
Di kediaman Atmaja. Ratu begitu senang saat kakak kesayangan nya menerima lamaran Kak Azmi.
" Waaah romantis banget, adek jadi pengen di lamar seperti itu" ucap Ratu sambil memeluk bantal sofa dan menatap ke arah langit langit ruang keluarga.
" Kode tuh" ucap Andra yang langsung mendapat pelototan dari Raja dan Haikal.
" Masih kecil, gak usah mikirin yang aneh aneh" ucap Raja berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.
Ratu hanya berdecak kesal mendengar perkataan kakak nya, dia melirik Haikal yang juga melirik nya dengan wajah dingin nya.
" Ada apa?" tanya Haikal yang pura pura tidak tahu tahu arti tatapan Ratu.
"Ishhh..dasar pria beku, gitu aja masak gak tahu, gak ada romatis romantis nya seperti kak Azmi" ucap Ratu kemudian langsung pergi meninggal kan Haikal dan Andra yang terdiam bengong mendegar ucapan Ratu.
" Kenapa itu anak jadi begitu dewasa ya sekarang?" tanya Haikal sambil melihat punggung ratu yang menaiki tangga.
" kebanyakan curhat sama kanjeng mami ya gitu tu" ucap Andra yang langsung dapat kekehan dari Haikal.
*****
Setelah Acara lamaran mendadak yang di lakukan Azmi saat acara ulang tahun rumah sakit milik keluraga nya, kini seluruh keluarga Atmaja dan keluarga Nugroho sedang sibuk menyiap kan acara lamaran yang sesungguh nya seminggu lagi.
Namun saat ini, Kia yang sedang berada di kamar setelah selesai membahas catring dan dekorasi untuk acara kepnakan tersayang nya termenung sambil menatap keluar dari balik jendela.
Pandu yang melihat wajah istri tercinta nya sedang memikir kan sesuatu ahkir nya memeluk nya dari belakang dan mencium rambut Kia dengan lembut.
" Apa yang kamu fikir kan sayang" tanya Pandu.
__ADS_1
" Anak anak kita mas" ucap Kia memberi tahu.
" ada apa dengan anak anak kita? mereka tumbuh menjadi anak yang pintar dan juga sholeh dan sholeha" tanya Pandu menatap wajah istri nya.
" Kia tahu mas, anak anak kita tumbuh menjadi anak anak yang baik, anak anak yang pintar, sholeh dan sholeha" ucap Kia.
" lantas apa yang membuat istri mas tercinta ini melamun kan anak anak, hemmm?" tanya Pandu lagi.
" Mereka sekarang sudah semakin besar mas, sudah semakin dewasa, jujur Kia memikir kan mereka yang sudah mengerti apa itu jatuh cinta" ucap Kia menatap wajah Pandu.
" Mas..apa tidak sebaik nya kita nikah kan anak anak Raja dengan Cahay dan Ratu dengan Haikal" ucap Kia yang membuat Pandu terkejut mendengar ucapan istri nya.
" Sayang apa maksud kamu? anak anak kita masih kecil, bahkan Raja beum genap usia nya 20 tahun, dan ratu, dia juga baru SMU sayang, belum cukup umur untuk kita menikah kan mereka seperti Ara dan Azmi yang mereka memang sudah mateng untuk menikah" ucap PAndu menolak permintaan istri nya.
" Tapi Kia takut mas, Kia takut mereka terjerumus dosa, berpacaran itu dilarang oleh Allah mas, Kia takut mereka akan kelewat batas dan akan melakukan zina, itu dosa besar mas" ucap Kia memberi tahu.
" Tapi Kia takut mas, walau bagaimana pun mereka berbeda jenis, Kia takut setan menghasut mereka dan merayu mereka untuk berbuat yang Kia saja tidak sanggup untuk mengata kan nya" ucap Kia yang sudah menetes kan air mata nya.
" Tapi Mas tetap gak setuju sayang, Mas gak setuju anak anak kita menikah mudah, kita saja menikah dengan usia yang cukup mateng sayang, kamu di usia 23 tahun dan mas di usia 30 tahun" ucap Pandu tetap tidak setuju dengan permintaan istri nya.
" Itu karena memang kamu yang kolot Ndu, apa kamu lupa kalau kamu menikahi Kia karena kakak dan mama yang menjodoh jodoh kan kamu dan Kia, dan kamu menikahi Kia juga kalian belum benar benar cinta, kamu bahkan menikahi Kia di rumah sakit" ucap Anita tiba tiba berbicara menyahuti pembicaraan Pandu dan Kia.
" Kak Nita" ucap Pandu dan Kia bersamaan.
" Kakak setuju dengan apa yang di kata kan Kia, dan mama kalau di cerita kan juga pasti setuju, apa lagi mama ingin melihat Pandu juga menikah bukan" sambung Anita lagi.
" Tapi kak, Raja dan Ratu masih terlalu muda kak buat menikah, bagaimana kalau nanti Ratu hamil, bahkan dia masih sekolah memakai seragam putih abu abu" bentah Pandu lagi.
__ADS_1
" Jaman sekarang sudah canggih Ndu, Haikal bisa kita suruh memakai pengaman, dan kalau Cahaya yang hamil ya tidak apa apa, toh dia juga sudah tamat sekolah, kuliah juga di boleh kan hamil bukan, bahkan dulu Kia juga hamil saat mengandung Raja" ucap Anita.
" Tapi itu beda kak, dulu Kia hamil di saat dia menjalan kan S2 nya, ini Raja dan ratu bahkan belum taman sekolah dan kuliah" Pandu tetap kekeh dengan penderian nya.
" Kamu bsa fikir kan baik baik, dari pada kamu sendiri yang menanggung dosa nya kalau sampai anak kamu berbuat yang tidak tidak, walau pun kita sebagai orang tua selalu mengajar kan ilmu agama yang baik untuk anak anak kita" ucap Anita setelah itu langsung keluar dari kamar adik nya.
Kia hanya diam menatap suami nya yang terduduk lemas sambil memegang kepala nya, Kia mendekati Pandu dan mengelus tangan Pandu dengan lembut.
" Kia bukan tidak mendengar kan ucapan Mas, tapi menurut Kia inilah yang terbaik buat anak anak kita Mas" ucap Kia kemudian keluar kamar untuk membuat Pandu teh Jahe agar badan nya kembali segar dan tentu nya fikiran nya tidak mumet lagi.
Raja yang sekilas mendengar kan ucapan kedua orang tua nya dan tante nya mendadak jantung nya berdetak cepat.
" Apa iya aku harus menikahi Cahaya dengan umur ku yang masih muda ini, dan Apa iya Cahaya mau menikah dengan ku, aku saja tidak tidak tahu Cahaya ada perasaan lebih atau tidak pada ku" ucap Raja yang sudah berbaring di atas tempat tidur nya sambil menatap langit langit kamar nya.
Hatciiiii
Cahaya yang sedang belajar di dalam kamar nya di temani Arti sedari tadi bersin bersin saja.
" Kamu sakit Ya?" tanya Arti.
" Gak kok, cuma hidung ku mendadak gatal" sahut Cahaya sambil mengesek gesek kan tangan nya di hidung nya karena merasa gatal.
" Kata orang tua dulu, kalau kita tiba tiba kita bersin bersin itu tanda nya kita sedang di ceritain saa orang, atau kita sedang di pikirin saa orang Ya" ucap Arti yang membuat Cahaya tertawa lucu.
" Mitos di percayain" sahut Cahayayang membuat Arti bedecak kesal.
Bersambung.
__ADS_1