Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 190


__ADS_3

Setelah selesai membicarakan soal lamaran Arti, Tiara langsung menyusul kakaknya yang berada di kamar.


Tok


Tok


Tok


"Kakak sudah tidur?" tanya Tiara.


Tidak ada sahutan dari dalam kamar, namun tiba-tiba pintu kaar terbuka dan memperlihatkan Wisnu yang baru saja selesai sholat isya.


" Ada apa?" tanya Wisnu sambil melipat sajadah yang baru saja ia pakai.


Tiara tersenyum melihat perubahan yang dialami oleh kakaknya sekarang, lagi-lagi dirinya mengucap syukur karena sudah memberikan hidayah pada kakaknya untuk bertaubat.


" Boleh Tiara masuk?" Tanya Tiara yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Wisnu.


Tiara duduk di ujung tempat tidur,sedangkan Wisnu duduk di kursi yang ada di dalam kamar tersebut.


" Ada apa sih? kenapa kamu liatin kakak begitu kali?" tanya Wisnu menatap wajah Tiara.


" Apa yang sedang kakak sembunyikan dari aku kak?" tanya Tiara menatap wajah kakaknya.


Wisnu terdiam sejenak dan menatap ke arah Tiara kemudian dia langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Gak ada yang kakak sembunyikan dari kamu" jawab Wisnu yang langsung mmebuat Tiara menghela nafas.


" Aku tau kakak gimana? kita dari kecil bersama kak, dan aku tahu kalau kakak saat sedang menyembunyikan sesuatu dari ku" ucap Tiara menatap Wisnu begitu dalam.


" Apa ini ada kaitannya dengan Arti?" tho the point Tiara yang langsung mmebua Wisnu menatap Tiara.


" Ck, tidak ada apa-apa Tiara, sebaiknya kamu tidur gih, entar suami kamu nungguin kamu lagi" usir Wisnu dan langsung menarik tangan Tiara keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Dengan sikap kakak begini, itu berarti tebakan aku benar kak" ucap Tiara namun tidak di jawab Wisnu malah langsung menutup pintu begitu saja.


Tiara hanya menatap pintu kamar yang sudah tertutup dengan helaan nafas yang dalam, namun saat Tiara akan berbalik ke kamarnya, tiba-tiba Tiara terkejut dengan adanya Cahaya di belakangnya dan menatap Tiara dengan tatapan seperti ada yang ingin di tanyakan.


" Cahaya, kamu sbelum tidur?" tanya Tiara sedikit gugup.


" Belum, aku tadi baru dari dapur buat ambil minum" jawab Cahaya dan langsung mengarahkan matanya ke arah pintu kamar WIsnu. Tiara mengikuti arah mata Cahaya yang sedang melihat ke arah pintu kamar kakanya.


" Ada apa Ya?" tanya Tiara.


" Seharusnya aku yang bertanya dengan kamu Tiara? apa benar yang kamu katakan tadi saat kamu keluar dari kamar kakakmu" Cahaya kembali bertanya.


Tiara tidak menjawab, ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan lagi-lagi hanya helaan nafas saja yang bisa di buatnya.


" Tiara" panggil Cahaya yang sudah ingin tahu.


" Sebaiknya kita jangan cerita di sini Ya, kita ke taman belakang saja ya?" aja Tiara yang langsung di jawb anggukan kepala oleh Cahaya.


Mereka jalan berdampingan menuju ke taman belakang, sedangkan para suami sedang menunggu kehadiran para istri istri mereka di kamar masing-masing.


Sedangkan di kamar lain, Andra yang sudah mengganti baju tidurnya, dan bersiap ingin tidur melihat ke arah ke arah pintu kamar yang dari tadi tidak kunjung terbuka.


" Tiara kemana sih? masa bicara sama Wisnu gak kelar-kelar. apa dia tidur ketiduran di sana? aku harus sususlin ini, masa iya dia tidur dengan kakaknya" ucap Andra yang langsung turun dari tempat tidur.


Sedangkan di taman, Tiara meneritakan pada Cahaya tentang perasaannya yang melihat kalau Wisnu kakaknya ada hati pada Arti, tapi itu hanya perasaannya saja karena melihat dari gerak gerik dan reaksi kakanya saat melihat kedatangan Arti dan juga Yusuf tadi.


" Apa kamu yakin dengan yang kamu katakan ini Tiara? aku takut ini hanya perasaan mu saja, dan Arti juga sebentar lagi ingin menikah dengan lelaki pilihannya, jadi sebisa mungkin kamu harus menasehati kakak kamu agar tidak berbuat sesuatu seperti yang pernah dia lakukan dulu' ucap Cahaya yang langsung membuat Tiara menundukkan kepalanya mengingat kejahatan yang pernah kakaknya lakukan dulu.


Namun tiba-tiba...


" Aku bukan Wisnu yang dulu Ya" ucap Wisnu yang mengagetkan  Cahaya dan Tiara.


Cahaya melihat di belakang sudah ada suaminya, Wisnu dan Andra yang sedang berjalan ke arah mereka duduk.

__ADS_1


" Aii" panggil Cahaya.


" Kenapa malam-malam malah ngobrol di sini sayang, gak baik buat kamu dan calon anak kita" tegur Raja yang langsung membuat Cahaya sedikit takut, sedangkan Tiara merasa tidak enak pada raja.


Andra mendatangi Tiara dan memeluknya pinggang Tiara dari samping, " kalau mau bicara jangan malam-malam sayang, besok kan bisa di bicarakan,lagian kenapa kalian malah ngurusi percintaan ni orang, entar dia juga dapat jodohnya, dia aja yang bodoh, ada wanita yang begitu mencintainya malah di anggurin" ucap Andra yang langsung membuat Wisnu menatap kesal ke arah adik iparnya itu.


" Sudah malam, sebaiknya kita istirahat sekarang, besok kita akan beraktifitas seperti biasa" ajak Raja yang langsung mennutun tangan Cahaya masuk ke dalam rumah, begitu juga dengan Andra. tinggallah Wisnu sendiri yang berada di taman belakang dan duduk di bangku yang di duduki Cahaya dan Tiara tadi sambil menatap ke arah langit yang bertaburkan bintang dan bulan.


"Aii Aya minta maaf uda buat Aii nyusul ke taman" ucap Cahaya dengan wajah di buat selucu mungkin.


Raja awalnya hanya menatap sang istri dengan tatapan biasa saja, namun Cahaya yang melihat wajah suaminya tidak ada reaksi langsung memeluknya agar Raja mau mau memaafkan dirinya.


" Aii jangan diam aja dong" ucap Cahaya lagi yang langsung membuat Raja tersenyum lucu melihat tingkah istrinya.


" Aii gak marah sayang, cuma Aii kesal lihat kamu yang malah keluyuran malam-malan di taman, malah ngurusi percintaan orang lagi" sahut Raja sambil menoel hidung mancung sang istri.


" Aya cuma gak mau hal yang dulu akan terulang lagi Aii, makanya Aya langsung berbicara pada Tiara tadi" ucap Cahaya memberitahu.


" Sebagai hukumannya, Aii mau jenguk baby kita dan gak ada penolakan" ucap Raja dengan tersenyum genit.


" Yee itu mah maunya kamu Aii" sahut Cahaya yang langsung mendapat kekehan dari Raja dan mengendong sang istri untuk ke atas tempat tidur.


Begitu juga di kamar Andra dan Tiara, Andra pura-pura ngambek karena sudah lama menunggu Tiara tapi malah asik berbicara dengan Cahaya di taman.


" Maaf sayang, janji gak buat nunggu kagi deh" bujuk Tiara.


" Kamu kejam banget yank, aku nungguin kamu loh, ehk kamu malah ngerumpi sama Aya di taman, yang di bahas malah gak penting lagi" ucap Andra yang masih pura-pura ngambek.


" Maaf" cuma satu kata yang keluar dari mulut Tiara.


Andra yang melihat wajah sedih sang istri tersenyum geli, kemudian di pegang kedua bahu Tiara dan langsung membuat Tiara melihat ke arah Andra.


" Sebagai hukumannya, kita wajib begadang lagi malam ini" ucap Andra yang langsung mendapat kekehan lucu dari Tiara.

__ADS_1


" Bilang aja itu mau kamu yank" sahut Tiara yang langsung mmebuat Andra tertawa dan meluncurkan aksinya.


Bersambung.


__ADS_2