
" Aii" ucap Cahaya begitu mendengar suara Raja.
" Iyaa sayang, Alhamdulillah ahkirnya kamu siuman juga, sebentar aku panggil kan kak Azmi dulu" ucap Raja namun gerakan tangan Raja terhenti saat Raja mau mengambil ponselnya.
" Ja kenapa di sini gelap sekali" tanya Cahaya yang langsung membuat Raja terdiam seketika.
Deg
Jantung Raja mendadak nyeri mendengar perkataan Cahaya, tangannya gemeteran sehingga ponsel yang di pegang nya langsung terjatuh ke atas tempat tidur Cahaya.
" Aii kenapa kamu matikan lampu nya, di sini gelap sekali" tanya Cahaya lagi.
Raja menatap lampu ruangan kamar rawat Cahaya yang menyala begitu terang, bahkan cahaya matahari juga masuk melalui jendela kamar yang di tempati Cahaya.
Dengan tercekat Raja menatap Cahaya kembali, " Sayang tapi di sini begitu terang, bahkan lampu kamar nya hidup" ucap Raja dengan suara begitu pelan.
Deg
Kali ini jantung Cahaya yang mendadak berhenti, Cahaya langsung meraba sisi tempat tidurnya, Ia ingin segera bangun dari tidurnya, Raja yang mengerti langsung membantu Cahaya untuk segera duduk.
" Aii " panggil Cahaya lagi sambil mengangkat tangannya mencari cari dimana keberadaan Raja dan dengan suara yang sudah seperti hampir menangis.
" Aii di sini sayang" jawab Raja sambil menarik tangan Cahaya dan di genggamnya begitu kuat.
" Aii, apa yang terjadi padaku, aku tidak bisa melihat apa apa? di sini gelap sekali" tanya Cahaya ahkirnya turun juga air mata yang sudah dari tadi ia tahan.
" Sabar sayang, biar Aii panggil kak Azmi dulu ya" ucap Raja yang tidak di jawab sama sekali oleh Cahaya.
Raja langsung mencari di mana ponselnya berada, setelah menemukan di balik selimut Cahaya, Ia langsung menghubungi Azmi dan memberitahukan keadaan Cahaya.
Cahaya sendiri sudah menangis dan mencoba mengucek mata nya berkali kali untuk memastikan apa benar ia tidak bisa melihat lagi atau hanya ada kotoran di matanya, namun hasilnya tetap sama, Ia sama sekali tidak melihat apa apa, yang bisa ia lihat hanya kegelapan saja.
Tak lama Azmi masuk ke dalam ruangan Cahaya sambil membawa dokter spesialis mata, setelah Raja menghubungi Azmi, Raja langsung membawa dokter spesialis mata terbaikyang dia kenal.
Dengan segera dokter tersebut memeriksa mata Cahaya dengan perlahan, setelah beberapa kali di periksa, dokter tersebut langsung menggelengkan kepalanya menghadap Azmi dan Raja secara bergantian.
__ADS_1
" Apa maksud dokter?" tanya Raja dengan suara tercekat.
" Benturan yang terjadi kepala dan bagian pelipis mata nona Cahaya menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf mata nona Cahaya, sehingga nona Cahaya mengalami kebutaan permanen" ucap dokter spesialis mata tersebut memberi tahu.
Raja langsung mendadak lemas, Cahaya yang mendengar perkataan dokter tersebut langsung menggelengkan kepalanya.
" Gak..Gak aku gak mungkin buta, aku masih bisa melihat kan, aku gak mungkin buta, gak mungkiiiin"ucap Cahaya dengan tangisannya.
Raja langsung memeluk Cahaya begitu erat, " Sabar sayang, kamu pasti bisa melihat lagi, aku akan melakukan apa pun caranya, yang penting kamu bisa melihat lagi" ucap raja berusaha menenagkan Cahaya.
" Aku gak mau buta Ja, aku gak mau buta" teriak Cahaya begitu terpukul.
" Gak,,,gak,,,aku gak mau,,,aku gak mau" ucap Cahaya.
" Sayang,,,sayang" ucap Raja sambil mengelus tangan Cahaya dengan pelan.
Samar sama Cahaya mendengar suara Raja, dan tiba tiba ada seberkas Cahaya masuk melalui pupil matanya, dan dengan perlahan Cahaya membuka kedua matanya secara perlahan.
Cahaya membuka matanya dengan sempurna, di tatapnya langit langit kamar ruangannya, raja yang melihat Cahaya sudah siuman dan membuka matanya dengan sempurna langsung tersenyum.
" Sayang ahkirnya kamu sudah siuman" ucap Raja yang langsung membuat Cahaya menolehkan kepalanya menatap Raja yang ada di sampingnya.
" Alhamdulilah sayang, kamu sudah sadar, mama khawatir sekali sama kamu sayang" ucap Kia yang melihat Cahaya hanya diam saja.
" Mama" panggil Cahaya dan berusaha untuk bangkit.
" Aii" panggil Cahaya lagi saat menoleh ke sisi sebelah kiri.
" Iya sayang, aku di sini, kamu kenapa tadi hemm, mimpi buruk?" tanya Raja yang langsung membuat Cahaya bingung dan mengingat apa yang tadi barusan di alaminya.
" Sudah jangan di ajak bicara dulu, sebaiknya Cahaya kakak periksa dulu" ucap Azmi yang langsung di angguki yang lainnya.
" Cahaya apa kepala kamu masih terasa pusing?" tanya Azmi.
" Iya kak sedikit pusing" jawab Cahaya.
__ADS_1
" Tidak masalah kalau begitu, itu mungkin efek dari benturan kemarin dan karena kamu baru saja siuman, nanti kalau sudah minum obatnya pasti sudah tidak pusing lagi" ucap Azmi.
Raja dan mama Kia langsung berucap syukur Cahaya tidak kenapa napa, tinggal masa pemulihan saja.
Setelah selesai di periksa, Azmi dan Ara kembali bertugas memeriksa pasien lagi, Ara kembali keruangannya, begitu juga dengan Azmi.
Sedangkan mama Kia langsung kembali pulang ke rumah karena tidak ada yang menemani oma Dewi di rumah.
Cahaya masih terdiam di atas tempat tidurnya, Raja yang memperhatikan Cahaya dari tadi diam saja langsung mendekati ranjang Cahaya setelah mengantar mamanya sampai depan pintu.
" Sayang" panggil Raja.
Cahaya hanya menoleh menatap Raja dan tersenyum sekilas.
" Ada apa hemm?" tanya Raja ahkirnya .
Cahaya menarik nafas sejenak sebelum menceritakan pada Raja, " Aii, tadi aku mimpi buruk, dan mimpi itu terasa nyata" ucap Cahaya ahkirnya.
Raja mengerutkan alisnya, " mimpi? emang kamu mimpi apa sayang?" tanya Raja penasaran.
" Tadi aku mimpi kalau aku terbangun, dan tiba tiba aku gak bisa melihat apa apa aii, setelah itu Aii panggil kak Azmi, dan kak Azmi datang dengan membawa dokter spesialis mata, dokter itu bilang kalau aku mengalami kebutaan karena benturan di kepala aku kemarin, tapi saat aku bangun tadi aku bisa melihat" ucap Cahaya menceritakan pada Raja.
Raja langsung mengelus tangan Cahaya dengan lembut, " itu hanya mimpi sayang, yang terpenting kamu sekarang tidak kenapa kenapa" ucap Raja yang langsung di jawab dengan menganggukan kepalanya.
" Sekarang kamu istirahat lagi ya, biar cepat pulih dan segar lagi" lanjut Raja dan di lagi lagi di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
Dengan lembut Raja mengelus elus kepala Cahaya yang tertutup hijab instan, dan tak lama Cahaya sudah tertidur kembali mungkin karena pengaruh obat yang baru saja ia minum.
Bersambung.
Ayooo siapa yang kenak prank...
Maafkan Author yang sudah mengerjai readres semua...
__ADS_1
Tapi jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ya readers tercinta.
terimakasih.