
" Kita mau nyumbangin suara kita malam ini, tapi bukan buat pasangan yang baru bertunagan, lagu ini khusus buat kita saja, ya kan By" ucap Ara dan membuat Azmi tersenyum menjawabnya.
Andra yang mendengarnya begitu kesal, " Sebenarnya ini acara siapa sih, kok pada numpang buat eksis juga, gak Haikal gak kak Ara sama aja" ucap Andra dengan wajah kesal.
Tiara yang berada di samping Andra hanya bisa menggeleng kan kepalanya melihat calon suaminya yang sudah Bete.
Musik pun langsung terdengar, Ratu tersenyum mendengar lagu yang akan di bawa kakaknya, karena tiga hari yang lalu Ara minta di ajari lagu versi regeea.
Semua yang ada di ball room tak sabar mendengar lagu apa yang dinyanyikan kedua pasangan yang begitu serasi di pandang mata itu.
Ara
Kelap-kelip di tengah-tengah laut
Lampu perahu nelayan (nelayan)
9000 bintang (bintang)
Sempurna bentuk bulan (bulan)
Perhiasan malam
Azmi
Batang-batang panjang pohon kelapa
Ara
Kerang-kerang di pasir putih (pasir putih)
Azmi
Di antara mereka (mereka)
Kita duduk berdua (dua)
Menyanyikan lagu cinta
Azmi
Ya-o-o, asyiknya menikmati malam
Indah pantai, indah laut, suasana sunyi
Ya-o-o, asyiknya menghabiskan malam
Ara
__ADS_1
Rindu aku, rindu kamu jadi satu
Azmi
Ketika tiba-tiba ombak di laut pasang
Ara
Cinta kita berdua juga pasang, sayang
Azmi
Ketika tiba-tiba ombak di laut surut
Ara
Cinta kita berdua tetap pasang
By, Rindu aku rindu kamu versi reggea
Semua bertepuk tangan setelah Ara dan Azmi selesai bernyanyi, walau pun suara Ara tidak begitu bagus, tapi setidaknya tertutupi dengan suara Azmi yang lumayan bagus.
Ratu mengacungkan jempol nya karena kakaknya sukses bernyanyi dan begitu romantis saat di atas panggung.
" Adek yang ngajarin mereka" tanya Haikal.
" He'eem, kak Ara ingin menyumbangkan suaranya juga katanya, yauda Adek kasih lagu itu aja, lagu jadul tapi Adek buat versi baru, keren kan" jawab Ara.
Ratu tertawa mendengar ucapan Haikal, " Nanti kita buat juga lagu yang lebih romantis kak" sahut Ratu.
Di lain sisi, cahaya yang sedari semakin pusing langsung merangkul tangan Raja yang berdiri tepat di sampinnya. Raja yang terkejut karena pegangan tangan istrinya begitu kuat langsung menoleh ke arah Cahaya.
" Sayang kamu gak apa apa kan?" tanya Raja khawatir.
" Gak apa apa Aii, Aya pengen duduk aja deh" sahut Cahaya.
Raja pun langsung menudukkan Cahaya di kursi dekat mereka berdiri, wajah Cahaya terlihat pucat walau pun masih ada make up di wajahnya.
Mama Kia yang melihat menantunya sepertinya tidak sedang baik baik saja langsung menghmapiri Raja dan Cahaya.
" Sayang kamu kenapa? muka kamu pucat sekali sayang" tanya mama Kia.
" Aya gak kenapa napa kok Ma, mungkin sedikit lelah saja" jawab Cahaya dengan senyuman agar tidak membuat mama mertuanya khawatir.
" Raja sebaiknya kamu bawa Cahaya istirahat saja ke kamar kalian, lagian acara intinya juga sudah selesai kan, mama gak mau kalau Cahaya makin kelelahan" perintah mama Kia.
" Iya ma, tadinya Raja emang mau bawa Aya masuk kamar diluan" sahut Raja.
__ADS_1
" Ayo sayang" ajak Raja.
Cahaya langsung menurut saja, karena saat ini Cahaya sudah tidak sanggup untuk berlama lama di tempat itu, kepalanya semakin pusing, perutnya begitu mual mencium berbagai aroma parfum yang terkumpul jadi satu.
Raja menggengam tangan Cahaya dan merasakan begitu dingin, " Sayang tangan kamu dingin banget, muka kamu juga sampai keringat gini" ucap Raja yang melihat wajah Cahaya di penuhi keringat dingin.
Dengan cepat Raja ingin mengendong Cahaya karena sedari tadi Cahaya hanya diam saja, saat memasuki lift Raja ingin menggedong Cahaya, namun belum apa apa Cahaya sudah pingsan diluan dan membuat raja langsung terkejut dan panik seketika.
" Sayang, sayang kamu kenapa? sayang bangun yank, jangan buat Aii khawatir, pliss bangun sayang" ucap Raja sambil menempuk wajah Cahaya.
Raja menatap seklilingnya, namun tidak ada orang, suara dentuman musik dari ball room begitu terdengar di tempat Raja memangku Cahaya.
Raja langsung mengambil ponselnya yang berada di kantong celananya, dengan cepat Raja menelpon Haikal untuk membantu membawa Cahaya ke rumah sakit.
Haikal yang sudah mendapat kabar dari Raja langsung berlari ke luar hotel, Raja juga sudah keluar melewati jalur lain agar tidak membuat acara menjadi kacau.
" Cepat buka pintunya Kal" teriak Raja saat melihat Haikal berlari ke arah mobil Raja.
" Apa yang terjadi? kenapa Aya tiba tiba bisa pingsan" tanya Haikal yang sudah duduk di balik kemudi.
" Aku juga tidak tahu, tiba tiba saja Cahaya pingsan" jawab Raja yang masih berusaha membangun kan Cahaya.
Ratu yang di beritahu Haikal langsung memberikan kabar tidak baik ini pada kedua orang tuanya, alangkah terkejutnya mama Kia dan papa Pandu.
" Ayo kita rumah sakit sekarang Pa, mama khawatir dengan menantu kita" ajak mama Kia.
" Iya sayang, sabar ya, kita pamit pada mama dulu" ucap Pandu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh mama Kia.
Pandu dan Kia kini sudah berada di mobil setelah izin oleh Oma Dewi, mereka tetap menyuruh di lanjutkan sampai selesai, urusan Cahaya biar mereka yang menangani.
Mobil yang di kenderai Haikal sudah tiba di rumah sakit milik keluarga Atmaja, dengan cepat Raja berlari sambil menggendong Cahaya.
" Dokter, dokter tolong istri saya" teriak Raja.
Para dokter yang berada di UGD langsung bereaksi ketika mendengar suara anak dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.
" Letakkan di sini nona Cahaya Tuan" ucap salah satu dokter.
Dengan cepat Raja meletakkan Cahaya di barangkar rumah sakit, para dokter dan suster langsung menyorong brangkar tersebut masuk ke dalam UGd, Raja yang hendak masuk langsung di stop oleh salah satu dokter wanita yang bertugas.
" Maaf Tuan, sebaiknya tuan tunggu di luar, biar kita yang bekerja di dalam" ucap salah dokteryang mencegaf Raja masuk/
" Apa kau gila, istriku sedang membutuhkan ku di dalam, siapa kau yang berani melarang ku masuk" bentak Raja dengan emosi.
" Ja, tenang kan dirimu, biar kan dokter yang periksa Cahaya, kita tunggu di luar" ucap Haikal menegahi.
" tapi" perkataan Raja di potong Haikal.
__ADS_1
" Percaya kan pada dokter Ja" potong Haikal yang membuat Raja langsung terdiam.
bersambung.