
Bukan Arti tidak tahu kalau Cahaya sedanga ada masalah, di karena kan mata Cahaya bengkak saat pulang dari kampus tadi sore, dan Cahaya juga mengata kan kalau Raja datang ke toko kue nya, Cahaya menitip pesan kalau diri nya tidak ada.
" Ya.." panggil Arti yang sudah duduk di depan meja yang di duduki Cahaya.
Cahaya hanya menatap Arti sesaat setelah itu Cahaya kembali menunduk kan wajah nya.
" Apa kamu dan Raja berantem?" tanya Arti pelan agar Cahaya tidak tersinggung dengan pertanyaan.
Cahaya menatap Arti, setelah itu Cahaya langsung menggeleng kan kepala nya tanda apa yang di kata kan Arti tidak benar kalau dia dan Raja tidak sedang marahan atau pun ada masalah.
" Terus kenapa kamu gak mau ketemu sama Raja?" tanya Arti lagi.
" Raja akan menikah Ar" ucap Cahaya dengan wajah lesu nya.
" menikah? dengan siapa?" tanya Arti.
Cahaya hanya bisa menggeleng kan kepala nya tanda tidak tahu, hati nya juga sakit mengingat kata kata Raja yang mengatakan kalau dia akan menikah.
" Apa kamu sudah mencintai Raja Ya?" tanya Arti yang langsung tersadar dan menatap Arti.
Apa iya aku sudah jatuh cinta dengan Raja, secepat itu kah aku jatuh cinta pada Raja, ya Allah, batin Cahaya.
"Ya..kenapa diam? ternyata apa yang ku ihat selama ini benar, kamu sudah jatuh cinta sama Raja?" ucap Arti.
" Ya kalau kamu sudah jatuh cinta sama dia, kamu harus mengatakan isi hati mu pada ya Ya, walau pun kalian tidak berjodoh, setidak ya Raja mengetahui isi hati kamu" ucap Arti yang membuat Cahaya menetes kan air mata nya.
" Aku gak tau saat ini aku sudah jatuh cinta apa enggak sama Cahaya Ar, tapi yang pasti hati ku sakit saat aku melendengar kalau dia akan segera menikah" ucap Cahaya sambil menangis.
__ADS_1
" Kamu harus sabar, belum tentu juga Raja akan menikah, tapi kamu harus bicara juga dengan Raja Ya, kasian Raja Ya, tadi dia ke sini tapi kamu gak mau nememui dia, wajah nya kelihatan sedih" ucap Arti memberi tahu.
Cahaya hanya diam saja, dia belum bisa bertemu dengan Raja, karena melihat Raja saja hati nya sakit, karena mengingat ucapan Raja tadi di kantin kampus.
Raja sendiri yang sudah kembali pulang hanya bisa bertanya tanya, ada apa dengan Cahaya, kenapa dia tidak mau menemani nya saat Raja tadi senagaja ke toko kue Cahaya, padahal Raja jelas jelas melihat mobil Cahaya disana.
Saat Raja melangkah kan kaki nya memasuki rumah, seluruh keluarga sedang berkumpul diruang keluarga, termasuk Haikal dan Andra.
" Ahkir nya kamu pulang juga, duduk sini dulu Ja, ada yang mau papa bicara kan sama kamu" ucap Pandu.
Raja pun langsung menduduk kan tubuh nya di sebelah Azmi yang kebetulan berada di sana setelah fitting baju buat acara lamaran mereka minggu depan.
" Mumpung kalian sudah berada di sini, papa mau menyampai kan sesuatu pada kalian semua, terutama pada Raja dan Haikal" ucap Pandu menatap ke arah Raja dan Haikal.
Semua yang ada di ruangan itu menatap ke arah Raja dan Haikal, tapi tidak dengan Azmi, dia malah sibuk memandang wanita pujaan nya yang duduk di sebelah mama Anita.
Sementara Raja dan Haikal yang sudah tahu apa yang mau di bahas hanya bisa mengangguk kan kepala nya saja.
" Jadi begini, papa dan lain nya setuju kalau kalian berdua akan kami kirim untuk kuliah di luar negeri" ucap Pandu langsung yang membuat Raja Cs langsung mengangkat kepala nya terkejut.
Ratu yang duduk di sebelah Ara juga gak kalah terkejut nya, Kia yang melihat kedua wajah anak nya hanya bisa merasa iba karena Kia tahu kalau mereka tidak mau di kirim kuliah ke luar negeri.
" Maksud papa apa? papa kan tahu sendiri kalau Raja gak mau kuliah di sana pa, Raja juga uda punya usaha di sini yang hatus Raja urus bareng Haikal dan Andra" ucap Raja secara tidak langsung menolak apa yang di ingin kan keluarga nya.
" Tapi ini semua demi kebaikan kalian semua, papa belum bisa mengikuti kemauan mama kalian untuk menikah kan kalian di ysia kalian yang masih muda, sehingga kami berfikir akan mengirim kalian ke lar negeri untuk menyelesesai kan pendidikan kalian terlebih dahulu, setelah pulang dari sana, kalian baru akan menikah" ucap Pandu.
" Apa menikah? siapa yang mau menikah?" kali ini suara Ratu yang terdengar.
__ADS_1
" Kak Raja mau menikah Pa? tapi kenapa kak Haikal dan kak Andra juga mau di kirim ke luar negeri?" tanya Ratu dengan mata yang berkaca kaca.
" Sayang..mama gak mau kalian selalu bersama di sini, sementara hubungan kalian belum sah, mama takut kalian akan berbuat dosa nanti nya, tapi kami juga tidak menikah kan kalian saat ini karena usia kalian masih terbilang muda" ucap Kia dengan suara lembut nya.
" Kalau kak Haikal di kirim ke luar negeri, itu arti nya adek bakalan jauh dengan kak Haikal, kalau adek rindu gimana? terus kalau nanti di sana kak Haikal ketemu sama wanita yang lebih cantik gimana? adek gak ridho lahir batin" ucap Adek dengan wajah mewek nya.
Ara yang berada di sebelah Ratu menaik kan alis nya mendengar ucapan Ratu adik kesayangan nya.
" Kenapa adek lebay begini ketiga mumi itu mau pergi kuliah di luar negeri, dan Haikal, biar saja dia menemukan wanita di sana, biar dia tak terlalu kaku lagi" ucap Ara yang tidak tahu menau soal kisah asmara Ratu dan Haikal.
" Hiks..hiks..hiks kak Ara jahat, kenapa malah bagus kak Haikal dapat jodoh di sana? terus nasib Adek di sini gimana?' ucap Ratu kembali menangis.
Sementara keluarga yang menyaksi kan Ratu menangis hanya menggeleng kan kepala mereka, mereka kira Ratu bakalan histeris dan tidak terima kalau Haikal akan di kirim ke luar negeri, tapi nyata nya Ratu hanya mewek seperti anak kecil yang tidak dapat permen kalau Haikal di kirim ke luar negeri.
" Ya bagus dong dek, mereka emang harus di kirim ke benua lain, biar kalau pulang gak seperti mumi lagi" ucap Ara lagi.
Namun kali ini mata Ratu langsung melotot sat mendengar kembali perkataan Ara, Ara yang sedang minum tidak melihat kalau saat ini Ratu sedang melihat ke arah nya.
" Gak boleh pokok nya, kak Haikal cuma milik adek, gak boleh ada wanita yang dekat dengan kak Haikal kecuali adek" ucap Ratu tegas dan spontan membuat Ara terkejut dan tersedak minuman nya.
" Uhuuuk...uhuuuuk...uhuuuk" batuk Ara.
Azmi yang melihat calon istri nya terbatuk batuk langsung beranjak dari duduk nya dan menghampiri Ara duduk di pegangan sofa yang Ara duduki.
" Sayang kamu gak apa apa kan? kenapa sampaitersedak begini sih?' ucap Azmi sambil memukul mukul pelan pungung Ara.
__ADS_1
Bersambung.