
" Maaf Pak, Nona Widya ini pemilik kafe ini" sahut pelayan tersebut dan langsung pergi ke belakag untuk menggambil minuman yang sudah tumpah.
Aldi dan Pandu begitu terkejut ternyata Widya yang mempunyai kafe tempat mereka makan siang, sedang kan Kia yang memang mengetahui kalau ini kafe Widya hanya tersenyum saja.
" Kenapa kamu bengong gitu dengar nya, kau kira saya gak sanggup untuk membayar makanan ini semua" tanya Widya saat melihat wajah Aldi yang terkejut.
" Biasa aja, lagian makanan seperti ini juga jauh dari kata mewah, harga nya gak sebanding dengan restoran tempat makan makan" sahut Aldi dengan wajah yang suah di buat dengan gaya colol nya.
" Alasan" ucap Widya lagi dengan tak mau kalah.
" Sudah dong berantem nya, entar kalian jodoh lho" ucap Kia tiba tiba.
" Jodoh sama dia, gak sudi aku" sahut Widya dengan tatapan tak suka.
Aldi yang di pandang seperti jijik oleh Widya pun tak mau kalah.
" Saya lebih gak sudih berjodoh dengan kamu, masih banyak wanita yang lebih cantik dari kamu" ucap Aldi tak mau kalah.
Mereka saling menatap tajam karena sama sama kesal, Pandu dan Kia yang melihat perdebatan mereka tak siap siap pun menarik napas dengan kasar.
" Uda dong berantem nya, aku mau makan ni" ucap Kia lagi yang sudah merajuk.
Pandu yang melihat istri nya sudah memsang wajah bete pun ahkir nya bersuara, dari pada Pandu kenak imbas nya, itu lha pikiran Pandu.
" Sayang sebaik nya kita langsung makan saja, biar kan saja mereka melanjut kan pertengkaran mereka, gak usah kita ambil pusing" ucap Pandu tanpa melihat Aldi dan Widya.
Ahkir nya Pandu dan Kia memakan makanan yang sudah tersdia di atas meja, di susul dengan Aldi memakan pesanan makan nya, minuman yang sudh tumpah tadi pun sudah di ganti pelayan tadi.
Kia memakan makanan dengan begitu lahap. Pandu, Aldi dan Widya yang melihat Kia makan begitu lahap nya seperti gak makan dua hari pun hanya bisa menganga membuka mulut mereka.
" Kia kamu makan nya lahap bener, laper apa doyan" tanya Widya karena aneh melihat Kia makan.
" Aku uda dari tadi pagi pengen makan ini Wid, maka nya aku ngajak suami ku makan di kafe kamu, uda rindu sama nasi bakar sama sop tulang iga sapi nya" sahut Kia terus melanjut kan makan nya.
" Sayang tapi pelan pelan makan nya, gak ada yang mau ambil makan kamu kok, kamu makan seperti ini kayak gak makan dua hari tau gak" ucap Pandu takut Kia tersedak.
" Iya Mas" sahut Kia masih tetap melanjut kan makan nya.
Widya hanya menggelang kan kepala nya melihat cara makan Kia, seang kan Aldi tak hanya melihat tapi tak berkomentar.
__ADS_1
" Kamu seperti ngidam saja Kia melihat cara makan kamu seperti ini" sambung Widya lagi.
" aku memang lagi hamil Wid, baru tau tadi pagi" sahut Kia tersenyum.
" Benar kah... Waah selamat ya Kia sayang, sebentar lagi aku bakalan punya keponakan dari sahabat aku ini" ucap Widya memeluk Kia.
Kia hanya tersenyum melihat Widya yang begitu senang, Saat makan Kia teringat perkataan Widya kemarin saat masih di kampus.
" Oia Wid, kata nya kau mau ngelamar di rumah sakit keluarga suami ku, kamu jadi anatar berkas nya ke sana?" tanya Kia sambil meminum jus nya.
" Belum Kia, aku masih sibuk ngurus berkas kita buat ambil spsialis apa? nantik kalau sudah kelar aku langsung anatr berkas lamaran aku di rumah sakit tempat kau bekerja sekarang" sahut Widya.
Pandu yang mendengar ucapan teman istri nya pun langsung punya inisatif untuk membantu.
" Al tolong kamu hubungi Ricki untuk membantu Widya agar dia bisa menjadi dokter di rumah sakit Atmaja" ucap Pandu tiba tiba.
Aldi yang mendengar ucapan pandu langsung tesedak minuman nya, karena dia tadi memang lagi minum.
" Kenapa harus aku sih Ndu, biar kan saja wanita ini yang mengurus nya, dia juga bisa sendiri" sahut Aldi males.
" Saya juga gak sudi di bantu sama kamu, saya masih bisa menegerjakan nya sendiri" ucap Widya menimpali.
Pandu, Kia dan Aldi pun sudah selesai makan, sesuai yang di katakan Widya tadi, sebagai permintaan maaf nya, semua pesanan yang di pesan Kia, Pandu dan Aldi di gratis kan, walau pun Pandu sempat menolak karena dia sanggup untuk membayar semua makanan yang mereka makan, bahkan kafe punya WIdya pun dengan mudah nya dia gantikan jadi milik nya, maklum horang kaya.
Tapi Widya tetap menolak nya, dan ahkir nya perdebatan pun di menag kan oleh Widya dengan alsana merayakan kehamilan Kia, dan Pandu menyetujui itu.
Saat Pandu, Kia dan Aldi mau pamit pulang, Widya ingin mengantar ke depan kafe, tapi saat akan melangkahm rok yang Widya pakai tersangkut di pijakan kursi yang Widya duduki, ahkir nya Widya tak seimbang dan ingin terjatuh, Aldi yang berada di depan nya reflek langsung memeluk Widya dari samping.
Deg... deg... deg
Jantung Aldi dan Widya berdetak seperti genderang yang mau perang, mereka saling menatap, tapi bukan tatapan tajam seperti yang tadi mereka lakukan, melain kan tatapan kagum, mereka masih berepelukan karena masih bengong saling memandang.
Sedang kan Pandu dan Kia yang melihat mereka berdua hanya saling tatap dan bingung, tadi berantem kenapa sekarang tatapan berbeda.
" Wid kau gak apa apa?" tanya Kia membuyar kan lamunan ALdi dan Widya.
Aldi pun langsung melepas kan pelukan nya, sedang kan Widya langsung mundur beberapa langkah.
" Aku gak apap apa kok Kia, tadi rok angku nyangkut di pijakan kursi" sahut Widya sedikit gugup sabil melirik Aldi, Kia pun langsung mengangguk kan kepala nya saja tnda mengerti.
__ADS_1
Aldi yang di lirik hanya diam saja, Pandu dan Kia melanjut kan langkah nya untuk keluar dari kafe menuju mobil mereka, Aldi ingin melanjut kan langkah nya menyusul Pandu dan Kia tapi berhenti karena suara Widya.
" Maksih karena sudah menolong saya" ucap Widya.
Aldi yang mendengar kata terimah kasih dari mulut Widya hanya berhenti dan menandang Widya sebentar, setelah itu dia melanjut kan lagi langkah nya menyusul Pandu dan Kia.
Widya yang melihat Aldi hanya diam saja tak menjawab ucapan nya pun sebel.
"Dasar pria pabrik es, dingin banget jadi orang kayak kulks dua pintu", gerutu Widya yang msih di dengar Aldi, ALdi yang mendengar nya sekilas hanya tersenyum sedikit tanpa di lihat Widya.
Bersambung...
Dukung trus Author ya Readers, dengan LIke, Vote dan Komen.
Terimah Kasih banyak yang sudah Vote novel Author.
I love You All untuk semua pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan.
__ADS_1