
Tanpa terasa acara liburan plus sekaligus bulan madu Andra dan Tiara kelar sudah, seharus nya mereka masih mau tinggal lebih lama di sana, tapi karena Siapa nelpon kalau dirinya sudah sering merasakan kontraksi palsu, jadi mau tidak mau semua nya harus balik malam itu juga.
Andra yang saat ini sedang berada di dalam pesawat langsung tidur karena selama satu minggu di Danau Toba belum ada bukak segel sama sekali.
Tiara juga tidak bisa berkata apa-apa karena memang dirinya baru selesai di saat mereka mau pulang.
" Sayang maaf ya, gak bisa jadi istri yang terbaik" ucap Tiara dengan wajah sedih.
Andra kangsung membuka mata dan menatap wajah cantik Tiara yang berada tepat di hadapannya.
Dengan cepat Andra memeluk Tiara dan mencium ujung kepala Tiara yang tertutup hijab.
" Sebagai gantinya begitu kita sampai kamu harus membayar semua nya sayang, dan tidak ada penolakan" sahut Andra.
Glek
Tiara langsung menatao wajah Andra yang begitu serius, rasa takut langsung mendera di hati Tiara, bukan apa-apa ini adalah pengalaman pertama nya, dan orang-orang bilang kalau baru pertama akan begitu terasa sakit.
" Kenapa melamun?" tanya Andra.
Tiara langsung tersenyum kaku, " Tidak sayang, siapa yang melamun" ngeles Tiara kemudian kembali menyandarkan kan kepala nya di dada bidang Andra.
Beda dengan pasangan pengantin baru, beda lagi dengan pasangan yang mau menuju halal, semenjak selesai berfoto, dan Andra mengadu pada Papa Pandu dan ayah Aldi kalau Haikal nempel- nempel dengan Ratu.
Alhasil saat ini Haikal di larang dekat-dekat dengan Ratu sampai menuju halal, alasan nya karena takut terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan sebelum waktu nya tiba.
Haikal begitu kesal karena mulut ember Andra dia tidak bisa duduk di sebelah Ratu, namun Haikal tetap berusaha agar bisa duduk dengan wanita pujaan hatinya.
" Kamu mau kemana?" tanya Ayah Aldi saat melihat Haikal bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Mau duduk di dekat Ratu Yah, Haikal kayak orang bodoh diam aja selama dua jam di atas pesawat" jawab Haikal namun langkah nya terhenti saat Ayah Aldi bersuara..
" Silahkan saja kamu kalau berani menghadapi calon mertua kamu itu" ucap Ayah Aldi sambil membaca koran yang tersedia di atas pesawat.
Langkah kaki Haikal langsung terhenti, ia langsung melihat Ratu yang duduk di sebelah mamanya dan papa nya berada di kursi sebelah tepat nya di sebelah mama Kia.
" Kenapa berhenti? takut kamu?" tanya Ayah Aldi menahan tawa.
Haikal berdecak kesal kemudian langsung kembali duduk dikursi nya, Bunda Widya hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat sikap putra nya yang sebentar lagi akan menikah.
" Lagian kenapa gak boleh dekat-dekat sih? Haikal mana mungkin macem-mecemin Adek Yah, percaya aja dengan bacot nya Andra" ucap Haikal membela diri.
" Itu kan kata kamu, tapi hati kamu berkata lain kan" sahut Ayah Aldi.
"Lagian cobaan mau nikah itu banyak, salah satu nya ya menjaga iman agar tidak keterusan" sambung Ayah Aldi menyindir Haikal.
Haikal langsung diam dengan wajah kesal nya, sedang kan Andra yang emang duduk tepat di hadapan Haikal tersenyum jahil sambil menaik turun kan mata nya dan memamerkan kemesraan nya dengan Tiara, dan hal itu membuat Haikal semakin murka dengan ulah Andra.
Ratu yang juga ingin berdekatan dengan Haikal pura-pura berdiri, namun baru saja mau mengakat pantat nya, suara papa Pandu langsung mengagetkan Ratu dan spontan langsung terduduk kembali.
" Mau kemana dek? nemuin Haikal?" tanya papa Pandu menatap Ratu.
"Hahk... gak Pa, cuma mau benerin duduk doang, pegal soalnya" alasan Ratu yang membuat mama Kia dan papa Pandu menahan tawa nya.
Ratu menoleh kan kepalanya ke belakang menatap sang pujaan hati, Ratu langsung memasang wajah sedih karena tidak bisa duduk bareng dengan Haikal, kemudian wajah nya mendadak murka saat melihat kemesraan Andra dan Tiara.
Dasar kutu kupret kak Andra, uda buat cerita yang enggak-enggak sekarang malah pamer kemesraan di hadapan calon suaminya aku, awas kamu kak Andra aku bakalan gagalin acara unboxing kalian nanti kalau uda sampek rumah, mau main main sama Ratu, ucap Ratu dalam hati.
Kemudian Ratu kembali menatap Haikal yang juga menatap dirinya, dari jauh Ratu memberikan ciuman jarak jauh agar calon suami tercinta nya tidak murung lagi wajah nya.
__ADS_1
Dan hal itu dapat di lihat oleh Ayah Aldi, saat Ratu meniup kan ciuman jarak jauh nya, Ayah Aldi langsung berdiri dan ikut menatap ke arah Ratu dan sukses membuat wajah Ratu langsung petak karena ciuman angin nya salah sasaran.
Andra yang juga melihat tingkah Ratu dan Haikal langsunh tertawa kekeh dan membuat semua yang ada di dalam pesawat menatap ke arah Andra.
" Hahahaha, salah sasaran ya Dek, kasian banget sih, yang sabar ya Kalo, dua bulan lagi kok" ucap Andra sengaja semakin memanas-manasi suasana.
Ratu dan Andra wajah nya sudah bagaikan malaikat pencabut nyawa yang ingin sekali membalas perbuatan Andra saat itu juga, namun apalah daya, mereka tidak bisa membalas nya karena tidak bisa bergerak sedikit saja.
" Bun calon menantu kita ngasih Ayah ciuman melalui angin, Bunda gak marah kan" ledek Ayah Aldi yang langsung membuat seluruh orang yang ada di pesawat menertawakan kan kalakuan Ratu.
" Issh Ayah apaan sih, itu buat Haikal Yah" ucap Haikal dengan wajah kesalnya.
" Tapi salah sasaran dan om Aldi yang dapat, dan kamu belum beruntung" ucap Andra menimpali.
" Lagian masih kurang dengan adegan kemarin, padahal udah termasuk DP itu loh" lanjut Andra lagi.
" Kak Andra, apaan sih kita gak ada ngapa-ngapain ihhk" ucap Ratu membela dirinya dan Haikal.
" Yah karena kakak datang, coba kakak gak datang pasti uda ada bisikan bisikan demit penghuni Danau Toba mengatakan cium saja, cium saja" sahut Andra mempraktekan gaya bicara nya seperti suara hantu dan di lanjut kekehan.
" Ya bener, dan kamu lah penghuni nya, karena dimana mana kalau ada orang ketiga itu setan, dan kamu setan nya"ucap Haikal yang langsung membuat Andra terdiam dari tawa seketika.
" Kenapa diam kak, ngakuin kalau emang bener kemarin jadi demit penghuni Danau Toba" kali ini Ratu yang meledek Andra dan membuat semua yang ada di sana balik menertawakan kan Andra.
" Ya enggak lah, kakak itu malah menjadi malaikat nya, karena kalian tidak keterusan, ya kan sayang" ucap Andra membela diri.
" Keterusan apa emang nya" tiba tiba Oma Dewi bersuara karena keluar dari dalam kamar.
" Waduuh malaikat pencabut nyawa keluar beneran" gumam Andra menutup mulutnya keceplosan.
__ADS_1
Bersambung.