Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 43


__ADS_3

JEDAAAAAAAAR (anggap ajja itu suara petir ya)


Raja dan Cahaya sama sama terkejut, Cahaya sampai memeluk Raja karena takut mendengar suara petir yang begitu kuat.


Sementara Tiara di dalam tenda hanya bisa menangis karena khawatir dengan keadaan Raja, apa lagi dari tadi petir sudah bolak balik berbunyi dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan.


Sama hal nya dengan Haikal dan Andra, mereka juga begitu menghkawatir kan Raja dan Cahaya, apa lagi hutan yang di masuki Cahaya dan Raja adalah hutan yang di larang di masuki oleh manusia karena masih banyak binatang buas yang berkeliaran.


" Ya seperti nya sudah mau hujan, ayo naik, kita harus cari tempat agar tidak terkena hujan" ucap Raja.


" Tapi kita mau cari dimana Ja, ini itu hutan? mana ada rumah di sini" sahut Cahaya yang sudah ketakutan.


Raja menelusuri senter kecil nya yang ikut terjatuh bersama mereka, syukur nya sebelum jatuh ke dalam jurang tadi, Raja sempat memasuk ken senter kecil ke dalam kantung celana nya, sehingg saat mereka jatuh, barang itu ada di dalam kantung celana nya dan membantu mereka untuk menerangi jalan saat ini.


" Itu ada pohon besar Ya, seperti nya bisa membantu kita untuk berlindung dari air hujan" ucap Raja dan langsung di lihat oleh Cahaya.


Cahaya pun langsung mengangguk kan kepala nya dan ingin berjalan ke arah pohon tersebut, namun Raja langsung menghentikan langkah kaki nya.


" Kamu mau ngapain?" tanya Raja.


" Mau berjalan ke pohon itu lah" sahut Cahaya.


" Naik saja kepunggung ku, aku tahu kaki mu pasti sakit bukan karena terjatuh tadi" ucap Raja.


Cahaya pun mengangguk kan kepala nya dan langsung naik ke punggung Raja, " Ya kamu yang senter jalan nya ya" ucap Raja dan langsung di angguki kepala oleh Cahaya.


Setapak demi setapak Raja melangkah kan kaki nya, namun saat sudah hampir sampai di pohon yang mereka tuju, Cahaya melihat ada sebuah gubuk di dekat pohon tersebut yang terbuat dari dahan pohon kelapa.


" Ja sebaik nya kita beristirahat di gubuk itu saja, itu akan lebih baik dari pada di bawah pohon besar itu" Cahaya menujuk kan arah seneter nya ke gubuk agar Raja bisa melihat nya.


Dan benar saja, Raja langsung melangkah kan kaki nya ke arah gubuk yang di tunjuk Cahaya.


Raja menurun kan Cahaya duduk di gubuk tersebut, Raja juga menduduk kan tubuh nya di samping Cahaya, Tas kecil Raja pasti tertinggal sebelum mereka terjatuh tadi, Cahaya yang melihat raut wajah Raja yang bingung pun ahkir nya bertanya pada Raja.


" Ada apa Ja?" tanya Cahaya.

__ADS_1


" Tas kecil ku pasti tertinggal di atas sana sebelum kita terjatuh tadi, dan sekarang kitatidak bisa membuat api unggun untuk menghangat kan tubuh kita" ucap cahaya memberi tahu.


Cahaya pun terdiam, dia juga tidak membawa apa apa saat jurit malam tadi, bahkan jaket pun tidak dia pakai, hanya sebuat sweter saja yang Cahaya gunakan karena Cahaya merasa akan sangat gerah kalau di dabel dengan jaket lagi.


Dan benar saja, tak lama hujan turun begitu deras nya, Cahaya langsung memeluk kedua lutut nya agar tidak terlalu kedinginan.


" Hujan nya lebat banget Ja, ini pasti lama berhenti nya" ucap Cahaya.


Raja langsung menoleh ke arah Cahaya, di lihat nya Cahaya yang seperti orang kedinginan, " Kamu enapa tidak pakai Jaket Ya" tanya Raja sambil melepas kan jaket nya dan meletak kan nya di tubuh Cahaya.


" Tadi aku fikir kita akan mengadakan jurit malam dan melakukan perjalanan yang lumayan panjang, maka nya aku hanya memakai sweter saja, karena kalau di dabel dengan jaket pasti akan sangat gerah" ucap Cahaya memberi tahu.


" Yasudah kamu bisa memakai jaket ku saja" ucap Raja.


" Lalu kamu? pasti kamu kedinginan Ja, hujan nya deras banget, aku gak apa apa kok, aku pakai sweter aja, ini sudah cukup untuk menghangat kan ku" ucap Cahaya memberi kan jaket Raja kembali pada Raja.


" Aku gak apa apa Ya, kamu gaku usah mengkawatir kan ku, pakai Jaket itu Ya" ucap Raja dan Cahaya pun mengangguk kan kepala nya dan langsung memakai kembali jaket nya.


Cahaya memang sudah sangat kedinginan, Jam di tangan Raja menunjuk kan pukul 10 malam, hujan yan begitu deras membuat Cahaya semakin kedinginan, begitu juga dengan Raja yang hanya memakai kaus saja.


Raja menatap Cahaya yang sudah begitu kedinginan, Raja pun menyuruh Cahaya untuk mengosok kan kedua tangan nya agar lebih hangat.


Namun karena hujan yang begitu deras nya di tambah angin yang begitu kencang di hutan tersebut, Cahaya langsung mengigil karena Cahaya memang tidak tahan dengan udara yang begitu dingin, itu lah kenapa Arti sahabat sekaligus orang yang sudah di anggap Cahaya saudara melarang Cahaya untuk pergi ke kemah, apa lagi tempat yang di tuju adalah tempat yang memang berudara dingin.


" Ya kamu makin kedinginan?"tanya Raja dan Cahaya hanya bisa mengangguk kan kepala nya.


Raja semakin bingung saat melihat wajah Cahaya yang begitu pucat di tambah bibir Cahaya yang sudah hampir membiru, Raja mengusap wajah nya kasar, dia tidak bisa berbuat apa apa, bahkan untuk membuat api unggun saja Raja tidak bisa, kalau pun berhasil membuat api unggun psti akan padam juga karena terkena air hujan yang begit deras.


Raja menatap Cahaya yang begitu kedinginan, dengan perlahan Raja memeluk Cahaya begitu erat nya.


" Aku akan memeluk mu seperti ini Ya, agar kamu bisa lebih mendingan" ucap Raja.


Naum Cahaya masih tetap mengigil karena angin malam di hutan itu semakin terasa menusuk hingga ke dalam tulang tulang nya, Raja yang merasa kan getaran di tubuh Cahaya semakin frusatasi.


Dengan sisa tenaga Raja, Raja memeluk Cahaya semakin kuat, di usap nya punggung Cahaya agar Cahaya merasa kan kehangatan, Sejujur nya Raja juga kedinginan, namu Raja bisa menahan nya dan lebih mementing kan Cahaya yang sudah begitu mengigil.

__ADS_1


Di dalam Tenda, Haikal menatap air hujan yang begitu deras dari dalam tenda nya bersama dengan ANdra.


" Bagaimana keadaan Raja dan cahaya Ndra? hujan nya begitu deras, aku gak bisa berfikir lagi dengan keselamata Raja dan cahaya" ucap Haikal mengusap kasar wajah nya.


" Aku yakin Raja dan Cahaya tidak kenapa napa Kal, kau tahu sendiri bukan, Raja itu pria yang kuat, dia psti bisa melenyelamat kan dir nya dan melindungi Cahaya juga"


Lain di hutan, lain pula di kediaman Atmaja, Pandu dari tadi melihat istri tercinta nya yang belum tidur karena khawatir memikir kan Putra kesayangan nya.


" Ma...sudah lah, tidak akan terjadi apa apa pada putra kita, ini hanya hujan Ma, mereka pasti sudah berada di dalam tenda" ucap Pandu mencoba menenang kan Kia.


" Tapi perasaan Kia tidak enak Mas, entah kenapa mama merasa kan kalau terjadi sesuatu pada Raja" ucap Kia memberi tahu.


" Tidak terjadi apa apa pada anak kita, sudah ayo tidur, ini sudah malam" ajak Pandu dan Kia menurut saja.


Di tengah hutan, Cahaya semakin mengigil kedinginan, bibir nya sudah semakin membiru, Raja yang bingung pun ahkir nya melepas kan pelukan nya dari tubuh Cahaya.


" Ya kamu harus bertahan, kamu harus kuat" ucap Raja, namun Cahaya hanya bisa mengangguk kan kpala nya saja.


Raja yang melihat bibir Cahaya sudah semakin membiru ahkir nya tidak punya pilihan lain.


" Ya maafkan aku, aku harus melakukan ini, aku gak mau sampai kamu kenapa napa?" ucap Raja.


 


Bersambung.


Nah lo Raja mau ngapain ayo...???


Ikuti terus cerita nya ya..


Dan jangan lupa dukungan nya untuk Author.


Terima Kasih banyak.


Love You More.

__ADS_1


 


 


__ADS_2