
Saat Pandu baru keluar lift, Ponsel Pandu berbunyi, Pandu pun langsung mengambil dari saku celana nya dan melihay siapa yang menghubungi nya, begitu melihat siapa yang mengubungi nya, wajah Pandu yang awal nya begitu dingin kini langsung tersenyum senang, Aldi dan Bima yang melihat perubahan wajah Pandu sudah mengetahui siapa yang menelpon Pandu.
" Assalamualaikum sayang" ucap Pandu setelah mengklik tombol hijau yang ada di layar ponsel nya.
" walaikumsalam Mas, Mas lagi dimana? sudah makan siang?" sahut Kia dari sebrang telpon.
" Ini Mas baru mau ke luar kantor untuk makan siang sayang, bareng Aldi,Kak Bima dan Firman, kamu lagi apa sayang? sudah pulang dari kampus?" jawab Pandu dan kembali bertanya istri nya sedang apa.
" Kia uda pulang dari kampus Mas, tadi di antar Widya, dan ini baru selesai makan dan sekarang mau rebahan" sahut Kia menjelas kan.
" Rebahan?" tanya Pandu sedikit bingung.
" Iya Mas rebahan, Kia mau tiduran aja sekarang, pengen nya sekarang mau tiduran aja, gak mau ngapa ngapain" sahut Kia.
Pandu yang mendengar perkataan istri nya makin tersenyum manis, entah kenapa selama kahamilan istri nya, Pandu melihat perubahan yang begitu intens terhadap istri, dari yang suka marah marah karna keinginan nya tidak terpenuhi, tiba tiba menangis dan sekarang malas malasan.
Sementara para karyawan yang melihat bos nya tersenyum serasa mendapat vitamin A karna baru sekali ini mereka melihat bos nya itu tersenyum.
" Yasudah kamu rebahan deh kalau gitu sayang,Mas gak mau ganggu" ucap Pandu.
" Oke Mas,Assalamualaikum" sahut Kia.
" walaikumsalam sayang" ucap Pandu dan langsung mematikan sambungan telpon nya.
Pandu masih tersenyum mengingat istri nya di rumah, sementara karyawan masih fokus melihat bos nya yeng berjalan ke arah lobi kantor.
" Waah baru kali ini aku liat si bos tersenyum, begitu tampan" ucap karyawan A.
"Iya bener, mimpi apa aku semalam ya,bisa liat Bos tersenyum seperti tadi" sahut karyawan B.
" Gak senyum aja tampan, ini apa lagi senyum, benar benar ciptaan tuhan paket komplit" lanjut karyawan C.
Pandu yang mendengar ucapan para karyawan nya langsung mengubah kembali wajah nya menjadi datar dan dingin, karena dia tidak mau di lihat para karyawan nya, hanya keluarga dan sahabat nya lha yang boleh melihat dia tersenyum.
Pandu dan yang lain nya langsung masuk ke mobil untuk ke kafe bertemu dengan Firman sekalian makan siang.
__ADS_1
Tak lama mereka pun sudah sampai dan melihat Firman sudah sampai diluan sedang menunggu Pandu dan yang lain nya.
Mereka langsung memesan makanan terlebih dahulu, setelah makanan datang, mereka makan tanpa ada suara yang sedikit pun, hanya suara sendok saja yang terdengar.
Setelah makan, Pandu langsung memulai percakapan nya.
" Man, aku mau kamu urus masalah keluarga Iren yang masih tersisa, aki gak mau mereka kembali mengganggu keluarga ku lagi, apa lagi Kia dan calon anak ku" ucap Pandu to the point.
" Maksud nya" tanya Firman bingung.
Aldi pun mencerita kan hasil rapat para pemegang saham tadi pada Firman yang mengenai perusahaan keluarga Iren yang sudah di beku kan oleh Pandu.
Firman yang mendengar nya mengkerut kan kening nya.
" Aku rasa itu tidak mungkin deh, soal nya aku sendiri yang sudah bertemu dengan adik papa nya Iren, dan dia tidak mau ikut campur tangan tentang masalah ini, karna dia tidak mau hancur seperti yang di alami Iren dan keluarga nya sekarang" ucap Firman menjelas kan.
" Walau pun mereka sudah berbicara seperti itu,aku tetap tidak percaya sepenuh nya, dan aku mau kamu harus menghendel ini semua Man" sahut Pandu.
" Dan satu lagi, segera urus pemidahan Iren dan yang lain nya ke tempat yang sudah kita bicara kan semalam" ucap Pandu dengan wajah dingin nya
Setelah membahas masalah demi masalah, Pandu dan yang lain nya kembali ke kantor untuk melanjut kan pekerjaan mereka.
Sedang kan Firman langsung menuju kantor polisi untuk mengurus pemidahan Iren dan yang lain nya.
Setiba nya Firman di kantor polisi, dia langsung memberi tahu kan perihal keinginan Pandu, dan para polisi tidak bisa berbuat apa apa, mereka langsung segera menyiap kan keberangkatan Iren dan yang lain nya.
Firman ikut ke penjara bawah tanah untuk bertemu dengan Iren dan yang lain nya.
" Hallo selamat siang Iren" sapa Firman dengan wajah tampan nya.
" untuk apa kau ke mari, mau mengina ku" sahut Iren dengan wajah angkuh nya.
" Hussssss...Sudah berada di sini pun kamu masih saja sombong" ucap Firman sambil terkekeh.
" Oia aku ada berita bagus buat kamu,mama kamu dan sepupu kamu" sambung Firman.
__ADS_1
Iren hanya diam saja tidak menanggapi perkataan Firman.
" Kamu mau tau apa berita itu" ucap Firman sambil tersenyum.
" Berita apa yang ingin kamu sampai kan" sahut Iren dengan tatapan tajam nya.
" Hahaha..sabar dong Ren" ucap Firman tersenyum lucu melihat wajah Iren yang sudah makin marah.
" Seperti nya kamu sudah tidak cocok lagi tinggal di sini, aku kasian sama kamu dan juga mama dan sepupu kamu, jadi mulai nanti sore kamu sudah di bebas kan sama Pandu" Ucap Firman dengan wajah serius.
Iren yang mendengar perkataan Firman langsung terkejut dan melotot kan mata nya, Iren menatap wajah Firman untuk mencari kebohongan di mata Firman, tapi Iren tidak menemukan itu.
" Apa kau sedang membohongi ku" tanya Iren.
" Apa aku terlihay berbohonh di mata mu" tanya balik Firman.
Firman sengaja berbicara seperti itu karna ingin melihat bagaimana reaksi Iren.
" Pandu dan keluarga berbaik hati mengeluar kan kalian dari tempat busuk ini, karna Pandu tau kau tidak bisa tinggal di tempat seperti ini,jadi Pandu berniat untuk melepas kan kalian bertiga" ucap Firman.
" Lagian apa yang bisa kalian lakukan setelah keluar dari sini nanti, untuk berbuat jahat lagi pada istri Pandu, aku rasa tidak bisa, karena kau sudah tidak punya apa apa" sambung Firman lagi.
" Apa maksud mu" tanya Iren masih bingung.
" Oiaa aku lupa kalau kau tidak bisa melihat berita terkini, karna kau gak punya ponsel dan gak bisa liat televisi" ucap Firman.
" Baik lha karna aku sedang berbaik hati, aku akan kasih tau berita yang lagi panas panas nya sekarang" sambung Firman lagi.
" Kau tau bukan setelah minggal nya papa mu, dan tertangkap nya dalang dari penculikan Kia, kalau itu ulah mama dan sepupu mu, perusahaan keluarga mu sudah di akusisi oleh keluarga Atmaja, lebih tepat nya di beku kan, jadi aset kalian sudah tidak ada lagi sepeser pun" ucap Firman dengan wajah dingin nya memberi tahu pada Iren.
Iren yang mendengar kalau dia sudah tidak punya apa apa lagi langsunh terkejut dengan wajah nya yang sudah merah padam.
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungab nya slalu, dengan Like komen dan Vote yang banyak, plisss 🙏🙏
__ADS_1
Dan terima kasih banya yang sudah mampir di novel Author ini.