Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 146


__ADS_3

Kia dan Anita melanjut kan memasak mereka, sedang kan Ara entah uda kabur kemana, tak lama masakan Kia dan Anita sudah selesai dan mereka langsung menuju kamar mereka untuk membersih kan tubuh mereka karena gerah selesai memasak.


Sementara masakan yang sudah selesai di masak, di susun oleh para bibi ke atas meja makan.


Semua makanan sudah tersusun rapi di atas meja makan, satu satu anggota keluarga Atmaja turun untuk makan malam.


Kia langsung melayani suami nya untuk mengambil kan makanan untuk Pandu, begitu pun dengan Anita yang mengambil kan makanan untuk Bima dulu baru kemudian untuk anak nya, dan hal itu juga di lakukan oleh mama Dewi.


mereka makan dengan nikmat, karena memang masakan Kia dan Anita sangat lezat, Anita dulu gak begitu pintar memasak, tapi saat Kia sudah hadir di keluarga Atmaja, Anita langsung sering sering belajar pada Kia, sehingga sekarang Anita jadi jago masak nya sama seperti Kia.


" Sayang usia kandungan kamu sudah mau masuk 6 bulan kan, sebentar lagi tujuh bulan, kita ada kan syukuran tujuh bulanan ya sayang, biar kamu dan calon cucu oma di lindungi Allah" ucap mama Dewi saat mereka sudah selesai makan dan duduk di ruang keluarga.


" Kia ikut aja Ma, dan Kia juga ikut apa kata mas Pandu aja Ma" sahut Kia lalu melihat ke arah suami nya.


"Mas mau panggil anak yatim aja sayang, kita adakan syukuran nya dengan anak yatim di rumah ini saja" ucap Pandu kemudian mengelus perut buncit Kia.


" Yasudah nanti biar mama dan papa yang urus persiapan nya kalau uda mau mendekati tujuh bulanan Kia ya" ucap mama Dewi dengan senang.


" Iya Ma, nantik Kia bantu juga ya biar mama sama papa gak kecapean" sahut Kia dengan lembut.


" Mama sama papa mana capek dek, kan yang kerja mulut tinggal tunjuk tunjuk doang, yang kerja pasti orang suruhan papa dan mama dek" ucap Anita menimpali.


Semua yang mendengar perkataan Anita langsung tertawa karena lucu.


Ara yang asik mewarnai langsung memberhentikan aktifitas nya dan langsung berjalan ke arah papa nya.


" Papa" panggil Ara dengab manja.


" Iya sayang kenapa?" tanya Bayu dan langsung memangku putri kecil nya itu.


" Pa..Papa beli kan mama makanan biar bisa di makan sama mama trus nantik bisa jadi adeq kayak tante Kia dong, Ara juga mau punya adeq yang bisa keluar dari perut mama" ucap Ara dengan lugu nya.


Semua yang mendengar ucapan Ara sontak terkejut, Semua langsung sontak menatap ke arah Ara kenapa bisa berbicara seperti itu, sedang kan Anita dan Kia sedikit pucat mendengat perkataan Ara.


*Ya ampun ini anak kenapa cepat sekali sih nangkap nya, dan kenapa langsung bicara begitu lagi sama semua nya, gumam Anita.


Qiara..ternyata diam kamu tadi berfikir tentang ini Nak, gumam Kia menatap ke arah Ara*.


" Kenapa Ara bicara nya gitu, emang siaoa yang bilang?" tanya Bima.


" Mama sama tante Kia pa" jawab Ara dengan polos nya.

__ADS_1


Semua langsung menatap ke arah Kia dan Anita, dan yang di tatap pun langsung gugup seketika.


" Sayang" panggil Pandu.


Kia langsung menelan ludah nya melihat tatapan suami nya.


" Emm Mas bukan gitu maksud Kia dan Kak Nita" ucap Kia mencoba menjelas kan.


" Terus" tanya Pandu lagi.


" Ja jaadi gini Mas, tadi Ara itu nanyak sama kita berdua, gimana cara masukin adeq ke dalam perut Kia, naah kita bingung itu gimana jawab nya, jadi kita jelasin deh kayak yang di bilang Ara tadi" ucap Kia menjelas kan dan langsung di angguki kepala cepat oleh Anita agar semua nya gak salah paham.


Semua yang mendengar penjelasan Kia langsung menghembus kan nafas mereka dan menatap ke wajah polos Qiara.


" Kalian lain kali kalau bicara itu hati hati dong, Ara itu anak yang cerdas, dia cepat sekali nangkap ucapan orang, jadi harus di fikir dulu sebelum berbicara" ucap papa Ridwan menasehati.


" Maaf Pa" ucap Kia dan Anita bersamaan.


Mama, Pandu dan Bima hanga menggeleng kan kepala saja melihat sikap Kia dan Anita yang ketakutan.


" Ayo dong Pa, kita beli makanan nya, biar Ara punya adik dua sekaligus" Ajak Ara lagi.


" Yah jadi gimana dong" ucap Ara sedih.


" Nanti biar papa cari cara lain ya biar Ara bisa punya adik yang keluar dari perut mama" sahut Bima memberi tahu.


" Gimana cara nya Pa?" tanya Ara lagi dengan serius.


" Haaah...itu nanti papa fikir kan" sahut Bima sedikit gugup.


Semua yang ada di ruang keluarga tertawa gemes melihat ucapan antara Ara dan Bima, mereka gak habis fikir kenaoa Ara bisa seantusian itu menanyakan cara membuat adik yang ada di dalam perut.


Sedang kan Rika yang berada di kamar nya termenung memikir kan ucapan Reza saat di mall tadi siang.


Apa karna aku tak berhijab ya maka nya laki laki yang aku cintai tidak mau bersama ku, batin Rika tak terasa air mata nya sudah mengalir di pipi nya.


" Besok aku tanya kan sama Kia dan widya aja deh, lagian besok kan kita kuliah, dan praktek di rumah sakit, jadi bisa nanya nanyak mereka" ucap Rika berbicara sendiri.


Rika keluar dari kamar nya menuju teras rumah nya dan duduk di ayunan yang ada di teras rumah nya.


Di tatap nya langit yang di penuhi bintang dan di terangi sinar bulan.

__ADS_1


*Ya Allah kapan kira kira engkau akan mengirim kan jodoh yang baik untuk ku, yang mencintai diri ku apa ada nya, dan slalu menyayangi aku sampai kami menua bersama, batin Rika menatap ke arah langit.


Kira kira ada kah lelaki yang akan mencintai ku apa ada nya, seperti kedua sahabat ku, gumam Rika berfikir*.


Saat sedang asik melamun memikir nasib cinta nya, tiba tiba Rika di kaget kan dengan bunyi ponsel nya.


Rika pun langsung melihat ponsel nya, dan tidak ada nama nya.


" Nomor siapa ini" tanya Rika.


Dia pun sengaja tidak mengangkat nya karena takut hanya orang iseng, Rika kembali berfikir tentang masa depan nya, apa kah bisa bahagia seperti kedua sahabat nya.


Namun lagi lagi suara ponsel nya menganggu pikiran nya, di lihat nya kembali dan nomor yang sama, mau tidak mau Rika pun mengangkat telpon nya siapa yang menghubungi nya.


" Hallo" ucap Rika.


" Halo Ka, kenapa lama sekali angkat telpon nya" sahut orang dari sebrang telpon.


Rika yang mendengar suara pria yang sudah tau siapa nama nya langsung bertanya kembali.


" Maaf ini siapa ya?" tanya Rika.


" Aku Firman Rika" ucap Firmab memberi tahu pada Rika.


Rika pun terkejut kalau yang menelpon diri nya adalah Firman.


Bersambung


Terus beri dukungan dengab Like,komen dan Vote yang banyak ya Readers author tersayang


dan kasih hadian yang banyak buat karya author juga


terima kasih yang sudah mampir di karya author, dan ayo mampir di karya Author yang ke dua ya...



Dijamin cerita nya gak kalah seru, ayo buruan mampir.


Terima Kasih banyak


Love You More 😊😊

__ADS_1


__ADS_2