Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 223


__ADS_3

Kini keadaan Cahaya sudah pulih, begitu juga dengan baby Abi, dan saat ini Raja dan Cahaya sedang msnunggu supir pribadi keluarga Atmaja untuk menjemput mereka di rumah sakit karena hari ini mereka akan pulang ke rumah besar Atmaja.


" Sudah tidak ada lagi yang tertinggal kan? tanya mama Kia yang kini sedang menggendong baby Abi, sedangkan Cahaya duduk di kursi roda dan akan di dorong oleh Raja.


" Sudah beres Ma, paling nanti kalau ada yang tertinggal minta supir ambil aja" jawab Raja sambil memperhatikan sekliling kamar.


Begitu sampai di kediaman Atmaja, seluruh keluarga menyambut kehadiran baby Abi, semua pada ingin menggendong baby gemes yang masih kecil wajah nya sudah terlihat datar sama seperti papinya.


"Ja wajahnya kamu banget, noh liat mukanya masih umur empat hari aja uda kayak kulkas 2 pintu, kagak ada manis manisnya" ucap Andra.


"Ck, kamu kira ini iklan Le Mineral pakai ada manis manisnya" Haikal yang memjawab ucapan Andra.


"Tau tu kak Andra, walau pun gak ada senyumnya tapi guanteng nya poool loh baby Abi, lihatnya aja bibit nya tuh, kualitas premium" ucap Ratu menimpali.

__ADS_1


Seluruh keluarga hanya bisa geleng kepala mendengar dan melihat adu mulut anak anaknya.


" Kenapa jadi kalian yang sewot sih, Raja dan Aya nya aja diam" sebel Andra yang malah di jawab ejekan dari Ratu.


"Mending Abi nya di masuk ke kamar Ja,kasian dia mau istirahat, Cahaya juga harus butuh istirahat dulu" lerai papa Pandu yang di jawab anggukan kepala oleh Raja.


"Ayo sayang" ajak Cahaya yang sudah menggendong Abi.


Namun saat kakinya mau melangkah, Cahaya menatap Arti dan Yusuf sejenak, kemudian Cahaya langsung berbalik dan menatap Arti dengan tatapan sendu.


Arti pun langsung mengangkat kepalanya menatap Cahaya, tak lupa dirinya juga tersenyum menatap Cahaya yang sedang menatapnya.


"Maaf ya, aku gak bisa hadir di acara resepsi pernikahan kamu dan Yusuf, bukan aku tidak mau hadir, tapi kamu bisa lihat sendiri kan, aku baru saja melahirkan, sangat tidak mungkin aku dan Abi ada di sana" ucap Cahaya dengan wajah sedih.

__ADS_1


Arti menarik nafas sesaat kemudian melangkahkan kakinya mendekati Cahaya, di peluknya Cahaya dari samping, ditatapnya wajah tampan Abi yang sedang tertidur pulas di dalam gendongan maminya.


" Aku gak mempermasalahkan itu Ya, yang penting kamu sehat aja aku uda senang, lagian seluruh keluarga di sini juga ada di sana, dan aki sangat memaklumi kondisi kamu,lagian ini bukan acara utamanya, acara sakralnya ku kan sudah hadir" ucap Arti yang langsung membuat Cahaya bernafas lega.


" Aku kira kamu marah" sahut Cahaya dengan senyuman tipis di bibirnya.


" Aku marah kalau kamu gak kasih aku dan mas Yusuf kado" Goda Arti


" Matre juga kamu Ar" ledek Andra.


" Ck,kamu sekarang kenapa jadi ember bocor gini sih? nyahut omongan orang aja, cocok banget kamu di panggil lambe turah rau gak, mulut kamu nyerocos aja kayak soang" ucap Ara yang tiba tiba sebel lihat kelakuan adiknya yang sekarang kurang se ons otaknya.


Semua yang ada di sana terkekeh mendengar ucapan Ara,bahkan sangking lucunya, baby Hulya juga ikutan tertawa dan kembali membuat semua yang berada di ruangan itu semakin kekeh melihat tawa lucu yang keluar dari mulut kecil Baby Hulya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2