
Antara kesal dan rindu, ini lah yang di rasa kan Arti saat ini, dirinya begitu kesal saat melihat wajah Yusuf saat singgah ke toko kue dengan alasan mau beli kue buat mama, tapi kalau dalam beberapa hari Yusuf tidak datang ke toko kue entah kenapa ada rasa rindu pada diri Arti.
Namun kebalikannya, kalau Yusuf sudah menujukkan wajahnya di toko roti, kejadian beberapa bulan lalu langsung teringat di ingatan Arti dan membuat Arti kesal setangah mati.
Beberapa bulan yang lalu
Malam itu Arti berangkat di temani karyawannya menggunakan mobil khusus untuk pengantaran kue, saat sudah tiba di depan rumah Yusuf, Arti melihat rumah yang lumayan besar di hadapannya, dengan langkah pasti ia masuk ke dalam setelah izin pada security yang berjaga di depan rumah Yusuf.
Baru ingin mengetuk pintu, tiba tiba saja pintu sudah terbuka dan muncul lah Yusuf dengan pakaian santainya di hadapan Arti.
" Selamat malam,ahkirnya kamu nepati janji kamu juga ya" ucap Yusuf dengan gaya cool nya meletakkan tangannya di kantung celananya.
Cahaya melihat penampilan Yusuf dari atas ke bawah, Yusuf yang sadar dijdi perhatikan langsung menyungging kan senyumnya.
" Aku emang sudah ganteng dari lahir kali, jangan begitu banget perhatikannya, nanti kamu jatuh cinta sama aku, kalau sudah jatuh cinta susah move on nya loh" ucap Yusuf dengan percaya dirinya.
" Ck, pede banget loh,ni kue pesanan Loh, gue mau balik" ucap Arti menyerah kan kue tersebut tepat di wajah Yusuf.
" Apa begini cara mengantar pesanan pada pelanggan tetapnya, ck gak sopan banget" sahut Yusuf tanpa menerima kue yang ada di hadapannya.
" Jadi gue harus gimana lagi, ini uda malam loh, aku juga harus pulang buat istirahat, kasian kariawan yang nunggu aku di luar" tanya Arti dengan wajah kesal.
Yusuf tidak menjawab, Ia memandang ke arah luar dan melihat mobil terparkir di depan rumahnya, dengan perlahan Yusuf mengambil ponselnya dari kantung celananya dan mengirim pesan pada security yang menjaga di depan rumahnya untuk menyuruh pulang diluan karena Arti nanti dia yang akan antar pulang, dan yang pastinya ini tanpa sepengetahuan Arti.
" Ayo dong antar dulu kue nya, keluarga aku sudah nunggu loh" ucap Yusuf setelah selesai mengirim pesan pada security nya.
" Kenapa gak Loh aja sih, lagian sepertinya gak ada acara di rumah Loh, buktinya penampilan Loh gak seperti ada acara" ucap Arti yang di jawab senyuman oleh Yusuf.
" Udah masuk aja, entar kamu juga tau sendiri" jawab Yusuf mempersilahkan Arti masuk.
__ADS_1
Dengan malas Arti masuk ke dalam rumah dan mengikuti langkah kaki Yusuf menuju ke ruang keluarga sambil membawa kotak kue pesanan Yusuf kemarin.
" Selamat malam semua, ini dia yang kita tungu tunggu sudah datang" ucap Yusuf dan membuat semua yang ada di ruangan keluarga melihat ke arah Yusuf dan Arti.
Arti yang tidak tahu apa-apa hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda salam.
" Maaf ya sudah menunggu lama, tadi ada sedikit macet di jalan" ucap Arti dengan senyuman manis nya.
" Waah manis sekali, kamu gak salah pilih Suf" ucap Tante Yusuf memuji kecantikan Arti.
Arti yang tidak mengerti dengan perkataan tante Yusuf langsung menatap Yusuf meminta penjelasan, sedang kan mama dan papa Yusuf tersenyum melihat anaknya yang memperkenal kan wanita yang begitu mereka sukai, yang pertama Arti anak yang sopan, dan juga pakaiannya begitu sopan dengan menutup auratnya, di tambah Arti juga pekerja keras di mata sang mama dan papa Yusuf, karena Yusuf sudah menceritakan kisah Arti pada kedua orang tuanya.
Mama Yusuf langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Arti yang berdiri tepat di samping Yusuf.
" Jadi ini calon menantu mama nak, mama setuju sekali dan mama mau kalian segera bertunangan" ucap mama Yusuf.
Deg
" Yusuf kan ingin mendapat istri seperti mama, yang menjaga auratnya hanya untuk suaminya saja, ya kan sayang" ucap Yusuf kemudian mengedipkan matanya pada Arti yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
Semua keluraga Yusuf tersenyum melihat keromantisan yang di ciptakan oleh Yusuf saja, mereka tidak melihat wajah pucat Arti dan tatapan mata Arti yang sudah begitu kesal pada Yusuf, setiap ingin bicara pasti langsung di potong oleh Yusuf.
" Ayo mari sini duduk nak, kita bicara-bicara dulu" ajak mama Yusuf sambil menarik tangan Arti.
Bahkan kue yang di bawa Arti entah sejak kapan sudah berpindah ke tangan Yusuf tanpa Arti sadari.
" Nah ini semua kue yang di bawa Arti adalah buatan calon menantu mama dan papa, ayo semua kita cicipi kalian pasti ketagihan" ucap Yusuf.
Dengan cepat mereka mencicipi kue yang di bawa oleh Arti, Arti cuma bisa terdiam dan menatap Yusuf dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Ini apa-apaan sih, kenapa jadi begini, bahkan aku gak bisa bicara sedikit pun, awas kamu kenalpot bocor, nanti kalau aku bisa bicara akan aku balas biar kamu matikutu di depan keluarga kamu, enak banget kamu bilang aku calon menantu di rumah ini, gimana hidup ku nanti kalau aku beneran jadi istri kamu, ya Allah kenapa kepala ku jadi pusing begini, batin Arti sambil mengusap keningnya dengan jari-jarinya.
Dan hal itu di perhatikan oleh mama Yusuf, " Kamu kenapa sayang, kamu sakit?" tanya mama Yusuf.
" Sebenarnya say" ucapan Arti terpotong.
" Sayang kamu kenapa? kamu pasti kecapean ya buat kue untuk di bawa ke rumah aku, yauda kamu aku antar pulang ya, biar bisa istirahat" ucap Yusuf memegang tangan Arti.
" Kok pulang sih Suf, belum juga bicara bicara, Arti cuma mau istirahat sebentar aja kali, kamu bawa Arti ke kamar tamu gih, biar mama suruh bibi ambil obat agar Arti tidak pusing lagi" sahut mama Yusuf yang membuat Arti langsung kalang kabut dan menggelengkan kepalanya.
" Ahk iya, mama benar juga, ayo sayang aku antar ke kamar tamu" ajak Yusuf sambil menarik Arti ke kamar tamu.
Arti tidak mau ikut dengan Yusuf, tapi dengan tenaga Yusuf yang kuat, Arti ikut saja melangkah karena tarikan Yusuf yang begitu kuat.
Saat sudah tiba di kamar tamu, dengan cepat Yusuf menutup pintu dan itu kesempatan Arti langsung melepaskan pegangan tangan Yusuf dari tangannya.
" Apa-apaan sih Loh,lepasin gue dan gue mau pulang" ucap Arti dan ingin membuka pintu.
Namun dengan cepat Yusuf langsung menarik tangan Arti dan tanpa sengaja Arti langsung ketarik kebalakang dan memebentur tubuh tegap Yusuf, dan tanpa sengaja Yusuf mencium kening Arti dan membuatnya keduanya terkecut.
Cup
Arti langsung menatap Yusuf dan begitu juga sebaliknya, tapi entah sejah kapan, Ysusuf langsung memeluk pinggang Arti, saat sedang asik tatap tatapan, tiba tiba pintu terbuka dan menganggetkan keduanya, dan yang berada di depan pintu juga tak kalah terkejutnya.
Ceklek
Deg
Bersambung.
__ADS_1