Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 123


__ADS_3

Setelah berpamitan pada mertua nya, Kia langsung masuk ke dalam mobil dan di supirin mang Madi, jalanan dari rumah ke kantor suami nya sebenar nya tidak terlalu jauh, namun karna ini sudah hampir makan siang, jadi jalanan sedikit macet.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, Kia sudah sampai di lobi kantor suami nya, Para security yang mengenali mobil bos mereka langsung membuka pintu mobil belakang saat mobil sudah berhenti.


" Makasi pak" ucap Kia tersenyum pada security yang membuka pintu mobil Kia.


" Iya Non" sahut security dengan sedikit menunduk.


" Oia Mang gak usah di tunggu ya, Kia nantik sama Mas Pandu aja pulang nya" ucap Kia langsung memberi tahu mang Madi agar tidak menunggu diri nya.


" Iya Non, kalau begitu mamang langsung pulang ya Non, nantik kalau ada apa apap segera hubungi mamang Non" sahut Mang Madi izin pulang.


" Iya Mang, hati hati di jalan ya mang" ucap Kia kembali tak lupa dengan senyuman manis nya.


Kemudian Kia langsung masuk ke dalam kantor suami nya, saat di depan resepsionis, Kia slalu menanyakan suamu nya, walau pun Kia istri dari pemilik perusahaan, tapi Kia tetap sopan santun pada karyawan suami nya.


" Selamat siang, bapak ada di ruangan? " sapa Kia pada resepsionis dan sekaligus menanyakan keberadaan suami nya.


" Siang Ibu, Bapak ada di ruangan kok Bu, kebetulan bapak tidak ada jadwal meeting keluar hari ini" ucap salah resepsionis.


" Yasudah kalau begitu saya ke ruangan suami saya dulu ya, terima kasih" ucap Kia dengan senyuman manis nya.


" Iya ibu, mari biar saya antar sampai ke lift" sahut resepsionis tersebut untuk izin mengantar istri bos nya ke lift.


" Tidak usah, kamu lanjut saja kerja nya ya, saya bisa sendiri" ucap Kia tak lupa dengan senyuman di bibir nya.


Resepsionis tersebut hanya mengangguk kan kepala nya saja, semua karyawan yang melihat istri bos mereka merasa kagum.


" Beruntung banget ya pak Pandu dapat istri kayak bu Kia, sudah cantik, baik banget lagi, senyuman nya itu lho, gak tahan aku" ucap salah satu karyawan Pandu.


" mereka sama sama beruntung kali, yang satu tampan yang satu nya lagi cantik, perpaduan yang cocok banget, entar kalau anak nya pak Pandu sudah lahir, pasto ganteng dan cantik banget itu, secara bibit nya bibit unggul begitu" sahut karyawab yang lain.


Kia yang sudah memasuki lift langsung menekan angka agar mengantar kan ke lantai dimana ruangan suami nya berada.

__ADS_1


Ting...


Pintu lift sudah terbuka dan Kia sudah sampai di lantai tempat ruangan suami nya berada.Kia melihat sekretaris suami nya berada di meja sedang menatap layar komputer nya.


" Selamat siang Bela, sibuk benar kayak nya" sapa Kia pada Bela.


Bela yang mendengar suara istri Bos nya langsung beranjak berdiri kaget.


" Maaf Bu Kia, saya tidak melihay ibu datang" sahut Bela sambil menunduk kan kepala nya.


" Hahahah...Tidak apa apa Bela, kamu seperti dengan siapa saja, oia bapak ada kan?" ucap Kia sambil tertawa dan sekaligus menayakan keberadaan suami nya.


" Bapak ada kok bu, hari ini bapak tidak ada jadwal keluar" sahut Bela dengan sopan.


" Yasudah saya masuk dulu ya, kamu lanjut lagi kerja nya" ucap Kia sambil tersenyum.


" Baik bu" sahut Bela kemudian kembali melanjut nya kerja nya.


Huuuft...untuk Bos punya istri yang baik nya seperti malaikat, coba saja istri si Bos buka Nona Kia, pasti aku sudah di maki tadi karna tidak melihat kedatangan nya, gumam Bela saat melihat Kia berjalan ke pintu ruangan bos nya.


Tok...tok...tok


" Masuk" ucap Pandu dari dalam ruangan.


Kia yang mendengar suara suami nya untuk mengizin kan masuk langsung membuka pintu kaca ruangan suami nya dengan perlahan.


Kia masuk perlahan ke dalam ruangan Pandu, Kia hanya memasuk kan kepala nya saja untuk melihat suami nya yang sedang sibuk menatap berkas berkas yang ada di hadapan nya.


Kia pun masuk dengan perlahan, dan menutup pintu dengan pelan agar tidak menganggu suami nya, dengan langkah perlahan Kia mendekati meja kerja suami nya, dan Pandu belum melihay siapa yang masuk ke dalam ruangan nya karna masih menatap berkas dengan serius.


" Assalamualaikum suami ku yang tampan" ucap Kia sambil tersenyum manis di bibir nya.


Pandu yang mendengar suara istri nya langsung mengangkat kepala nya melihat istri nya sudah berdiri di depan meja nya dengan senyuman manis nya.

__ADS_1


" Sayang, kok ke sini gak bilang bilang" sahut Pandu dan langsung menghampiri Kia dan mencium kening dan pipi Kia dengan gemas.


" Biar kejutan Mas" ucap Kia kemudian langsung duduk di sofa yang ada di ruangan Pandu.


" Kia ke sini karna di rumah bosan Mas, dan sekalian bawa kan makan siang untuk suami ku tercinta ini" sambung Kia lagi sambil meletak kan bekal nya di atas meja.


Pandu yang mendengar ucapan istri nya langsung tersenyum senang.


" Makasi ya sayang, uda bawa kan makan siang buat Mas" sahut Pandu dan kembali mencium gemas pipi Kia.


" Gak perlu bilang makasi Mas, ini kan memang uda kewajiban Kia buat perhatikan pola makan suamu ku ini" ucap Kia lagi.


" Tapi gak semua istri yang perhatian seperti kamu sayang, ada yang cuma mau uang nya saja" ucap Pandu memberi tahu yang perna dia lihat.


" Mas...Surga Kia di dunia itu ada pada diri Mas, jadi Kia harus tetap berbakti sama suami Kia, karna Kia mau kita sama sama ke surga nanti" sahut Kia sambil menatap mata Pandu dan menggenggam tangan Pandu dengan lembut.


" Dan buat Kia, harta itu bisa di cari Mas, kebahagian itu susah di dapat, Kia yang mendapat ketulusan cinta dari Mas Pandu dapat Kia rasakan, dan Kasih sayang, pengorbanan Mas lakukan semua nya untuk Kia agar Kia bahagia, itu uda buat Kia bahagia Mas" sambung Kia lagi.


Pandu yang mendengar perkataan Kia langsung memeluk Kia dengan erat.


" Mas bahagia banget dengar nya sayang, Mas bersyukur mama dan kak Nita mengenal kan kamu sama Mas dulu, mungkin kalau Mas tidak bertindak saat itu untuk menikahi kamu, Mas akan menyesal seumur hidup Mas, Mas janji akan slalu berusaha untuk membahagia kamu sayang, Mas janji akan membuat keluarga kecil bahagia" sahut Pandu sambil mengelus perut Kia dengan lembut dan tanpa sadar sudah menetes kan air mata.


Kia yang melihay suami nya mengeluar kan air mata nya langsung mengusap nya dengan lembut.


" Jangan nangis Mas, nanti kalau Aldi liat Mas bisa di gombali nya" ucap Kia sambil terkekeh lucu.


Pandu pun ikut tertawa mendengar ucapan kia, dan benar saja, baru juga di bicara kan, Aldi masuk ke ruangan Pandu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


jangan lupa dukung karya Author terus ya, dengan Like,komen,Vote yang banyak dan rate bintang lima nya plissss.


Dukungan kalian semua yang buat Author buat semangat untuk nulis.


❤❤❤ All.

__ADS_1


__ADS_2