
" Gimana hasilnya?" tanyanya dengan antusian.
" Berhasil" jawabnya dengan senyuman yang begitu lebar.
Senyuman bibi Cahaya langsung terbit begitu mendengar kata berhasil keluar dari orang suruhannya, kini apa yang di inginkan suaminya sudah ia jalankan, dan dia putrinya akan segera keluar dari rumah sakit karena pasti Raja memohon untuk meminta darahnya di sumbangkan pada sang istri karena pasti Cahaya akan kekurangan darah.
Kalau dulu ada Tiara yang akan menyumbangkan darah untuknya, tapi tidak kali ini karena dirinya mengetahui kalau Tiara sedang hamil dan tidak memungkinkan untuk menyumbangkan darah untuk Cahaya.
Dari mana Bibi Cahaya tahu kalau Tiara sedang hamil, karena bibi Cahaya bisa melihat dari wajah Tiara saat bertemu di toko kue beberapa hari yang lalu, maka dari itu bibi Cahaya berani menjalankan apa yang di inginkan suaminya.
" Tapi target ku tidak mengenai pemilik toko kue itu, tapi kau tidak usah khawatir, karena yang kenak adalah calon suaminya" ucap orang suruhan bibi Cahaya dan langsung mmebuat senyuman yang tadi lebar kini langsung lenyap seketika.
" Maksud mu calon suami? pemilik toko itu sudah menikah dan sekarang sedang hamil? lantas siapa yang kau tembak hahk" tanya bibi Cahaya dengan suara yang lantang dan membantak orang suruhannya.
" Tentu saja aku menmebak pemilik toko kue itu,bukannya dia orangnnya? karena aku masuk ke sana beberapa hari yang lalu para karyawan mengatakan kalau mau pesan langsung pada dia, karena dia yang bertanggung jawab dengan toko kue itu, dan aku lihat dia yang berkuasa di toko kue itu, makanya aku yakin kalau dialah pemilik toko kue itu" jawab orang suruhan Bibi Cahaya sambil menujukkan foto Arti.
Bibi Cahaya langsung mengglengka kepalanya tak percaya, " Bodoh..yang kau tembak itu orang kepercayaan Cahaya, dia itu Arti" maki bibi Cahaya yang sudah habis kesabarannya.
"Apa" ucap orang suruhan Bibi Cahaya tak percaya.
__ADS_1
" Habislah aku di tangan keluarga Atmaja" ucap bibi Cahaya pelan.
Dan hal itu juga di rasa oleh orang suruhan bibi Cahaya karan tahu betapa hebatnya pengaruh dari keluarga Atmaja di Asia.
Sementara di rumah sakit, semuanya pada gusar karena sudah berjam-jam belum ada tanda-tanda keluarnya dokter dan perawat yang menangani Yusuf.
" Ma sudah jangan menangis, sebaiknya kita berdoa agar Yusuf tidak kenapa-napa di dalam" ucap papa Yusuf menenangkan istrinya.
" Mama takut Yusuf kenapa-napa Pa, papa lihatkan tadi darahnya begitu banyak Pa" sahut mama Yusuf dengan tangisan semakin menjadi, namun tiba-tiba tangisannya langsung terhenti begitu mengingat calon menantunya yang juga tadi sempat di lihatnya pingsan.
" Pa Arti?" tanya mama Yusuf menatap sang suami.
****
Arti kini berkedip, dan itu di lihat oleh Wisnu yang menjaganya sedari Arti pingsan.
" Mas...Mas Yusuf" ucap Arti dengan kepala yang sudah pusing.
" Arti" panggil Wisnu dan langsung membuat Arti langsung membuka matanya dengan sempurna.
__ADS_1
" Wisnu" ucap Arti dengan lemah, kemudian dia langsung melihat seklilingnya dan tidak melihat orang yang saat ini di carinya.
" Dimana mas Yusuf?" tanya Arti menatap Wisnu.
Wisnu tidak menjawab, dia hanya langsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Arti saat itu.
" Wisnu aku tanya dimana Mas Yusuf dan bagaimana keadaannya saat ini" teriak Arti karena tidak mendengar jawaban yang keluar dari mulut Wisnu.
Saat akan menjawab, tiba-tiba saja pintu ruangan Arti terbuka dan tampakla Andra yang masuk dengan tergesa-gesa.
" Wisnu Yusuf" ucap Andra tanpa melihat Arti yang sudah sadar dan langsung terkejut saat menengar suara Arti yang langsung menyahut ucapnnya.
" Kanapa dengan mas Yusuf?" tanya Arti.
Andra terdiam begitu juga dengan Wisnu, bahkan Andra sendiri begitu susah untuk menelan salivanya melihat tatapan mata Arti yang begitu nyalang.
" Aku tanya sama kalian ada apa dengan MAs Yusuf?" teriak Arti.
" Yusuf baru saja meninggal Ar" jawab Andra sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Bersambung.