
" Dengar baik-baik Ina, kakak bukannya membohongi kamu, tapi kakak sedang memantapkan hati kakak untuk kamu, kakak gak mau hati kakak salah pilih nantinya, untuk Arti kakak gak tahu perasaan kakak ke dia gimana? karena gak pernah menjalin hubungan spesial dengan dia Ina" ucap Wisnu mencoba meyakinkan Sabrina.
" Dan untuk kamu, kakak mohon kamu bersabar dan kamu yakinkan kakak agar kakak bisa semakin yakin kalau kamu lah jodoh yang di kirim kan untuk kakak" sambung Wisnu lagi dengan menatap Sabrina dengan tatapan memohon.
Sabrina dengan perlahan melihat wajah Wisnu begitu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Wisnu, di tatapnya mata Wisnu, mencari kebohongan, namun tidak ada kebohongan di sana, Wisnu benar-benar berkata jujur.
Sabrina kembali meneteskan air matanya, entah kenapa dirinya menjadi ragu dengan rasa cintanya pada Wisnu yang dulunya menggebu-gebu.
" Ada apa Ina? apa kamu gak percaya dengan ucapan kakak barusan" tanya Wisnu.
" Entahlah kak, entah kenapa kali ini aku takur untuk mencintai kakak" jawab Sabrina namun tidak berani menatap ke mata Wisnu. Sabrina memalingkan wajahnya saat mengatakan itu pada Wisnu.
" Apa yang kamu takutkan Ina? kakak hanya meminta kamu untuk bersabar sebentar saja, agar kakak bisa meyakinkan hati kakak kalau kamu memang jodoh yang di kirim Allah untuk kakak" ucap Wisnu kembali meyakinkan.
__ADS_1
Melihat Sabrina yang diam saja, Wisnu kembali besuara. " jawab Ina? apa yang kamu takutkan?" tanya Wisnu kembali.
" Aku takut..aku takut kak, mencintai kakak yang paling aku takutkan , Ina takut kehilangan kakak, Ina takut kakak meninggalkan Ina karena hati kakak masih ada orang lain" ucap Sabrina dengan suara tercekat.
" Padahal di hati Ina kakak itu segalanya untuk Ina, semenjak Ina melihat kakak rasanya kakak lah yang sudah mengembalikan senyuman Ina yang sempat hilang dulu, dan jujur kakak itu ibarat nyawa Ina, dan Ina sudah berucap dari lubuk hati Ina untuk memberikan cinta Ina hanya untuk kakak" lanjut Ina sambil menangis.
Sabrina semakin terisak, sedangkan Wisnu masih diam saja ingin tahu apa kelanjutan yang ingin di ucapkan oleh Ina pada dirinya.
" Kak" panggil Ina dengan suara paraunya.
" Tolong kak, tolong berikan hati kakak untuk Ina, berikan cinta kakak buat Ina, jangan buat Ina merasakan sakit hati yang kesekian kali, jangan biarkan Ina tersesat untuk mencari cinta kakak yang Ina sendiri gak tahu itu dimana" ucap Sabrina sambil menangis dan menutup matanya karena secara tidak langsung lagi-lagi dia memohon agar Wisnu mau menerima dirinya.
Sementara Wisnu sendiri terdiam terpaku setelah mendengar perkataan yang di ucapkan Sabrina barusan, dan lagi-lagi hatinya sakit saat melihat Sabrina menangis.
__ADS_1
Dengan cepat Wisnu membawa Ina kedalam pelukannya, di elusnya kepala Sabrina yang tertutup hijab, dan tanpa di sadari air mata Wisnu juga ikutan keluar namun dengan cepat di hapusnya agar Sabrina tidak melihatnya.
" Maaf" kata itu keluar dari mulut Wisnu yang tidak di jawab sama sekali oleh Sabrina karena dirinya masih terisak di dalam pelukan Wisnu.
"Sepertinya jawaban kakak sudah bisa terjawab Na, kalau kamu wanita yang dikirim Allah untuk menjadik takdir hidup kakak, kamu wanita yang akan menemani hidup kakak sampai kita menua bersama nanti, kamu nadi kakak dan kamu jantung kakak Ina" ucap Wisnu sambil meletakkan kedua tangannya di sisi kedua pipi Sabrina yang langsung membuat Sabrina terdiam seketika dari tangisnya.
" Maksud kakak" tanya Sabrina masih tidak percaya.
" Ya kamu adalah segalanya untuk kakak sekarang, dan kakak minta kamu juga mencintai kakak sepenuh hati kamu sayang, dan kakak pasrah kan diri kakak sekarang hanya untuk kamu, sama seperti yang kamu minta pada kakak tadi, kalau kakak juga minta hati kamu, cinta kamu hanya untuk kakak saja, sampai maut memisahkan kita, Love You Sabrina" jawab Wisnu dengan menyatukan kening mereka berdua.
Sabrina yang mendengar itu semua langsung menangis sekatika, dirinya mematung namun air mata sudah mengalir deras di pipi mulusnya.
" Kakak yakin? kenapa secepat itu berubahnya? apa karna kak Arti sudah milik orang lain" tanya Sabrina yang ingin butuh jawaban pasti.
__ADS_1
Wisnu dengan cepat menggelengkan kepalanya dengan cepat, " bukan karena itu, intinya kamu sekarang adalah takdir kakak" jawab Wisnu dengan cepat dan kembali membawa Sabrina ke dalam pelukannya.
Bersambung.