
DEGG......
Tubuh Ricki membeku seketika melihat wanita yang ada di hadapan nya, wanita yang bersuara lembut, berhijab, dan wajah cantik nya telah di basahi oleh air mata nya, tapi itu tetap tidak mengurangi kadar kecantikan nya.
Ricki masih diam mematung di depan jenazah ayah Naya, tiba tiba suater yang berada di samping Ricki bersuara dan langsung menyadar kan Ricki yang lagi menatap Naya.
" Dok semua nya sudah selesai, tinggal menunggu pasien untuk mengurus administrasi agar jenazah bisa di bawa pulang oleh keluarga nya" ucap sang suster.
" Ahhh.. Iy..Iyaa" sahut Ricki teegagap.
" Dok kenapa Ayah saya bisa langsung ngedrop, bukan nya setelah operasi semalam keadaan nya masih baik baik saja" tanya Naya karena masih tidak terima karena meninggal nya Ayah nya.
" Ini sudah kehendak Allah, kita sudah berusaha semampu kita, dan saat kita periksa tadi, jantung ayah kamu begitu lemah, maka nya tiba tiba bisa ngedrop dan ahkir nya ayah kamu menghembus kan nafas nya yang terahkir" sahut Ricki menjelas kan.
" Kamu yang sabar ya, dan ikhlas kan ayah kamu" sambung Ricki dengan menatap wajah Naya dengan tatapan sedih.
Naya kembali memeluk tubuh ayah nya yang sudah tidak bisa bergerak, ibu nya terus sambil menciumi tangan suami nya.
" Ibu kita harus sabar, ayah sudah tenang di sana, kita tidak boleh terlalu meratapi kepergian ayah" ucap Naya menguat kan ibu nya.
Ricki begitu kagum dengan kekuatan Naya yang di tinggal kan orang tua nya, padahal dia juga sebenar nya rapuh karena kepergian ayah tercinta nya.
" Bu Naya ngurus administrasi dulu ya, biar kita bisa langsung bawah ayah pulang dan segera mengkebumi kan jenazah ayah" ucap Naya pada ibu nya.
Ibu Naya hanya bisa mengangguk kan kepala nya saja tanpa berkata sedikit pun.
Ricki melihat kepergian Naya entah kenapa sesak di dada nya, entab karena kasihan atau karena tidak bisa melihat wajah cantik Naya lagi, entah lha hanya Author yang tahu.
Setelah kepergian Naya dari ruangan ICU, Ricki langsung permisi pada ibu nya Naya untuk memeriksa pasien lain, dan Ricki menyuruh suster untuk menemani ibu nya Naya sampai semua administrasi di urus dan jebazah di bawa pulang.
Sementara Kia yang baru selesai memeriksa pasien, dan ingin langsung pulang karena jadwal nya di rumah sakit sudah selesai, bertemu dengan Ricki saat mau berjalan ke lobi.
__ADS_1
" Lho kak Ricki kenapa? kok muka nya kelihatan sedih giti?" tanya Kia saat sudah di dekat Ricki.
" Kakak sedih Kia, hari ini tidak bisa menyelamat kan nyawa pasien kakak, padahal kakak dan kak Nita semalam sudah mengoperasi nya agar bisa sehat, tapi ternyata oprasi nya gagal, dan hal itu yang membuat kakak merasa gagal jadi Dokter" sahut Ricki dengan wajah sedih nya.
" Kakak gak boleh bicara seperti itu, kita sudah berusaha semampu kita, dan usia hanya Allah yang tahu, tapi gak biasa nya kakak seperti ini, kakak juga pernah mengalami hal ini kan sebelum sebelum nya, tapi kakak gak sesedih ini" ucap Kia.
Ricki yang mendengar pun langsung membenar kan perkataan Kia.
Bener juga yang di bilang Kia, aku pernah mengalami hal ini ketika nyawa pasien yang ku tangani meninggal, tapi aku biasa saja, dan ini....ada apa dengan ku, batin Ricki.
Kia yang melihat Ricki bengong pun kembali bersuara, " Sudah tidak usah terlalu di fikir kan" ucap Kia menyemangati Ricki.
Ricki hanya mengangguk kan kepala nya saja, " oia kamu mau kemana Kia? balik?" tanya Ricki.
" Iya kak, Kia mau langsung pulang ke rumah aja, soal nya Kia mau berusin tesis Kia, biar cepat selesai, sedikit lagi soal nya" ucap Kia memberi tahu.
" Yasudah kamu hati hati ya, dan semangat menuju spesialis" ucap Ricki menyemangati Kia yang sudah di anggap nya adik sendiri.
Di kampus, Rika yang baru keluar dari kelas langsung di kejut kan dengan suara yang tidak asing di telinga nya.
" Pagi menjelang siang sayang" sapa Firman yang berjalan di belakang Rika.
Rika pun langsung berbalik dan melihat senyuman Firman yang tertuju di diri nya.
" Kak Firman, jangan ngomong seperti itu, nanti ada yang dengat, Rika jadi malu" ucap Rika sambil mengerucut kan bibir nya.
Firman semakin tertawa melihat wajah cemberut pacar baru nya itu, " jangan cemberut gitu Ka, kakak gak tahan lihat nya, soal nya belum halal" ucap Firman yang sudah berdiri di depan Rika.
" Ihhkkkk kakak..kok makin jadi sih" ucap Rika dan langsung membalik kan tubuh nya dan berjalan meninggal kan Firman.
Firman pun mengejar Rika agar tidak marah benaran, " Rika jangan ngambek dong, oke oke kakak gak gitu lagi" ucap Firman.
__ADS_1
Semua mahasiswa mahasiswi yang melihat dosen nya mengejar Rika langsung mencibir Rika karena mau sama dosen jelek kayak Firman.
" Iihhk..sih Rika oon banget ya, cantik cantik kok bloon mau sama dosen cupu kayak gitu, kayak gak laku aja" ucap mahasiswa yang melihat Firman dan Rika.
Rika yang mendengar hanya tersenyum saja, begitu pun dengan Firman, karena semua mahasiswa dan mahasiswi tidak ada yang tahu wajah asli Firman, karena salama menjadi dosen, Firman memang merubah tampilan nya menjadi cupu, agar fokus untuk mengajar.
Saat sudah di depan kampus, Rika dan Firman di kejut kan dengan Aldi dan Widya yang baru saja tiba di kampus habis mengurus untuk pernikahan nya yang sebentar lagi akan tiba.
" Cieeee yang baru jadian kejar kejaran, seru banget sihh" ucap Widya saat sudah di depan Firman dan Rika.
Aldi yang melihat tampilan Firman tertawa seketika, " Jelek banget kamu Man, betah banget Rika sama kamu dengan penampilan kayak gini, aku aja yang lelaki ogah" ucap Aldi masih terkekeh.
" Sialan kamu Al, aku berpenampilan kayak gini biar semua cewek di kampus ini gak tergila gila sama aku, kamu kan tahu sendiri gimana sahabat kamu ini" ucap Firman dengan bangga nya.
" Ciih soh kagentengan kamu Man" sahut Aldi.
Rika dan Widya hanya tersenyum melihat percakapan Aldi dan Firman.
" Yasudah kakak langsung balik ke kantor ya, kasian Pandu di kantor ngurus kerjaan sendirian, kamu jangan di paksa buat nyelesaian tesis nya, kalau gak keburu setelah kita menikah dan bisa di lanjut setelah menikah, kakak gak mau kamu sakit saat di acara pernikahan kita karna terlalu memporsir untuk selesai kan tesis ini" ucap Aldi yang mau balik ke kantor.
" Iya kak, kakak hati hati ya" kalau udah sampek kanyor kabari ya Kak" sahut Aldi dan di jawab anggukan kepala dan tersenyum.
Bersambung
Jangan lupa dukung Author ya readers yang baik hati dan rajin menabung, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, plissss. 🙏🙏
Kasih hadiah yang banyak juga ya, 😊😊
Terima kasih yang sudah mensuport Author untuk karya author ini, dan terima kasih banyak yang uda dukung author, author ucap kan banyak banyak terima kasih.
Love You More 😊😊
__ADS_1