Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 39


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan dimana kampus tempatb Raja dan yang lain nya mengadakan study banding dan perkemanahan, Acara ini sebenar nya untuk mendekat kan seluruh mahaiswa/i untek lebih dekat dengan fakultas lain nya, tidak hanya dengan fakultas masing masing saja. Sehingga keakraban akan terjadi di universitas yang terkenal di kota J tersebut.


Tiga bus pariwisata sudah terparkir rapi di parkiran kampus, kursih bus juga sudah di nomori oleh pihak panitia agar para mahasiswa yang ikut menyelangara kan acara tidak berebut kursi saat di dalam bus nanti nya.


Sebelum berangat, pihak Rektor memberi kan sepatah dua patah agar para mahasiswa /i nya saat mengadakan kemah nanti menjaga sikap nya selama berada di perkemehan.


Setelah selesai memberi kan nasihat untuk para mahasiswa/ i nya, ahkir nya tiba lah keberangkatan untuk perwakilan universitas bergengsi yang di tunjuk oleh tim Rektor.


" Kita bus ke tiga" ucap Andra memberi tahu saat melihat nomor kursi yang mereka pegang.


Raja pun langsung mengangguk kan kepala nya, ketiga pria tampan yang menjadi idola di kamus mereka langsung menuju bus ketiga yang terparkir di paling pinggir.


Raja menatap Cahaya yang kebetulan satu bus dengan nya juga, ada rasa tenang saat melihat Cahaya berada satu bus dengan nya, namun rasa tenang itu mendadak hilang saat Wisnu dan Tiara juga berjalan ke arah bus yang sama.


Dia juga satu bus dengan aku dan Cahaya, batin Raja menatap Wisnu yang juga menatap nya dengan tatapan tak suka.


Saat semua sudah naik, dan meninggal kan Raja Cs dan Wisnu sja di luar bus dan saling menatap dengan tatapan benci.


*Aku akan membalas sakit hati adik ku pada mu Ja\, kau tunggu saja nanti di sana kejutan apa yang akan beri kan pada mu\,*batin Wisnu yang menatap Raja dengan tatapan yang begitu membenci.


Raja tidak mengubris tatapan Wisnu, ia langsung masuk dan di susul oleh Haikal dan Andra yang juga menatap Wisnu dengan tatapan tak suka.


Saat melihat nomor kursi nya, Raja tepat duduk di sebalah Cahaya, Raja merasa lega ahkir nya Ia bisa bersama Cahaya selama di bus, setidak nya kalau terjadi apa apa selama di dalam perjalanan, ada diri nya yang akan melindungi Cahaya.


" Waaah...kebetulan banget ya, gas bro" ucap Andra sat Raja duduk sebelah sebelahan dengan Cahaya dan di sambut kekehan kecil oleh Haikal tepat di belakang Raja.


Raja hanya diam saja, dia langsung menduduk kan tubuh nya tepat di samping Cahaya.


Cahaya yang kaget Raja duduk di sebelah nya pun langsung menatap Raja bingung.


" Ada apa?" tanya Raja menatap wajah cantik Aya.

__ADS_1


" Kamu emang duduk di sini? bukan satobase kan?" tanya Cahaya sambil terkekeh.


" Kamu fikir aku menyogok tim panitia agar bisa duduk berdua dengan kamu" ucap Raja yang langsung di sambut tawa oleh Cahaya.


Haikal dan Andra duduk tepat di belakang Raja dan Cahaya, sedang kan Wisnu duduk di kursi sebelah Haikal dan Andra bersama psangan nya, sedang kan Tiara duduk di depan dua kursi dari Wisnu, sehingga Tiara dapat melihat kalau raja duduk berdua dengan Cahaya.


Para wanita yang ada di dalam bus itu menatap Cahaya dengan tatapan tak suka karena bisa duduk bersama dengan Raja, Cdan Cahaya bisa melihat nya sendiri dan dia merasa menjadi kurang nyaman.


Sahabat Cahaya yang duduk tepat di depan nya langsung menyabar kan Cahaya dengan mengirim kan pesan kalau mereka selalu ada untuk Cahaya, sehingga Cahaya bisa bernafas dengan lega.


Ahkir nya bus berjalan setelah melakukan doa bersama, Raja melihat Cahaya yang menatap keluar jendela.


" Kamu gak mau tidur aja Ya? perjalanan kita lumayan jauh" ucap Raja menawar kan Aya untuk tidur.


" Nanti kalau aku ngantuk aku akan tidur kok Ja" sahut cahaya.


Raja menaut kan jari jari tangan nya dengan tangan cahaya, Cahaya hanya diam saja, entah kenapa dia merasa aman di perlakakukan seperti itu oleh Raja.


Sebenar nya dari sebelum pergi tadi, Cahaya merasa tidak enak perasaan,Arti sudah mengatakan pada nya untuk tidak usah pergi saja dan mengganti kan Cahaya dengan yang lain nya, tapi Cahaya tidak bisa karena kalau pun dia menolak untuk pergi di tahun ini, dia juga bakalan pergi tahun depan nya.


" Ada apa? kenapa wajah mu seperti nya memikir kan sesuatu?" tanya Raja menatap wajah Cahaya.


" Tidak ada? aku hanya sedikit takut saja" ucap Cahaya tersenyum dan megelus tangan Raja dengan tangan sebelah nya.


" Ada aku, kamu gak usah takut, aku akan berusaha menjaga kamu selama di sana" ucap Raja, Cahaya hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.


Mata Cahaya tak senagaja melihat Tiara yang menatap Raja dan diri nya dari tadi, Cahaya mencoba untuk tersenyum pada Tiara, dan Tiara membalas senyuman Tara walau pun tipis, kemudian Tiara kembali menatapke depan dengan dada yang begitu sesak melihat Raja dan Cahaya.


Raja yang melihat Cahaya tersenyum pada Tiara hanya membiar kan saja, sedang kan Wisnu melihat kesedihan adik nya langsung mengepal kan tangan nya tidak terima, dan itu bisa di lihat Haikal yang kebetulan duduk tepat di sebela Wisnu, hanya di pisah kan ruang untuk jalan saja.


Sudah satu perjalanan Raja dan lain nya, entah kenapa Cahaya merasa perut nya mual, padahal Cahaya tidak pernah mabuk perjalanan.

__ADS_1


Raja yang melihat wajah Cahaya mendadak pucat langsung bertanya pada Cahaya.


" Ya kamu pucat banget? kamu kenapa?" tanya Raka khawatir.


" Aku mual banget Ja, gak tahu kenapa? padahal aku gak perna mabuk perjalanan" ucap Cahaya yang sudah memijit kepala nya dan merasa kan mual yang luar biasa di perut nya.


" Kamu bawa minyak kayu putih?" tanya Raja.


Cahaya langsung mengeluar kan dari tas yang ada di pangku nya, Raja mengambil nya dan langsung mengoles kan di kening Cahaya dan sedikit di hidung Cahaya.


" Tidur lah, agar mual dan pening nya menghilang" ucap Raja dan langsung memeluk Cahaya agar tidur di dada nya.


Cahaya yang merasa nyaman di dalam pelukan Raja langsung memejam kan mata nya.


Tiara yang melihat perhatian Raja pada Cahaya ingin sekali menangis, dada nya sesak, tapi dia menahan ya agar tidak ada yang melihat nya.


Sementara para wanita yang lain nya yang melihat Cahaya di peluk Raja merasa Iri, ada yang merasa gemas dan memberi kan komentar kalau Cahaya dan Raja cocok, ada yang tidak suka dan mencaci Cahaya wanita murahan.


Raja yang mendengar nya hanya diam saja dengan wajah datar nya, sedang kan Cahaya yang sudah tidur tidak tahu apa apa, semenjak di peluk Raja, rasa mual Cahaya langsung ilang.


 


Bersambung.


 


Maaf baru Up, author dari pagi pusing banget kepala nya, ini author usaha kan buat nulis.


Nanti malam insya Allah author sambung Up nya lagi ya.


Jangan lupa untuk selalu mendukung karya Author.

__ADS_1


Terima kasih banyak.


Love You.


__ADS_2