Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 33


__ADS_3

Siang ini di rumah sakit milik keluarga Azmi tiba tiba kedatangan pasien korban kecelakaan, Ara yang kebetulan selesai dengan praktek nya lebih awal, dan langsung ingin pulang ke rumah nya karena Ara tidak mau bertemu dengan Azmi.


Ara masih malu soal kejadian tadi malam dimana Ara ketahuan menguping oleh Azmi, maka dari itu Ara memilih untuk langsung pulang dari pada keburu Azmi menemui nya.


Namun saat Ara melewati koridor rumah sakit, langkah Ara terhenti saat seorang Suster memanggil nama nya dengan wajah yang begitu cepat.


" Dok...dokter Qiara" panggil suster yang bertugas berjaga di UGD.


" Iya ada apa sus?" tanya Ara yang melihat wajah suster begitu cemas saat memanggil diri nya.


" Dok tolong bantu para dokter UGD, kita kekurangan dokter saat ini dok karena lagi pada operasi dan praktek, kebetulan hanya dokter yang sudah selesai praktek dan visit" ucap suster dengan sedikit ngos ngosan karena habis lari lari mengejar Ara.


" Ada apa? apa yang terjadi?" tanya Ara sambil berjalan ke arah UGD di ikuti suster.


" terjadi kecelakan beruntun di simpang jalan besar dok, pasien semua di lari kan ke rumah sakit ini, karena rumah sakit ini yang paling dekat, saat ini kami membutuh bantuan dokter, karena dokter jaga yang ada di UGD tidak cukup dok karena terlalu banyak pasien" ucap suster memberi tahu.


" Astagfirullah, segera kamu panggil dokter yang sudah selesai visit lain nya, agar makin banyak yang membantudi UGD" ucap Ara dan langsung di angguki kepala oleh suster.


Ara masuk ke dalam UGD dan langsung melihat begitu banyak korban, ada yang sudah di tutup kain putih karena nyawa nya tidak tertolong saat di bawa ke rumah sakit, ada yang masih di periksa dalam keadaan keritis, namun mata Ara langsung tertuju pada seorang wanita hamil yang meraung kesakitan sambil melihat seorang lelaki yang terbaring di samping brangkar yang dia tiduri, dengan cepat Ara berlari ke arah wanita hamil itu.


" Ibu tenang kan diri ibu ya, tarik nafas dan jangan fikir kan yang aneh aneh. saya akan bantu ibu melahir kan" ucap Ara.


Namun Ara dengan cepat memeriksa sudah bukaan keberapa wanita yang hamil saat itu, saat hendak meriksa, Meli sahabat Ara yang kebetulan seorang dokter kandungan memanggil Ara.


" Ra gimana kondisi ibu ini?" tanya Meli.


" Mel, seperti nya ibu ini mau melahir kan, tolong kamu tangani, aku mau jahit bagian kepala ibu ini" ucap Ara dan langsung beralih ke kepala ibu itu dan Meli berganti ke tempat dimana posisi Ara sebelum nya.


Saat Meli mengambil kain kasa, kapas dan alkohol, Meli berteriak.

__ADS_1


" ra kita harus melakukan operasi secar, ibu ini tidak bisa melahir kan norml mengingat kondisi nya lemah seperti ini, bayi yang ada di dalam kandungan nya juga sudah sedikit lemas" teriak Ara.


" Ayo kita siap kan semua nya, agar kedua nya selamat" ucap Ara dan langsung di angguki kepala oleh Meli.


Para Dokter mondar mandir karena begitu sibuk dengan pasien, Azmi masuk ke UGD setelah mendengar ada korban kecelakaan di rumah sakit nya saat ini.


Azmi melihat wanita pujan hati nya sedang sibuk dengan tangan dan baju yang sudah berlumuran darah, namun saat Azmi melihat Ara dan Meli keluar membawa pasien, Azmi mencegah nya.


" Pasien ini mau di operasi?" tanya Azmi.


" Iya dok, ibu dan bayi nya sudah lemas" sahut Meli.


Azmi langsung membantu untuk di bawa ke ruang operasi, namun saat baru beberapa langkah, ibu hamil tersebut sudah menghembus kan nafas nya.


Ara yang pertama kali melihat itu langsung berhenti berlari dan menahan brangkar yang ia pegang.


" Kita sudah terlamat. ibu ini sudah meninggal" ucap Ara dan langsung memeriksa detak jantung ibu hamil tersebut.


Meli memeriksa bayi yang ada di kandungan ibu itu dan benar, kedua nya sudah tidak bernyawa, ada rasa raut wajah kesedihan di wajah Ara.


Dia keluar dari ruangan UGD dengan hati yang begitu sedih melihat begitu banyak pasien yang meninggal hari ini, namun langkah nya terhenti saat ada seorang pemuda yang menhenti kan langkah kaki nya.


" Dok..bagaimana keadaan kakak dan kakak ipar saya, kakak saya sedang hamil dok" tanya seorang pemuda tampan yang saat ini berada di hadapan Ara.


Deg


Mendengar kata hamil, Ara langsung melihat wajah pemuda itu, pemuda yang berada di hadapan Ara terkejut saat melihat wajah Ara.


Deg

__ADS_1


Cantik, ucap pemuda yang ada di hadapan Ara.


" Korban di dalam yang hamil cuma satu, dan kami tidak bisa menyelamat kan nya, maaf kan kami, kami tidak bisa menyelamat kan nya" ucap Ara dengan wajah yang sedih.


Pemuda yang tadi nya sempat terpesona sat melihat Ara, langsung tersadar saat mendengar nyawa kakak nya sudah tidak bisa di selamat kn.


" terus bagaimana dengan kakak ipar saya dan bayi nya dok?" tanya pemuda tersebut.


" Bayi yang ada di kandungan nya juga sudah tidak ada, dan kalau kakak ipar kamu, pasien sudah meninggal saat di bawa ke rumah sakit" ucap Ara yang langsung membuat pemuda yang ada di hadapan nya mengusap wajah nya.


" Ya Allah kak, maaf  kan Rendi kak, gara gara Rendi, kakak sampai seperti ini" ucap pemuda yang bernama Rendi.


" Kami turut berbela sungkawa, tapi ikhlas kan lah kakak kamu dan kakak ipar kamu, mereka sudah tenang sekarang, saya permisi dulu" ucap Ara langsung pergi meninggal kan Rendi.


Rendi melihat kepergian Ara, entah kenapa hati nya langsung tersentuh saat mendengar suara Ara dan melihat wajah Ara, tapi semua nya saat ini di lupakan dulu karena Rendi harus mengurus jenazah kakak nya dan kakak ipar nya serta keponakan nya untuk dikebumi kan.


Di toilet rumah sakit, Ara sedang mencuci tangan dan tak lama Meli datang dan ikut mencuci tangan nya di samping Ara.


" Kamu kenapa Ra? sedih karena tidak bisa menyelamat kan pasien tadi?" tanya Meli.


Ara hanya menjawab dengan mengangguk kan kepala nya, dia menghadap Meli yang measih membersih kan tangan nya.


" Kamu tahu Mel, ini adalah pengalaman terburuk ku saat tidak bisa menyelamat kan nyawa pasien, apa lagi tadi kamu lihat kan di UGD, banyak sekali nyawa yang tidak tertolong" ucap Ara dengan menghela nafas nya.


" Aku sampai tidak tahan saat keluar dari UGD, mendengar teriakan keluarga pesien karena mendengar kabar kalau keluarga nya tidak ada lagi, hemmm aku benar benar gak tega lihat nya" sambung Ara.


" Terus siapa pria tampan yang berbicara dengan mu tadi?" tanya Meli.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2