Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 43


__ADS_3

Pagi hari telah menyapa para penghuni di kediaman keluarga Atmaja, semua sudah berkumpul di meja makan untuk serapan bersama kecuali Pandu, Dia masih terlelap di alam mimpi nya karena baru bangun hampir pagi akibat tidak bisa tidur lantaran tidak ada Kia di samping nya.


"Kia sayang, coba kamu bangun kan suami kamu dulu!! mungkin tadi malam Dia tidak bisa tidur karena tidak ada kamu di sebelah nya" ucap mama Dewi.


" Iya Ma, biar Kia bangun kan dulu mas Pandu nya, Mama sama Papa serapan diluan aja" sahut Kia.


Kia pun langsung naik ke lantai dua setelah selesai menyiap kan serapan pagi bersama mama Dewi.


Begitu pintu kamar terbuka, benar saja yang di kata kan mertua nya, kalau putra nya belum bangun sama sekali, padahal matahari sudah keluar dari ufuk timur.


"Ya ampun Mas, kok jadi bangkong sih!! emang jam berapa tadi malam kamu tidur nya, sampai sudah jam segini kamu masih nyenyak nya belum bangun" ucap Kia bermonolog sendiri.


Kia pun langsung berjalan ke arah ranjang untuk membangun kan suami nya.


"Mas bangun dong, uda hampir siang lho ini" panggil Kia membangun kan suami nya sambil mengelus ngelus pipi suami nya.


Pandu yang merasa ada yang menyentuh pipi nya pun terbangun dan pelan pelan membuka mata nya.


"Sayaang kamu kok ada di sini? kamu temani Mas tidur kan, yauda ayok kita tidur lagi, Mas masih ngantuk banget sayang" ucap Pandu lalu menarik Kia agar tidur di sebelah nya.


"Iiihk Mas....Kia di sini mau bangunin Mas, bukan mau tidur lagi, Mas gak liat itu uda jam berapa?" sahut Kia sambil menarik tangan Pandu agar duduk, tapi karena tidak sebanding dengan tenaga nya, jangan kan suami nya duduk, bergerak pun tidak.


" Mas masih ngantuk banget sayang, gara gara ulah Mama dan kamu nurut aja, Mas baru tidur hampir pagi" ucap Pandu sambil memasang wajah ngantuk nya.


"Kia gak mau tau Mas, pokok nya Mas harus bangun sekarang dan segera mandi, buruan" sahut Kia dan membuka selimut yang menutupi separuh badan suami nya.


Pandu yang mendengar suara istri nya sudah sedikit marah pun langsung takut dan segera bangun dan beranjak ke kamar mandi.


" Iya..iyaa ini Mas bangun kok" ucap Pandu dengab lemas.


Kia yang melihat tingkah suami nya hanya bisa geleng geleng kepala saja, setelah Pandh masuk kamar mandi, Kia pun langsung menyiap kan pakaian santai untuk suami nya, karena hari ini Pandu dan Kia tidak berangkat kerja, berhubung besok adalah acara resepsi mereka di adakan.


Setelah selesai menyiap kan pakain untuk Pandu, Kia langsung merapi kan tempat tidur yang seperti kapal pecah, bantal sudah entah kemana mana.


" Beserak banget sih ini tempat tidur, padahal cuma tidur sendirian, tapi bantal uda kesana kemari" ucao Kia bicara pada diri nya sendiri.


Setelah semua beres, Kia langsung turun ke bawah untuk menemui mertua nya yang lagi serapan, tapi saat masih di tangga ada suara anak kecil yang teriak memanggil nama nya.

__ADS_1


"Tante Kiaaaaaaa" panggil anak kecil sambil berlari ke arah Kia berada.


"Sayang jangan lari lari nantik jatuh kamu nya" sahut Kia pada Qiara yang berlari ke arah nya.


Qiara pun langsung berhenti berlari dan menunggu Kia di bawah ujung tangga.


"Tanteee...Ara kangen banget sama tente, udah lama kita gak ketemu" ucao Qiara saat Kia sudah hampir di ujung tangga.


Kia yang mendengar pun langsung tersenyum, dan begitu sampai di hadapan Qiara, Kia langsung memeluk nya dan mencium pipi chuby Qiara gemes.


"Maaf sayaang, Tante kemarin kemarin sibuk banget, karena banya pasien di rumah sakit, jadi nya tente gak sempat main ke rumah Ara" ucap Kia sambil mengelus pipi chuby Ara.


"Gak apa apa kok Tan, lagian sekarang Ara uda di sini, dan Ara juga akan menginap di sini, karna besok kata mama ada pesta Om Pandh dan Tante Kia" sahut Qiara senang.


Semua yang mendengar percakapan Kia dan Qiara pun hanya tersenyum. Kia yang menyadari sudah ada Kak Anita dan Kak Bima pun langsung menghampiri mereka ke meja makan, sambil meneteng tangan Qiara.


" Kak Nita sama Kak Bima kapan sampai nya, Kok Kia gak tau ya?" ucap Kia sambil menyalami dan menciun punggung tangan Anita, Kalau Bima hanya menyatu kan telapak tangan saja, karena Kia tidak mau bersentuhab dengan yang bukan mukhrim nya


" Baru aja kok Dek" sahut Anita dan Bima berbarengan.


"Kompak bener" ucap Papa Ridwan karna mendengar anak dan menantu nya menjawab pertanyaan Kia dengan kompak.


Semua yang ada di meja makan terkekeh lucu.


" Pandu sudah bangun kan sayang?" tanya mama Dewi pada Kia.


"Sudah kok Ma, Mas Pandu lagi mandi, bentar lagi juga turun.


Belum lama Kia berbicara, suami nya sudah berjalan menuruni tangga.


"Nenek itu Om Pandu uda datang" ucap Qiara menunjuk ke arah Pandu.


Semua yang ada di atas meja langsung melihat ke arah yang di tunjuk Qiara.


"Lemas banget itu anak?" ucap Anita yang melihat Pandu gak semangat.


"Gimana gak lemas, Mama ngelarang Pandu tadi malam gak boleh tidur sama Kia, aneh kan kak? udah sahh juga" sahuy Pandu langsung duduk di kursi meja mekan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Pandu, Anita dan Bima tertawa kekeh, Pandu melihat kakak dan kakak ipar nya tertawa makin kesal.


"Tertawa aja terus, senang banget liat adik nya yang tampan ini tersiksa" ucap Pandu dengan muka sebel nya.


"Kasian banget kamu Ndu, jadi puasa dech!!" ucap Kak Bima mengejek Pandu.


" Emang Pandu belum buka puasa kali kak" sahut Pandu sambil melihat ke arah Kia dengan wajah yang di tekuk.


Semua yang mendengar jawaban Pandu semakin tertawa kekeh, Pandu yang di tertawa kan hanya memasang wajah sebel, sedang kan Kia, wajah nya sudah merah padam karna malu, dan lain hal nya dengan Qiara, Dia heran dengan orang orang dewasa yang ada di meja makan pada tertawa semua.


"Uda...udaa tertawa nya, mending sekarang kita langsung serapan aja, bentar lagi orang WO datang untuk mendekor rumah kita" ucap Mama Dewi memberi tahu.


Mereka pun langsung serapan dengan nikmat dan di selingi candaan candaan kecil.


Tak lama mereka memulai serapan, Aldi datang menyapa mereka semua.


"Assalamualaikum semua" sapa Aldi.


" Walaikumsalam" sahut semua nya kecuali Pandu, Dia masih kesal karna trus di ledekin.


" ayok serapan dulu Nak" ucap mama Dewi pada Aldi.


" Iya tante" jawab Aldi dan langsung duduk di kursi meja makan.


Tapi pada saat Aldi melihat wajah Pandu di tekuk, dia pun langsung bertanya.


" Kamu kenapa Ndu? jelek amat tu muka" tanya Aldi.


Pandu hanya melirik saja, sedangkan yang lain nya hanya tersenyum melihat Pandu.


Sedang kan Aldi makin heran dengan keluarga Atmaja karna belum mendapat jawaban.


Bersambung......


Terus dukung Athor dengan Like, komen dan Vote yaa.


Serta Kasih Bintang Lima.

__ADS_1


Terimah Kasih Banyak 🙏🙏


__ADS_2