
Saat makan malam seluruh keluarga sudah berkumpul di meja makan, termasuk mama Dewi dan papa Ridwan yang sudah sampai di rumah saat azdan magrib. Semua nya makan dengan begitu nikmat, terkecuali Kia.
Dia tidak berselera melihat makanan yang ada di hadapan nya sekarang, Pandu yang memperhatikan istrinya tidak selera saat makan langsung bertanya.
" Sayang kamu kenapa makan nya tidak selera gitu, bukan nya ini makanan kesukaan kamu?" tanya Pandu pada istrinya.
Semua yang ada di meja makan langsung melihat ke arah Kia saat Pandu menanyakan Kia tidak berselera makan.
" Gak tau Mas, Kia kok rasa nya eneg liat ayam samabal hijau ini, apa lagi udang asam manis nya" sahut Kia.
" Kau mau makan apa sayang, Biar di buat kan sama bik Mar" tanya mama Dewi.
Kia tak langsung menjawab, Ia gak mau merepot kan suaminya dan mertuanya pastinya, Anita yang melihat Kia sedikit merasa aneh, Anita berfikir dengan sikap aneh Kia dari tadi sore saat pulang mintak naik motor gedek.
Apa iya yang gue fikirkan tentang Kia, apa Kia tidak menyadarinya ya, lebih baik besok aku periksa saja dia, gumam Anita sambil memperhatikan gelagat Kia yang mengingin makan sesuatu.
" Sayang kenapa diam saja, kamu mau makan apa?" tanya mama Dewi sekali lagi.
Kia yang di tanya mama mertua nya dua kali langsung melihat Pandu suaminya, Kia merasa takut untuk mengucap kan makanan apa yang malam ini sedang ia ingin kan, sehingga membuat mata nya berkaca kaca ingin menangis.
Pandu yang melihat istri nya ingin menagis langsung meletak kan sendok yang di pegang nya.
" Sayang kamu kenapa? kok jadi mau nangis gini" tanya Pandu binging melihat istrinya.
Semua yang mendengar ucapan Pandu kalau Kia mau menagis langsung terkejut, mama Dewi langsung bangkit ke dari kursi nya dan berjalan ke arah Kia.
" Sayang apa mama menyakiti kamu, sampai kamu menangis seperti ini?" tanya mama Dewi sabil mengusap wajah menantu nya.
" Tidak Ma, cuma Kia merasa takut untuk mengatakan Kia pengen makan sesuatu" sahut Kia yang sudah berlinang air mata.
" Kia takut merepot kan semuanya" sambung Kia lagi.
" Emang kamu mau makan apa sayang?" tanya pandu dengan lembut sabil mengusap pipi istri nya lembut.
" Kiaa....Kiaa.. emmm..Kia" sahut Kia masih mengantung.
" Mau apa? tanya Pandu lagi sambil menatap istri nya.
" Sate padang Mas" jawab Kia menduduk kan kepala nya takut semua keluarga nya marah kepada nya.
Semua yang mendengar ucapan Kia pengen sate padang langsung mengeluar kan nafas nya dengan kasar. Anita dan Bima tertawa kecil mendengar kalau Kia pengen makan sate apdang.
" Hanya pengen makan sate padang kenapa takut bilang nya nak" ucap papa Ridwan.
" Kia takut merepot kan semua nya Pa, karna kan sekarang kita lagi makan malam, gak mungkin kak pergi untuk membeli nya" sahut Kia masih takut takut.
" Yasudah sekarang kamu siap kan malam kamu Ndu, siap itu beli kan Kia sate padang untuk menantu mama" ucap mama Dewi yang sudah kembali duduk di kursi makan nya.
" Iya Ma" sahut Pandu yang langsung melanjut kan makan nya.
__ADS_1
Kia yang mendengar mama mertua nya menyuruh suaminya untuk membeli sate padang langsung melarang nya.
" Jangan Ma" ucap Kia tiba tiba.
Semua yang sudah melanjut kan makanan nya kembali memberhentikan makana mereka lagi.
" Kenapa sayang, bukan nya kamu pengen makan sate padang?" tanya papa Ridwan yang di anggukin semua yang ada di meja makan.
" Emmmmm itu...Kia pengen ikut beli pa, naik motor" sahut Kia spontan membuat Pandu tersedak makanan nya.
" Uhuuk...uhuuuk..uhuuuk"
Kia langsung menyerah kan air minum untuk suaminya, " Mas hati hati makan nya, pelan pelan saja" ucap Kia pada suaminya.
Semua yang ada di meja makan saling pandang dan langsung memandang Kia dengan heran nya.
" Naik motor?" ucap mama Dewi dan Papa Ridwan bersamaa,
" Iya Ma, Pa tadi juga Kia sama Pandu pulang dari kantor naik motor yang ada di dalam garasi" sahut Anita menimpali.
Ada apa dengan Kia menantuku, kenapa dia aneh sekali, tadi menangis cuma karena sate padang, sekarang pengen membeli naik motor, gumam mama Dewi.
Pandu dan Kia sekarang sedang di jalan untuk membeli sate padang, Kia begitu senng di bonceng naik motor pada saat malam hari dengan suaminya, di peluk nya pingang Pandu dari belakang, Pandu yang melihat wajah istrinya dari kaca spion hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu senang.
Tak lama mereka sudah sampai di tukang sate padang langganan Kia, Kia meminta untuk makan di tempat saja, karena Kia sudah tidak sabar untuk memakan sate padang sekarang juga.
Kia memakan sate padang dengan begitu lahap, sampai sampai Pandu suminya tidak di hiraukan yang duduk di depan nya, Kia tidak cukup makan satu porsi, alhasil Pandu kembali memesan sate porsi lagi sate padang nya.
" Kamu lapar sekali ya sayang?" tanya Pandu yang hanya di anggukin kepala oleh Kia sambil menyantap sate padang yang ada di depan nya.
Tak lama sate padang sudah habis di lahap oleh Kia, Pandu yang melihat istrinya menghabis kan dua porsi sate padang kembali menatap istrinya heran.
Kenapa dengan istriku ini, kenapa dia sekarang jadi rakus gini, benar benar bukan Kia yang aku kenal, gumam Kia melihat ke arah istrinya.
Pandu langsung pulang megajak Kia untuk pulang karena Pandu melihat istrinya sudah mengantuk.
" Sayang ayo kita pulang, Mas dari tadi liat kamu menguap terus" ucap Pandu.
" Ayo Mas" sahut Kia.
Mereka kembali kerumah dengan menggunakan motor sport milik Firman, di jalan Kia menyandar kan kepala nya di bahu istrinya, entah karena kekenyangan atau mengantuk Kia tertidur di bahu suaminya, Pandu yang melihat Kia tertidur langsung mengurangi kecepatan motor nya.
Tak lama mereka sampi di kediaman Atmaja, Pandu dengan pelan membangun kan istrinya agar langsung segera turun dari motor.
" Sayang ayo bangun dulu, kita sudah sampai" ucap Pandu sambil mengul pipi istrinya yang berada di pundak nya.
__ADS_1
Kia merasa pipinya di sentuh langsung membuka matanya perlahan, " kita sudah sampai ya Mas?" tanya Kia.
Pandu langsung mengangguk kan kepala nya, mereka pun turun dari kereta dan langsung masuk kedalam rumah. kerena sudah malam, keadaan rumah sudah sepi.
Pandu dan Kia langsung masuk ke dalam kamar untuk bersih bersih dan melaksanakan sholat isya, setelah sholat isya Kia langsung tidur tanpa menunggu suaminya.
Pandu yang di tinggal tidur istrinya hanya menghela napas nya kasar, dia pun langsung menyusuk Kia yang sudah tertidur, di pandangi wajah istrinya yang cantik dan manis itu.
" Kenapa satu hari ini MAs raa kau sedikit aneh sayang, tapi Mas lucu melihat kamu yang pengen ini itu" ucap Pandu sambil menatap wajah istri nya.
Pandu pun langsung merebah dirinya di samping Kia, tak lupa dia mencium kening istrinya sebelum tidur, di peluk nya Kia dengan erat, tak lama Pandu sudah terlelap karena memang sudah sangat letih karena aktivitas satu harian.
Bersambung...
Jangan lupa untuk slalu Like, komen dan Vote ya Readers.
Dukungan kalian sangat berpengaryh sama Author biar semangat untuk nulisnya.
Terimah kaih banyak semuanya
I Love you All untuk yang sudah membaca novel pertama saya Dokter Cantik jodohnya Presdir Tampan.
__ADS_1