
Pandu sudah kucur diluan ketika mendengar nama tuan Pardi, sedang kan Aldi sudah memucat sambil mengeluar kan keringat di dahi nya, Kia yang mendengar ada pohon kedondong di dekat rumah mertua nya langsung meminta pada suami nya untuk segera mengambil nya.
" Mas ayo buruan minta sama tuan Pardi buah kedondong nya, Kia sudah ingin sekali makan itu Mas" rengek Kia pada Pandu.
Pandu yang melihat istri nya merengek langsung menatap ke arah Aldi, Aldi yang sadar di tatap Pandu langsung menggeleng kan kepala nya karena tidak mau mengambil resiko untuk mengambil buah kedondong di rumah tuan Pardi.
" Mas ayo buruan, Kenapa Malah jadi bengong sih Mas" rengek Kia terus
Pandu langsung tersadar karena Kia terus memaksa untuk segera mengambil buah kedondong di rumah pak Pardi, sedang kan mama Dewi, papa Ridwan dan Anita melihat Pandu yang sudah berkeringat menahan tawa mereka.
" Ii...Iyaa sayang, Mas kesana sekarang untuk ambil buah nya" ucap Pandu.
Pandu langsung menatap Aldi untuk menemani nya mengambil buah, tak lupa Pandu juga mengajak mang Madi untuk menemani Pandu dan Aldi untuk mengambil buah kedondong buat Kia.
"Al ayo buruan, kenapa kamu malah diam saja di sana? ajak Pandu yang sudah bangkit.
Aldi langsung bangkit dari tempat duduk nya, dan mengikuti Pandu yang sudah melangkah ke luar rumah dengan langakai yang gontai.
Saat sudah sampai di depan rumah pak Pardi, Pandu terdiam sambil melihat begitu lebat nya buah kedondong yang ada di rumah pak Pardi. Pandu menatap Aldi untuk segera meminta izin pada pemilik rumah, tapi Aldi diam saja pura pura tidak tau kalau Pandu menatap nya.
" Al kamu kenapa diam saja, ayo kamu masuk ke dalam lalu segera mintak buah nya sama pemilik rumah ini" ucap Pandu yang sudab tak sabar untuk mengambil buah kedondong nya dan segera pergi dari rumah itu.
" Kok jadi aku sih Ndu, kan yang ngidam Kia, kalau Kia tau aku yang ambil, pasti dia kecewa sama kamu, atau kamu mau anak kamu mirip sama aku karna aku yang berusaha mengambil apa yang di ingin kan ibu nya" sahut Aldi sengaja menakut nakuti Pandu.
Pandu yang mendengar perkataan Aldi langsung mengggeleng kan kepala nya dengan cepat, karna dari tadi tidak ada pergerakan, ahkir nya mang Madi maju untuk memanggil sang pemilik rumah.
" Maaf Den Pandu dan Den Aldi, Biar mamang saja yang meminta izin untuk manggil tuan Pardi" ucap Mang Madi yang langsung di anggukin oleh Pandu dan Aldi.
__ADS_1
Saat pintu gerbang di buka sedikit oleh mang Madi, terdengar lha suara gongongan Anjing yang sudah menyambut mereka. Pandu dan Aldi langsung bersembunyi di belakang mang Madi.
" Mang sebaik nya kita pulang saja, saya tidak mau kalau sampai di kejar anjing galak itu, itu masih satu mang, masih banyak di dalam sana lagi, belum lagi yang punya anjing otak nya sedikit gesrek" ucap Pandu yang sudah ketakutan di kejar anjing.
" Ndu sebaik nya kamu lapor kan ke Dinas perhewanan karena di komplek mewah ada yang melihara anjing liar seperti tuan Pardi" ucap Aldi yang bersembunyi di balik punggung Pandu.
" Kamu diam lha, aku gak urus sama anjing anjing nya pemilik rumah ini, yang terpenting bagai mana cara nya aku bisa dapat buah itu" sahut Pandu sambil menunjuk arah buah kedondong yang begitu lebat.
Karena mendengar hewan peliharaan nya bergonggong terus, ahkir nya sang pemilik rumah keluar dari dalam, Ia melihat ada tetangga nya yang paling kaya di komplek tempat ia tinggal.
" Ada apa ini, kenapa kalian menakuti hewan kesayangan ku" tanya pemilik rumah yang tak lain adalah tuan Pardi.
yaah memang gesrek bener nih orang, bisa pulak dia mengatakan kalau kami yang menakuti hewan kesayangan nya, yang ada jelas kami lha yang takut sama binatang peliharaan mu tuan Pardi. gumam Aldi yang menatap aneh pemilik rumah.
" permisi Tuan, maaf menganggu waktu santai nya, kami sebenar nya datang ke sini karena mau meminta sedikit buah kedongdong tuan untuk istri tuan muda kami, boleh kah tuan" ucap mang Madi langsung meminta izin.
" Kata nya orang kaya, masak buah kedondong saja gak bisa beli" sahut pak Pardi meremeh kan Pandu.
Sial banget aku di katain gak sanggup beli, kalau saja tidak susah mencari buah itu, aku juga gak akan mau datang ke sini kali tuan gesrek, gumam Pandu sebel.
" Hemmmm...Maaf tuan, bukan saya tak mampu untuk beli, bahkan toko buah sekalipun bisa saya beli semja, tapi masalah nya buah yang saya cari tidak ada, maka nya saya mau datang ke sini untuk membeli buah kedondong yang ada di pohon tuan" ucap Pandu menjelas kan.
Pak Pardi yang mendengar kalau Pandu mencari buah kendondong susah, dia pun tersenyum senang.
" Baik lha kalau kamu mau membeli buah itu, tapi satu buah seratus ribu" ucap pak Pardi langsung dan membuat Pandu, Aldi dan mang Madi terkejut.
" Bagaimana mungkin buah kedondong satu biji seratus ribu, tuan mau memeras bos saya ya" ucap Aldi menimpali.
__ADS_1
" Yasudah kalau tidak mau, cari saja sendiri sana" sahut pak Pardi dan langsung menutup pintu pagar nya.
Pandu langsung menghenti kan Pak Pardi untuk menutup gerbang nya.
" Baik lha tuan, saya akan bayar sesuai yang tuan mau, izin kan saya untuk mengambil buah itu" ucap Pandu.
" Ok, masuk lha" ucap tuan Pardi membuka gerbang rumah nya kembali.
Saat pintu gerbang di buka, Pandu yang berada paling di depan langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam pekarangan rumah pak Pardi, tapi Peliharaan pak Pardi sudah berlari menyambut kedatang Pandu, Aldi dan Mang Madi.
Pandu langsung berlari ke luar pekarangan rumah pak Pardi kerana melihat anjing liar pak Pardi sudah berlari ke arah nya sambil bergongong.
Sedang kan Aldi bersembunyi di balik tubuh mang Madi, pak Pardi yang melihat Pandu dan yang lain nya ketakutan tertawa kekeh.
Pandu dan Aldi yang melihat Tuan Pardi tertawa merasa kalau pemilik rumah itu memang sudah terkena gangguan jiwa, mereka berfikir bukan nya menolong agar peliharaan nya bubar, ini malah di tertawa kan.
" Sama beberapa ekor anjing saja kalian takut, gimana kalau saya keluar kan peliharaan saya yang lain nya" ucap pak Pardi masih tertawa kekeh.
Mang Madi berusaha mengusir anjing anjing dengan sapu yang ada di dekat gerbang, Pandu dan Aldi hanya melihat saja tanpa mau membantu, mereka tak habis pikir, kenapa ada manusia suka memelihara hewan buas seperti pak Pardi.
Bersambung...
Mohon dukungan nya untuk Author dengan Like,Komen dan Vote yang banyak ya plissss mohon 🙏🙏.
kasih tipss buat author juga ya, dan terima kasih banyak yang slalu setia membaca karya pertama author.
I Love you All untuk pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan 😍😍
__ADS_1