Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 63


__ADS_3

Pandu pun langsung pergi meninggal kan Kia di kamar dan menuju mobil yang sudah di tunggu oleh  aldi dan Bima.


"Ayo kita berangkat sekarang" ucap Pandu.


Aldi pun langsung menghidup kan mesin mobil nya dan menginjak pedal gas nya menuju rumah sakit keluarga Atmaja.


" Ndu kamu harus ingat, kamu harus bisa membuat Iren percaya dengan ucapan mu, agar dia meu mengakui kalau dia yang dalang dari dari penembakan Kia" ucap Bima saat masih berada di perjalan.


" Baik lha kak, akan aku usaha kan" sahut pandu.


Tak lama mereka telah sampai di rumah sakit, Pandu langsung masuk ke dalam rumah sakit melalui pintu samping agar Iren tidak melihat nya.


Ricki sudah menunggu nya untuk langsung mempersiap kan rencana yang sudah di kabari oleh Aldi sebelum nya.


" Ayo buruan Ndu, kita harus cepat menyiap kan semua nya, takut nya Iren keburu curiga" ucap Bayu dan langsung di anggukin Pandu.


Mereka berlari menuju kamar yang sudah di siap kan untuk rencana mereka, Bayu sudah menunggu di dalam dengan Rika.


Yaah... Rika juga terlibat di rencana ini untuk mengelabui Iren selama rencana berlanjut, dan ada alasan lain tentu nya, apabila Kia mengetahui nya, ada Rika saksi dari rencana ini.


Pandu sudah sampai di dalam ruangan yang akan di jadi kan tempat untuk menjebak Iren, Pandu pun langsung di siap kan menjadi seperti pasien.


Aldi dan Bima yang berpura pura tidak mengetahui kalau Iren ada di rumah sakit langsung menegur Iren pada saat Iren marah marah di lobi rumah sakit untuk menanyakan dimana kamar Pandu dirawat.


" Iren, ngapain kamu disini?" tanya Aldi pura pura tidak sengaja bertemu Iren di rumah sakit.


Iren yang nama nya di panggil oleh seseorang langsung menoeh ke asal suara.


" Kebetulan sekali kamu ada di sini, aku mau ketemu sma Pandu, aku khawatir sama Pandu" ucap Irenn langsung to the point tanpa basa basi.


" Baik lah, ayo ikut aku?" sahut aldi.


Iren pun mengikuti Aldi dan Bima berjalan menuju ke ruangan rawat Pandu, saat sudah mendekati kamar tempat Pandu di rawat, Aldi mengirim pesan ke Ricki kalau target sudah hampi sampai tujuan.


Ricki yang mendapat pesan dari Aldi pun langsung mengatakan pada Pandu dan yang lain nya kalauIren sudah mau sampai di kamar ruangan rawat Pandu.


" mereka sudah mau sampai" ucap Ricki.


Bayu pun langsung mengintip di pintu Masuk yang sengaja tidak di tutup rapat, agar Iren mendengar dari luar saat uda mau sampai di kamar Pandu.


CETAAAAAAAAARRRRR ( bunyi gelas yang di lempar Pandu ke arah pintu)


Iren yang mendengar keriburan saat Aldi mau membuka pintu kamar pun terkejut, Iren langsung menanyakan pada Aldi apa yang terjadi dengan Pandu.


" Al kenapa ada keributan di kamar Pandu" tanya Iren saat Aldi mau membuka pintu kamar rawat pandu.


"Nantik kamu akan tau sendiri" sahut Aldi.


Aldi pun langsung membuka Pintu kamar rawat Pandu, saat Pintu terbuka terlihat lha Pandu yang mengamuk di dalam nya.


" Kiaaa ku masih hidup, Kia ku tidak mungkin pergi meninggal kan aku, kalian semua bohong, pergi kalian dari sini, PERGIIIIIIII" ucap Pandu yang berakting marah marah.

__ADS_1


Iren yang melihat Pandu seperti orang gila pun langsung terkejut.


" Pandu" Panggil Iren dengan wajah khawatir.


ALdi dan Bima yang melihat raut wajahIren khawatir dengan Pandu pun langsung tersenyum tipis.


Aku yakin pasti gak tega melihat Pandu seperti ini Iren, Pandu kamu harus bisa melakukan akting mu dengan baik, gumam aldi dalam hati.


Pandu yang mendengar nama nya di sebut pun langsung beralih ke asal suara.


" Iren" sahut Pandu dan langsung melentang kan tangan nya agar Iren memeluk nya.


Iren yang melihat Pandu meminta untuk segera di peluk pun berlari ke arah Pandu dan langsung memeluk Iren.


" ren, mereka semua bilang kalau Kia ku sudah mati, kamu kenal kan sama Kia ku, dia istri ku ren" ucap Pandu yang masih memeluk Iren.


" Iya aku tau ndu, tapi Kia memang uda gak ada Ndu, Kia udah pergi ninggalin kamu" sahut Iren dengan tegas.


Pandu yang mendengar Iren berbicara seperti itu langsung melepas kan pelukan nya.


" Dari mana kau tau kalau Kia ku sudah gak ada Ren?" tanya pandu dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


" Aku tau dari media Ndu, istri kau sudah mati tertembak, dia sudah tenang di alam nya sekarang, kau harus bisa melupakan dia Ndu, ada aku di sini yang menggantikan istri mu, kau jangan sedih lagi yah" sahut Iren.


Semua yang mendengar ucapan Iren pun langsung tersenyum tanpa sepengetahuan Iren Pasti nya.


" Apaa media telah menyiar kan tentang kematian istri ku, bukan nya aku sudah melarang nya, kenapa mereka masih menyiarkan nya tanpa sepengetahuan ku" ucap Pandu dengan sedih.


" Yah kau benar Ren, oiaa kapan istri ku dinyata kan meninggal Ren? mereka semua tidak memberi tahuku kapan istri ku meninggal kan aku" ucap pandulagi sambil menggeng tangan Iren.


" Setelah penembakan itu istri mu tidak bis di selamat kan Ndu, karena banyak kehabisan darah" sahut iren lagi yang mengetahui nya dari orang suruhan nya.


" Benar kah. tapi kenapa aku tidak tau itu semua Ren? kau tau dari mana ren kalau istri ku banyak kehilangan darah?" Tanyak Pandu lagi yang masih memegang tangan Iren.


" Aku tau dari rang su..." ucapan Iren terputus saat dia hampir saja menyebut kan kalau dia tau dari orang suruhan nya.


Aduh gawat, hampir saja aku mengatakan kalau aku tau dari orang suruhan ku, malah pandu masih menanti ucapan ku lagi.


Pandu yang melihat Iren terdiam pun langsung bertanya kembali pada Iren.


" Orang apa Ren maksud kamu? apa Orang suruhan mu yang memberitahu mu?" tanya pandulangsung dan melepas kan gengganman nya di tangan Iren.


Iren yang mendengar perkataan Pandu pun langsung terkejut, dia pura pura tidak mengerti apa yang di kata kan Pandu,.


" Apa maksud mu Ndu? orang suruhan apa maksud mu? aku tadi hanya mau mengatakan kalau aku tau dari orang orang rumah sakit.. ah iya Orang ruamh sakit" jawab Iren gugup.


" Benar kah?" tanya Pandu langsung berdiri dari tempat tidur


Iren yang melihat Pandu berdiri di depan nya dengan sehat pun langsung ikut berdiri.


" Pandukamu sudah sehat, kenapa kau tidak terlihat seperti orang sakit?" tanya Iren kebingunagn yang melihat Pandu sehat sehat saja.

__ADS_1


" Yaah aku memang sehat sehat saja, aku berpura pura sakit dan seperti tadi karna aku mau kau mengakui sendiri kalau kau lha dalang dari penembakan istri ku, Ita kan Iren?" tanya Pandu langsung dengan tatapan yang tajam.


Iren terkejut dengan apa yang di bialng Pandu, Iren melihat sekeliling nya, semua yang ada di sana tersenyum melihat ketakutan di wajah Iren.


" Jadi kalian sengaja menjebakki, Iyaaa?" tanyak Iren.


" Bisa di bilang seperti itu" sahut Pandu santai.


Iren yang mendengar ucapan Pandu langsun tertawa, dia tersenyum jahat pada semua yang ada di ruangan itu.


" Bagus lha kalian sudah tau, yaah aku lha yang sudah menyuruh orang untuk menembak istri mu, sekarang aku sudah puas, karena sudah mengirim wanita murahan itu ke alam baka" ucap Iren masih dengan tertawa.


Pandu yang mendengar istri nya di kata kan wanita murahan pun langsung mengepal kan tangan nya kuat.


" Kenapa kau lakukan itu pada istri ku?" tanya Pandu yang masih menahan amarah nya.


" Karena dia sudah merebut mu dari ku, karna kau berubah semenjak kehadiran dia, aku sangat membenci itu, dan aku senang walau pun kamu sudah tau kalau aku yang membunuh nya, tapi dia sekarang sudah mati" sahut Iren dengan tawa nya yang menggelegar.


" Tapi sayang nya kamu tidak tau yang sebenar nya terjadi? sahut Pandu yang kontan membuat tawa Iren berhenti.


"Apa maksud mu?" Tanya Iren.


" Sebentar, akan aku beri tahu kebenaran nya" sahut Pandu yang langsung mengeluar kan telpon nya dari saku celana nya.


pandu menelpon seseorang dan senagaja meloudspeaker p;hp nya agar Iren juga mendengar nya.


Tuut...Tuut...Tuut..


terdengar nada sambung di Hp Pandu, Tak lama bunyi suara wanita terdengar di telinga Iren.


" Hallo Assalamualaikum Mas" ucap seseorang dari sebrang telpon Pandu.


Iren yang mendengar nya langsung terkejut dan membuka berdiri di hadapan Pandu.


 


Bersambung......


 


 


 


 


Maaf Readers baru Up malam ini, Author hari ini ada kerjaan di dunia nya, ini sengaja di sempetin nulis walaupun cuma 2 bab.


slalu dukung Author ya biar semakin semangat nulis nya.


jangan lupa Like, Komen dan Vote ya.

__ADS_1


Terima kasih banyak.


__ADS_2