
Pasangan pengantin baru yang baru saja selesai jalan-jalan setelah mereka sampai di Labuhan Bajo sekarang sedang makan malam di tempat hotel yang saat ini mereka singgahi.
Raja begitu bahagia melihat kebahagian di wajah Cahaya, kini Cahaya sudah tak bersedih lagi semenjak permasalahan toko kuenya sudah di renovasi.
" Aii seeprtinya punya kamu lebih enak deh makanannya" ucap Cahaya saat melihat menu yang di pesan Raja.
" Kamu mau, ambil saja sayang" sahut Raja.
" Emang boleh?" tanya Cahaya menatap makanan yang ada di piring Raja begitu menggugah seleranya satat ini.
" Boleh lah, sini Aii suapi sekalian" ucap Raja dan Cahaya begitu senang dan mendekat pada Raja untuk menerima suapannya.
Setelah makan malam, kini Raja Cahaya langsung masuk ke dalam untuk membersihkan tubuh mereka.
Cahaya diluan yang membersihkan tubuhnya, sedangkan Raja menunggu nya sambil melihat ponselnya dan melihat kiriman email yang sudah di kirim Haikal dan Andra soal kerjaan di kantor.
Setelah mengecek, Raja yang mendengar suara pintu terbuka langsung mengalihkan pandangannya ke arah Cahaya, senyuman langsung melekat di bibir Raja saat melihat wajah segar Cahaya selesai mandi.
" Sudah selesai" tanya Raja menatap wajah cantik Cahaya tanpa make up, benar benar cantik natural dalam hati Raja.
" Sudah, sekarang giliran Aii" sahut Cahaya.
__ADS_1
" Oke, Aii mandi dulu ya" ucap Raja nmelangkah kan kakinya ke kamar mandi.
Cahaya langsung menyiapkan pakaian buat Raja di atas tempat tidur, setelah itu Raja langsung memakai pakaiannya sendiri yang sebelumnya berpakaian, Cahaya baru mengenakkan handuk jubah untuk menutupi tubuh polosnya.
Baju tidur sutra berbentuk kimono dengan ikatan di samping berwarna pink menjadi pilihan Cahaya malam ini, Ia tersenyum sendiri melihat baju yang tidak terawang namun tetap nampak keseksiannya jika di pakainya, dengan belahan dada yang terlalu rendah dan tidak menutupu pahanya dengan sempurna.
Setelah memakai pakaiannya, Cahaya senagaja membiarkan rambut indahnya tergerai begitu saja, dengan langkah pasti, Cahaya langsung keluar kamar menuju balkon untuk menunggu suaminya dan menteralkan detak jantungnya yang entah kenapa setelah memakai pakaian tidur tadi menjadi mendadak degdegan.
Angin langsung menerpa wajah Cahaya dan membuat rambutnya terbang akonat hembusan angin, Caha menutup matanya merasakan sejuknya angin malam yang menerpa kulitnya.
Sedangkan Raja yang baru selesai mandi, dan tidak mielihat keberadaan istrinya langsung melihat ke sekliling kamar, matanya tertuju pada pintu balkon kamar yang terbuka, dengan segera Raja memakai pakaiannya yang sudah di siapkan istrinya terlebih dahulu.
Setelah selesai, Raja menuyul Cahaya ke balkon, namun saat sampai di depan pintu, mata Raja membula sempurna melihat Cahaya dari samping, dengan di bantu dengan sinar rembulan, Raja menatap Cahaya bak peri malam yang begitu indah di pandang mata.
Raja langsung memeluk Cahaya dari belakang dan mencium aroma Cahaya dari yang begitu harus di rasa Raja, membuat Cahaya terkejut namun Cahaya langsung tersenyum.
" Kenapa keluar sayang, di sini dingin" ucap Raja tepat di telinga Cahaya yang membuat Cahaya langsung merinding seketika.
' Aya sedang menunggu Aii mandi, dan ingin melihat pamandangan di malam hari dari sini" sahut Raja.
Namun Raja sudah tidak bertanya kembali, Ia sudah menurunkan ciuamannya tepat di balik telinga Cahaya dan menggeser rambut Cahaya kesamping, di kecupnya leher putih Cahaya dan membuat Cahaya seperti tersengat listrik.
__ADS_1
Cahaya langsung membalikkan tubuhnya dan memeluk Raja seketika, Raja tersenyum dan langsung membalas pelukan Cahaya, kini keduanya terdiam saling memeluk dan merasakan getaran halus yang kini merambat kedalam sanubari mereka, namun tak lama Raja langsung mengangkat tubuh Cahaya dan membawanya masuk ke dalam kamar, dengan menendang pintu balkon dengan kakinya, maka pintu Balkon sudah tertutup sempurna.
Raja meletakkan Cahaya begitu pelan di atas kasur, kemudian Raja pun ikut berbaring di samping Cahaya, keduanya terdiam saling mengatur napas yang sedang memburu. Raja melirik Cahaya kemudian menarik Cahaya kedalam pelukannya, di hirupnya kembali aroma tubuh Cahaya yang begitu lembut dari tubuh Cahaya.
Kini raja sudah menlancarkan sentuhan lembut bibirnya di sekitar tengkuk Cahaya, lalu turun ke leher, Naya terdiam menikmati sentuhan yang di berikan oleh Suaminya,
Keduanya berpandangan lekat untuk sesaat, hingga ahkirnya bibir Raja menyergap bibir ranum Cahaya, ********** dengan lembut, Awalnya Cahaya diam saja karena dia tidak begitu mengerti, namun lama kelaman Cahaya juga ikut menggerakkan bibirnya mengikuti Raja.
Raja memperdalam ciumannya dan menahan tengkuknya, menekan dan semalin menjelajah masuk ke dalam munlut manis Cahaya.
Cahaya memejamkan matanya saat bibir Raja mulai turun kedaerah bawah, nafasnya mulai berat, tubuhnya seketika menjadi tegang dan bergetar, dan ******* keluar dari mulut Cahaya, Raja semakin tak terkendali dengan sekali gerakan Raja melepaskan tali yang melekat di baju tidur Cahaya.
Bibir Raja tiada henti menciumi leher jenjang Cahaya yang putih mulus, dan meninggalkan banyak jejak di sana, dengan perlahan namun pasti, Raja membuka baju tidur Cahaya, hingga membuat tubuh Cahayasemakin tegang.
" Sayang bolehkan Aii minta hak Aii malam ini?" tanya Raja dengan menatap wajah Cahaya yang sudh sayu, begitu juga dengan wajahnya yang sudah tak tahan menahan gairah.
Cahaya menganggukan kepalanya, senyuman langsung terbit di bibir Raja dan kembali mencium bibir ranum Cahaya. Dan ahkirnya malam ini Cahaya dan Raja melakukan malam pengantinnya mereka yang sudah lewat beberapa hari.
Malam ini menjadi saksi dan akan menjadi malam yang selalu di ingat oleh kedua pasang suami istri yang begitu saling mencintai.
Hampir 3 jam lebih pasangan pengantin baru itu menikmati malam pertama mereka, Raja tiada henti menikmati sensasi kenimkatan tubuh Cahaya seakan menjadi candu bagi dirinya.
__ADS_1
Dan kini Cahaya sudah tertidur lemas setelah menyelesai kan melayani suaminya, Raja yang masih terjaga tersenyum mengingat malam panas mereka dan melihat noda darah tanda Cahaya telah menjaga miliknya untuk Raja seorang, setelah itu Raja ikut memejamkan matanya dan memeluk Cahaya sebagai guling hiudpnya.
Bersambung.