
Setelah Haikal pergi, tak lama Andra pun juga pergi meninggalkan bengkelnya, Andra melajukan mobil sportnya ke arah supermarket yang letaknya tak jauh dari bengkelnya.
Setelah sampai, Andra langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan supermarket dan langsung masuk ke dalam, Andra masuk ke dalam tempat khusus menjual minuman, dengan memasukkan berbagai minuman dari yang hanya air mineral sampai minuman yang berasa buah, tak lupa juga Andra membeli kopi yang sudah siap minum, setelah itu Andra kembali melajukan trolynya ke arah makanan.
Andra memasukkan berbagai cemilan dengan asal ke dalam trolynya, namun tiba tiba gerakan tangan nya terhenti saat ada yang memanggilnya.
" Andra" panggil seseorangdari arah belakang Andra.
Deg
Entah kenapa Andra seperti mengenali suara yang memanggilnya, dengan perlahan Andra membalikkan tubuhnya dan langsung terdiam terpaku menatap seseorang yang sedang tersenyum manis di hadapannya saat ini.
Jantung Andra mendadak berdetak dengan begitu cepat, Andra langsung memegangi dadanya untuk merasakan detakan jantung dirinya sendiri, namun matanya masih menatap seseorang yang selalu ada di pikirannya selama Ia berada di Jerman.
Jantung ini berdetak gak normal, sama persisi dengan yang di katakan Haikal tadi, apa aku beneran jatuh cinta dengan dia, tapi lihat dia tersenyum manis begitu aku seolah diabetes saat ini, batin Andra yang masih mematung menatap seseorang yang sudah berdiri tepat di hadapannya.
" Ndra kamu gak apa apa kan?" tanya orang yang ada di hadapan Andra sambil mengayunkan tangannya tepat di tangan Andra, sehingga membuat Andra langsung tersadar.
" Hahk, aa-ku,,aku gak apa apa kok" jawab Andra sedikit gugup.
" Sendiri aja Ndra?" tanya Tiara yang saat ini melihat sekeliling di tempat belanja.
" Iya Ra, Haikal sedang jemput wanita pujaan hatinya, kalau Raja pasti kamu tahulah, dia di toko kue Cahaya lagi melepas rindu" ucap Andra memberitahu yang langsung di jawab dengan anggukan kepala Tiara dengan tersenyum.
Sama kayak aku Ra, yang saat ini melepas rindu, ahkirnya bisa melihat kamu dari jarak yang dekat, batin Andra
Tiara melihat isi troly Andra yang begitu banyak berisi makanan ringan dan berbagai minuman.
" Banyak banget Ndra belanjanya, buat stock di rumah? bukannya sudah ada yang khusus mengantar minuman dan makanan ke rumah kamu ya?" tanya Tiara.
Andra melihat isi troly yang ada di sebelahnya, " Ini buat karyawan bengkel Ra, mereka kan sudah giat buat kerja dengan susah payah, sesekali memanjakan mereka gak apa apa lah, lagian selama kami di Jemran kemarin kami gak pernah belanjain mereka" ucap Andra memberitahu.
" Kamu lagi belanja juga Ra" tanya Andra.
" Iya lah belanja Ndra, kan ini di supermarket?" ucap Tiara dengan kekehannya.
Andra hanya bisa mengaruk tengkuknya yang tidak gatal karena malu dengan pertanyaan nya.
" Oia selamat ya atas kelulusan kamu dan yang lainnya di Jerman, aku baca berita kalian loh di majalah, keren banget kalian" ucap Tiara memberikan selamat.
" Ahk kamu bisa aja Ra, kamu juga kan sama, lulus dengan nilai terbaik kan!" sahut Andra yang langsung mmebuat Tiara mengerutkan keningnya.
" Kamu tahu dari mana Ndra kalau aku lulus dengan nilai terbaik?" tanya Tiara yang membuat Andra gugup seketika.
__ADS_1
Ya ampun mati lah aku, kenapa aku malah bicara gitu, kan bisa ketahuan kalau aku sering lihat instagramnya diam diam saat di Jerman, batin Andra.
" Ohh itu Ra, dari Cahaya, iyaa dari Cahaya" ucap Andra asal.
Maafkan aku Ya, aku jadi bawa bawa kamu,batin Andra
Cahaya yang saat ini sedang makan di kafe berdua dengan Raja langsung bersen saat namanya di sebut Andra.
Hatciim
Hatciim
Raja langsung melihat Cahaya yang bersin tiba tiba, " Sayang kamu kok jadi bersin bersin gini, perasaan tadi gak kenapa napa? kamu sakit sayang?" tanya Raja dengan wajah khawatir.
" Gak Aii, Aya baik baik aja kok, mungkin lagi ada yang omongin Aya ni" sahut Cahaya yang membuat Raja mengerutkan keningnya mendengar jawaban Cahaya, apa hubungannya fikir Raja.
Sementara Tiara yang mendengar jawaban Andra hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya.
" Oia Ndra aku balik diluan ya, aku harus kembali ke kantor, takutnya kak Wisnu nungguin aku" pamit Tiara.
" Kamu sekarang uda ngantor Ra?" tanya Andra.
" Iya Ndra, aku membantu kak Wisnu meneruskan perusahaan alm papaku" ucap Tiara mmeberitahu.
Sementara dari kejauhan seseorang yamg melihat Andra dan Tiara hanya bisa tersenyum miris.
" Aku ini apalah, hanya pegawai toko kue biasa, mana mungkin Andra juga mempunyai perasaan yang sama seperti aku, jangan mimpi Arti, mimpi mu terlalu jauh untuk kau gapai" ucap Arti melihat Andra yang sudah melanjutkan kembali belanja nya.
Saat Andra dan Tiara berbicara, Arti juga berada di sana untuk belanja bahan bahan kue yang sudah hampir habis, biasanya Ia di temani oleh Cahaya, tapi karena Cahaya sedang pergi dengan Raja, alhasil Arti pergi sendiri dan malah membuat hatinya sakit karena bertemu dengan Andra yang kelihatannya begitu bahagia saat ketemu Tiara.
****
Saat ini Raja sedang berjalan ke ruangan papanya bekerja, sehabis Raja makan siang bersama Cahaya dan mengantar Cahaya kembali ke toko kue nya, Raja melajukan mobilnya ke arah gedung Atmaja Group untuk menemui papanya.
" Papa ada di dalam kan bang" tanya Raja pada sekeretaris Pandu.
" Iya Ja, papa kamu ada di dalam, masuk saja" sahut Azkha sekeretaris Pandu.
" Oke, makasih bang" sahut Raja dan langsung berjalan ke pintu ruangan papanya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
" Masuk" ucap Pandu dari dalam.
Raja pun langsung masuk dan melihat papanya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Pa" sapa Raja yang langsung membuat Pandu mengangkat kepalanya dan melihat kembarannya ada di dalam ruangannya.
" Ja, tumben kamu kesini, Ada apa?" tanya pandu yang langsung melanjutkan pekerjaan nya.
Raja duduk di depan meja Pandu sambil melihat papanya berkutut dengan laptop yang ada di hadapannya.
" Sibuk banget ya Pa?" tanya Raja.
" Tidak, tinggal sedikit lagi, ada apa sih? sepertinya penting banget" tanya Pandu yang langsung menutup lapotopnya dan menatap putra nya sejenak, setelah itu langsung beranjak ke sofa dan di ikuti oleh Raja.
" Pa, Raja mau segera menghalalkan Cahaya" ucap Raja langsung dan membuat pandu tersenyum menatap putranya yang saat ini sudah dewasa di matanya.
" Secepat itu?" tanya Pandu.
" Pa kita sama sama sudah dewasa, lagian Raja sudah lulus kuliah kan, kalau untuk S2 Raja di sini saja lah Pa, sekalian mengurus perusahaan papa" ucap Raja yang membuat Pandu langsung tertawa.
" Ternyata putra papa memang sudah gak tahan buat menikah, baiklah nanti kita bahas di rumah ya, tapi tetap dengan ada syarat nya Ja" ucap Pandu yang membuat Raja langsung menarik nafas dengan dalam dan mengeluarkan nya perlahan.
" Papa atur saja lah, lagian udah saat nya Raja yang megang perusahaan ini kan" ucap Raja.
" Terus bagaimana dengan bengkel kalian" tanya Pandu.
" Itu Biarkan saja Pa, buat bantu orang juga ngasih lowongan pekejaan, lagian hasil dari bengkel juga kita buat untuk saling berbagi" ucap Raja yang membuat Pandu menagnggukkan kepalanya.
" Yasudah nanti kamu akan papa letak jadi wakil CEO papa, dan asisten kamu pastinya Haikal bukan" tanya Pandu yang langsung di angguki kepala oleh Raja.
Kalau Andra gak usah di tanya ya, dia emang gak kuliah di bisnis sama seperti Raja dan Haikal, dia kuliah menjadi Arsitek kan, jadi Andra tetap ambil alih perusahaan di keluarga Atmaja tapi di bagian lain dan dengan posisi yang sama juga dengan posisi papa Bimanya.
" Oke kalau begitu, nanti malam kita bahas sehabis makan malam, Oma pasti senang mendengar cucu nya akan menikah" ucap Pandu yang membuat Raja tersenyum dan berjalan ke arah papanya dan memeluk dengan erat.
" Makasih Pa sudah mau mengerti Raja" ucap Raja yang di jawab tepukan lelaki oleh Pandu.
" Pasti lah, kamu kan jantungnya papa, sama seperti mama dan adik kamu" sahut Pandu yang membuat Raja tersenyum.
bersambung.
__ADS_1