus paha Raja.
" Sayang jangan yang itu di elusnya, yang ada nanti mobil nya Aii putar balik ke ruamh atau ke hotel, Aii gak kuat nahan elusan kamu sayang" ucap Raja yang langsung membuat Cahaya mengangkat tanganya dengan spontan.
" Aii apaan sih" ucap Cahaya dengan wajah yang sudah seperti tomat mateng.
" Cieee malu-malu mau kamu sayang" ucap Raja yang semakin menggoda istrinya.
Sedangkan Arti yang mendapat pesan dari Cahaya langsung menancap gas motor maticnya menuju supermarket terbesar yang tak jauh dari toko kue Cahaya, namun saat di simpang toko kue Arti, tanpa sengaja motor Arti dan sebuah mobil tak senagaja bersenggolan dan ahkirnya Arti terjatuh dari atas motor.
BRUUUUk
" Astagfirullah" ucap seseorang yang berada di dalam mobil, dengan cepat dia keluar untuk melihat orang yang di tabraknya.
Arti yang terjatuh langsung meringis kesakitan karena sikunya lecet akibat terbentur pinggiran aspal.
" Awwww, sakit banget tangan aku" ucap Arti yang berusaha ingin bangkit.
" Mbak, mbak gak apa-apa kan, maaf tadi saya tidak memperhatikan jalan" ucap orang tersebut tepat berada di hadapan Arti.
Arti yang sedang melihat sikunya langsung menghadap ke asal suara, dengan mata melotot Arti melihat orang yang ada di hadapannya, begitu juga dengan orang yang tadi menabrak Arti.
" Kamu" ucap Arti.
__ADS_1
Bersambung.