
Di dalam perjalanan, Ara hanya menatap azmi yang sedang fokus menyetir, Azmi yang tau di tatap Ara hanya tersenyum melihat ara sekilas, setelah itu fokus menghadap jalan.
" Ada apa Ra? kenapa menatap aku seperti itu? aku tau aku tampan" ucap Azmi dengan enyuman di wajah nya.
" Kenapa kamu begitu pada dokter Kayla, aku gak mau cari cari masalah di rumah sakit tempat aku bekerja" ucap Ara langsung to the point.
" Emang aku ngapain Kayla, aku bersikap seperti biasa dengan nya" tanya Azmi.
" Kamu itu tidak melihat dia begitu sakit saat kamu menarik aku duduk di pangkuan kamu tadi, apa lagi saat kamu membawa aku keluar dari menarik tangan ku, dokter Kayla itu seprti nya mencintai kamu tau" ucap Ara.
" Aku tau , tapi aku tidak mencintai nya, yang aku cintai itu kamu Ra" ucap Azmi pelan tapi Ara masih bisa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Azmi.
" Apaa?" tanya Ara menatap Azmi.
Azmi tidak menjawab ucapan nya, dia membawa Ara ke pantai, Ara yang tahu di bawah ke pantai langsung menatap Azmi kembali.
" Kenapa ke pantai, bukan nya tadi bilang nya mau makan" tanya Ara.
" Di sana juga bisa makan Ra" sahut Azmi dengan santai.
Ara hanya diam saja mengikuti jalanan yang menbawa diri nya ke pantai, Azmi sesekali melirik Ara yang menahan ngantuk.
" Kamu tidur aja, nanti kalau sudah sampai aku bangun kan" ucap Azmi yang tidak disahut Ara.
*****
Di depan sebuah Ruko, telah berdiri seorang lelaki tampan memandangi orang orang yang begitu ramai mondar mandir keluar masuk karena benyak nya yang membeli kue dan roti di toko kue Cahaya.
Dengan perlahan Raja masuk, di dalam Raja di sambut sopan dengan karyawan Aya yang trekagum kagum melihat ketampanan Raja.
" Selamat siang tuan, ada yang bisa kita bantu, mau beli kue apa?" tanya karyawan yang bekerja di toko kue Aya.
" Cahaya nya ada?" tanya Raja langsung.
Karyawan itu pun langsung menganggukkan kepala nya tanda kalau bos mereka ada di dalam.
" Boleh saya bertemu dengan nya?" tanya Raja langsung.
" Apa sudah membuat janji tuan?" tanya karyawan Aya.
" Sudah?" jawab Raja berbohong.
Karyawan Aya pun langsung mengantar kan Raja ke ruangan pribadi Cahaya yang ada di lantai tiga, dengan mengikuti karyawan Aya, Raja menlihat sekililing toko kue Aya yang begitu bersih dan rapi.
__ADS_1
Saat sudah di lantai tiga, Raja hanya melihat satu ruangan yang di tutup pintu nya, Karyawan Aya pun langsung mengetuk pintu dengan sopan.
Tok..tok..tok
" Masuk" sahut Aya dari dalam.
Karyawan Aya pun masuk dan langsung memberi tahu kan kalaua da tamu yang mencari nya.
" Permisi buk, ada tamu yang mencari ibu" ucap Karyawan Aya.
Cahaya langsung menaut kan alis nya, karena hari ini dia tidak ada janji sama sekali dengan orang.
" Siapa?" tanya Aya menatap karyawan nya.
Belum sempat karyawan memberi tahu, Raja sudah masuk ke dalam ruangan Aya dan membuat Aya terkejut melihat kedatangan Raja, priayang sudah di tolong nya empat tahun yang lalu.
" Kamu" ucap Aya sedikit kaget.
Tapi Aya langsung merubah raut wajah nya menjadi biasa karena masih ada karyawan nya di ruangan nya.
" Kamu boleh keluar, makasih ya" ucap Aya sambil tersenyum.
Kini tinggal Aya dan Raja di dalam ruangan Aya setelah kepergian karyawan Aya, Raja menatap Aya dengan tatapan yang membuat Aya takut.
" Ehhmmm...sebaik nya kita keruangan bawah saja, di sana biasa nya tempat orang yang mau memesan kue secara spesial, seperti Ratu semalam" ucap Aya yang sudah melangkah.
" kenapa pintu nya di kunci" tanya Aya ketakutan.
"Ada yang mau aku tanya kan pada mu?" ucap Raja langsung menarik Aya untuk duduk di samping nya.
Sementara Arti yang melihat karyawan nya baru turun dari ruangan Aya langsung bertanya.
" Kenapa kamu dari lantai atas? ada apa dengan Aya?" tanya Arti sahabat Aya.
" Saya baru mengantar tamu bu Aya bu, dan saya sekarang mau melanjut kan pekerjaan saya" ucap karyawan Aya.
Arti hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, namun Arti bertanya tanya siapa kira kira tamu Aya di atas sana.
Di ruangan Aya, Aya menatap Raja yang saat ini duduk disamping nya.
" Sebelum aku bicara sama kamu, boleh kah aku tahu siapa nama kamu?" tanya Raja dengan tmenatap Aya dengan tatapan lembut.
" Cahaya....kamu bisa memanggil ku dengan Aya" ucap Aya memberi tahu.
__ADS_1
" Nama yang cantik, secantik orang nya" ucap Raja dengan senyuman di wajah.
Aya menatap Raja saat Raja tersenyum, jantung nya mendadak tidak normal melihat ketampanan Raja yang aduhai.
" Aku Raja, kamu bisa panggil aku Raja" ucap raja menjulur kan tangan nya.
Cahaya menatap tangan Raja kemudian mejabat tangan Raja, raja tersenyum kemudian melepas kan tangan nya dari tangan Aya.
" Cahaya...apa kamu tidak suka bertemu kembali dengan ku?" tanya Raja menatap Aya dengan tatapan sendu.
Cahaya yang mendapat kan pertanyaan yang keluar dari mulut raja langsung menatap Raja.
" Kenapa bertanya seperti itu? aku bukan orang yang seperti itu?" ucap Aya tidka terima.
" Lantas kenapa kamu semalam seperti tidak suka saat aku memberi tahu siapa aku pada mu Ya" tanya Raja.
" Kenapa wajah mu menjadi murung malam itu?" lanjut Raja menatap Aya minta penjelasan.
Aya tidak menjawab, dia memaling kan wajah nya menghindari tatapan dari Raja.
" Kamu tahu Ya, kalau aku mencari kamu selama empat tahnun, aku selalu datang ke tempat dimana kamu menolong ku, tapi hasil nya nihil, bayang bayang mu yang mengatakan aku tidak apa apa, ini hanya luka kecil itu selalu menganggu pikiran ku Ya" ucap Raja memberi tahu Aya.
" Aku juga gak tahu kenapa? tapi aku begitu ingin bertemu dengan mu lagi setelah pertemuan saat kamu menolong ku" lanjut Raja.
Cahaya sendiri yang mendengar semua perkataan Raja menatap Raja dengan tatapan tidak mengerti.
" Kenapa kamu mencari cariku, apa aku meninggal kan sesuatu saat itu? atau aku membawa barang mu?" tanya Aya yang msih tidak mengerti dengan perkataan Raja kalau Raja mencari nya selama ini.
Raja menatap Aya, tatapan Raja kali ini begitu dalam, " Iya..kamu membawa sesuatu milik Ya, maka nya aku mencari mu selama empat tahun ini?" ucap Raja yang membuat Aya terkejut.
" Apa?" tanya Aya.
Bersambung.
__ADS_1