
Saat ini Rika dan Firman sudah berada di taman depan perumahan Elit Pandu, Firman tidak mau semua orang tahu akan masalah nya, sehingga ia mengajak Rika untuk ke taman menyelesai kan masalah nya saat ini dengan Rika.
Karena hari sudah sore, banyak anak anak komplek perumahan itu yang bermain bersama baby sitter nya.
Firman memperhati kan anak anak yang sedang bermain di taman sambil tersenyum sendiri, Rika yang melihat nya pun dengan berani membuka suara untuk memulai percakapan di antara mereka.
" Kenapa tersenyum?" tanya Rika yang masih menatap wajah Firman dari samping.
Firman pun menoleh ke arah Rika kemudian tersenyum manis dengan calon istri nya.
" Aku sedang melihat anak anak itu bermain tanpa beban, aku seperti ingin sekali segera memiliki anak, agar bisa menemani mereka bermain seperti anak anak itu" tunjuk Firman ke arah anak anak yang sedang berlari lari di taman.
Rika yang mendengar perkataan Firman langsung menunduk kan kepala nya.
" Maaf" ucap Rika di selangi air mata di pipi nya.
" Sayang kamu kenapa?" tanya Firman saat melihat Rika menangis.
" Maaf Bebh, karena keegoisan ku, kita jadi marahan begini, karna keegoisan ku hampir saja hubungan kita hancur, dan karna keegoisan ku impian bebebh yang ingin memiliki anak pasti akan semakin lama" ucap Rika menatap wajah Firman.
Firman pun tersenyum kemudian menggenggam tangan Rika dengan lembut.
" Mungkin dengen pertengkaran kita tadi, itu yang bisa membuat kamu bisa semakin dewasa, aku gak pernah berfikir untuk meninggal kan kamu, tapi aku gak janji kalau kamu selalu menunda pernikahan kita, mungkin aku akan menyerah di kemudian hari sayang" ucap Firman dengan wajah yang serius.
Rika langsung spontan menggeleng kan kepala nya dengan kuat.
" Gak...gak bebh, aku menyusul kamu ke rumah Kia karena ingin membahas ini, aku sudah berfikir saat di rumah tadi, kalau aku mau menikah dengan kamu bebh bulan depan, dan soal karir aku, aki akan menjalan kan seperti Kia dan Widy, aku yakin aku bisa, dan aku yakin kamu juga akam bantu aku bebh" ucap Rika memberi tahu pada Firman.
Firman pun tersenyum kemudian menatap wajah Rika dengan tatapan yang tidak bisa di arti kan.
" Maaf...tapi aku gak bisa" ucap Firman sambil menunduk kan kepala nya.
Deg
Rika yang melihat raut wajah Firman dan menolak untuk menikah dengan nya pun mendadak jantung nya berhenti seketika.
__ADS_1
"Bebh" panggil Rika dengan suara tercekat di tenggorokan nya.
Firman pun mengangkat kepala nya dan melihat wajah Rika yang sudah memucat karena ketakutan, air mata sudah banjir di pipi sang calon istri.
Dengan lembut Firman mengusap air mata yang menetes di pipi Rika.
"Maaf yank, tapi aku gal bisa" ucap Firman kembali.
" Maksud kamu apa Bebh? tolong jangan buat aku takut" ucap Rika dengan jantung yang sudah ingin berhenti saja.
" Maaf aku gak bisa bantu kamu soal kulaih kamu sayang, karena aku gak ngerti tentang berbau hal wanita, aku dosen pengetahuan umum untuk menjadi dokter sayang, dan itu hanya berlaku untuk menjadi dokter umum saja, sedang kan kamu saat ini mengambil spesialis kamu dan itu menjadi dokter kecantikan, aku gak paham soal itu sayang" ucap Firman yang sudah ingin ketawa melihat muka cangok Rika.
Rika dengan refleks langsung memukul bahu Firman karena kesal.
" Jahil bangit sih...mau buat aku mendadak mendapat serangan jantung" ucap Rika dengan suara cempreng nya.
" Hahahaha...maaf yank, sekali kali ngeprank calon istri kan gak apa apa" sahut Firman yang sudah memeluk Rika karena ahkir nya Rika mau mempercepat pernikahan mereka.
" Makasih ya sayang, sudah mau mempercepat pernikahan kita, aku janji akan mengurus semua nya sesuai keinginan kamu" ucap Firman yang masih memeluk Rika.
Rika langsung melepas kan pelukan nya dari pelukan dari Firman.
" Ini juga pernikahan ku Bebh, aku juga mau mengurus nya, jadi kita sama sama mengurus nya ya, insya Allah Rika bisa bebh" sahut Rika yang langsung di angguki kepala oleh Firman sangking senang nya.
Di kediaman Atmaja, Ricki masih bertekak dengan Pandu dan Aldi soal pernikahan Firman yang akan di percepatan.
" Gak bisa gitu dong Ndu, Al, aku sudah bolak balil mempertanyakan kan pernikahan mereka kemarin kapan akan di langsung kan, dan Rika sendiri yang bilang kalau mereka masih lama untuk melangsung kan nya, tapi sekarang kenapa mendadak menjadi bulan depan begini" ucap Ricki.
Pandu hanya diam saja mendengar Ricki yang sudah seperti kebakaran jenggot mendengar tentang pernikahan Rika dan Firman.
Sedang kan Aldi hanga bisa menghela nafas nya karena melihay kekacauan pada diri sahabat nya Ricki.
" Emang sudah berapa persen persiapan pernikahan kamu dengan Naya Ki?" tanya Aldi.
Ricki langsung terdiam mendengar pertanyaan Aldi, Dia menatap wajah Pandu dan Aldi bergantian.
__ADS_1
" Hemmmmmm....belum ada sih, cuma aku berencena mau menemui WO besok dan mencetak undangan nya sekalian" ucap Ricki yang sudah takut takut karna tadi sudah heboh akan pernikahan Rika dan Firman.
Tapi nyata nya untuk pernikahan nya diri nya dengan Naya juga belum ada persiapan sedikit pun.
Pandu yang mendengar nya pengakuan Ricki kalau belum ada persiapan apa apa langsung menatap Ricki dengan tatapan yang sudah ingin memakan nya.
Sedang kan Aldi langsung melempar pulpen yang ada di atas meja kerja Pandu.
" Aku kira persiapan pernikahan mu dengan Naya audah beberapa persen, tau tau belum apa apa, jadi kenapa kamu heboh banget gini" ucap Aldi saat pulpen itu sudah mendarat tepat di kening Ricki.
" Maaf...tapi jelas lah aku heboh, karena aku juga mau menikah awal bulan besok, masa cuma karena pernikahan Rika dan Firma, aku harus ngalah" ucap Ricki masih heboh dengan pernikahan nya.
" Yang bilang kamu harus mengalah siapa?" tanya Pandu yang ahkir nya bersuara.
" Ya...ya..gak ada sih, cuma kan sudah di pasti kan kalau mereka menikah bulan depan, pasti akan bakalan sama kan sama pernikahan aku dan Naya, emang kalian gak mikir ke sana" ucap Ricki.
" Emang dalam satu bulan itu tanggal cuma satu, kamu bisa memilih tanggal yang baik untuk acara pernikahan kamu, dan kalian bicara kan baik baik dengan Firman agar tidak bentrok di tanggal yang sama, bagitu saja kamu pusing kan" ucap Pandu memberi tahu pada Ricki.
" Tapi tetap saja tidak enak Ndu, kalau aku duluan yang mengadakan resepsi pernikahan, dan Firman minggu depan nya, pasti aku merasa capek lah untuk menghadiri acara pernikahan Firman dan Ricki" ucap Ricki.
" Capek apa?" tanya Aldi.
" Capek untuk membuat Ricki junior lah, jadi apa lagi" sahut Ricki dengan wajah yang merasa tanpa bersalah.
Bersambung
Maaf..maaf banget baru bisa Up, Author benar benar ada pekerjaan mendadak yang gak bisa di tunda di dunia nyata author.
Ini pagi pagi buta author sempetin buat nulis demi readers tercinta.
Author janji setelah urusan author selesai,pasti akan Up setiap hari nya.
Jangan lupa untuk Like,Komen yang positif untuk karya Author dan Vote yang banyak ya.
Jangan lupa Kasih bunga dan kopi yang banyak plisssssss 🙏🙏
__ADS_1
Salam sayang Author untuk readers tercinta.
Love You More 😊😊