
Setelah Ara bersih bersih, Ara turun ke bawah dengan pakaian santai nya, Ia mengira kalau Azmi langsung pulang setelah mengantar nya, Ara tidak ingat kalau Azmi mau mengajak nya makan di luar.
Azmi yang sedang duduk dengan Oma Dewi dan mama Anita melihat Ara turun dengan baju santai nya dan tidak mengenak kan hijab nya langsung terdiam dan sangat susah untuk menelan saliva nya.
Oma yang melihat Azmi terdiam dan menatap ke arah tangga di mana cucu nya turun sambil beranandung langsung mengkode Anita yang belum melihat Ara turun tanpa menggunakan hijab nya.
Ara dan Anita kalau di rumah memang tidak menggunakan hijab, kecuali ada tamu dan mereka mau keluar dari kamar, maka mereka berdua baru mengenakan hijab mereka.
" Sayang kenapa kamu turun seperti itu? ada nak Azmi di sini?" tegur mama Anita yang langsung membuat Ara membeku seketika di tangga ke tiga dari bawah.
Ara menatap Azmi yang juga menatap nya dengan tatapan kagum, Azmi bisa melihat kulit putih mulus Ara, dan rambut Ara yang hitam lebat dan panjang tergerai panjang begitu indah di mata Azmi.
Kia yang kebetulan baru turun daru kamar nya dan membawa selimut yang akan mau di cuci melihat Ara terdiam berdiri di tangga menatap ke arah ruang keluarga.
Mata Kia mendadak melotot saat melihat Ara dan Azmi saling tatap dengan Ara tidak memakai hijab nya.
" Masya Allah sayang" ucap Kia yang langsung menutub tubuh dan kepala Ara dengan selimut yang di pegang Kia.
" Buruan ke kamar sayang, ganti pakaian kamudan pakai hijab kamu" ucap Kia yang langsung membuat Ara tersadar dan langsung berlari ke atas membawa selimut yang di pegang Kia.
Azmi ahkir nya bisa bernafas melihat kepergian Ara, jantung nya mendadak berdetak begitu cepat, wajah nya memerah karena melihat Ara.
Sementara di kamar Ara merutuki kebodohan nya yang melupakan kalau Azmi masih berada di bawah.
__ADS_1
" Ya ampun Ara...kenapa kamu bisa lupa kalau di bawah masih ada kak Azmi, malu banget aku nya" ucap Ara yang langsung memakai hijab instan nya.
Di bawah Anita tersenyum melihat wajah Anzmi yang sudah merah padam, KIa duduk di sebelah Anita dan tersenyum menatap Azmi yang juga sudah malu karena ketahuan menatap Ara seperti ingin menerkam nya.
" JAdi kapan kamu mengajak keluarga kamu ke rumah ini Az?" tanya oma Dewi yang sudah tidak sabar melihat cucu nya menikah.
" Azmi sih lebih cepat lebih baik Oma, tergantung Ara nya saja" ucap Azmi yang semakin senang karena mendapat lampu hijau dari keluarga besar Ara.
Azmi sendiri sebenar nya tidak yakin kalau Ara mencintai nya, tapi Azmi bertekad kalau Ara harus menjadi milik nya, dan Ami akan membuat Ara mencintai diri nya.
" Anita kamu bisa bicara kan ini semua pada Ara, mama mau Ara segera menikah, mama ingin melihat salah satu cucu mama menikah sebelum mama di panggil menyusul papa kalian" ucap Oma Dewi yang membuat Anita dan Kia saling tatap.
Azmi sendri yang mendengar ucapan oma langsung menatap oma dengan tatapan sedih.
" Iya bener Ma, jangan bicara aneh aneh ahk" lanjut Anita.
" Tapi mama ini sudah tua, sudah banyak bonus nya di kasih Allah, maka nya mama mau melihat salah cucu mama menikah, dan Raja, mama juga mau melihat Raja mempunyai pasangan hidup yang baik" ucap oma Dewi sambil menunduk kan kepala nya.
" Oma doain Azmi dan Ara ya oma, semoga cucu oma mau menerima Azmi menjadi suami nya, karena Azmi memang yakin kalau Ara adalah tulang rusuk Azmi, wanita yang sudah di takdir kan oleh Allah untuk istri Azmi dan ibu dari anak anak Azmi nanti nya" ucap Azmi sambil memegang tangan Oma yang sudah keriput.
Anita dan Kia yang mendengar ucapan Azmi saling menatap, Kia mengangguk kan kepala nya tanda kalau Azmi memang pria yang bpantas untuk Ara, Anita hanya tersenyum melihat Ara yang mengangguk kan kepala nya.
Tanpa mereka sadari kalau Ara mendengar semua ucapan Azmi barusan, hati nya bergetar saat Azmi mengatakan kalau dia dalah ibu dari anak anak nya kelak, air mata nya entah kenapa keluar dari ujung mata nya, namun bibir nya tersenyum saat mendengar semua kata kata Azmi.
__ADS_1
" Kamu memang mencintai cucu oma nak?" tanya Oma Dewi sambil menatap wajah Azmi begitu dalam.
Azmi tersenyum dan mengangguk kan kepala nya menjawab ucapan Oma, " Sangat oma, Azmi sangat mencintai Ara, cucu oma" ucap Azmi dengan mantap yang membuat Ara yang mendengar nya merasa ada kupu kupu berterbangan di atas kepala nya.
Ara langsung berbalik sambil tersenyum dan memeluk selimut yag seharus nya di letak kan nya di tempat londry agar di cuci oleh bibik yang bertugas nyuci pakaian kelarga Atmaja.
Ara berjalan ke kamar nya dengan senyuman yang terus mengembang di bibir nya, sampai sampai Andra dan Haikal yang baru mau turun dari kamar nya melihat kakak mereka yang tersenyum sendiri sambil memeluk selimut.
" Kanjeng kenapa tu? uda seperti orang gilak yang di jalanan itu? senyum senyum sendiri?" tanya ANdra yang medapat kekehan oleh Haikal.
" Mana aku tahu? yauda ayo ke taman belakang, nanti Adik marah kalau kelamaan menunggu" sahut Haikal yang melihat Andra masih menatap kakak nya senyum senyum sendiri masuk ke dalam kamar nya.
Di ruang tamu, Anita dan Kia yang mendengar ucapan Azmi begitu senang, " Alhamdulillah...tante percaya sama kamu Az, tapi tante mohon, jangan sekali pun kamu sakiti keponakan tersayang nya tente, Ara belum pernah mengenal yang nama cinta, tante mau kamu menjaga nya dengan baik, seperti kami menjaga nya dari dia masih kecil" ucap Kia sambil menatap Azmi.
" Tang di kata kan tante Kia benar Az, tante berharap kalau kamu akan menjaga Ara, bagi tante Ara adalah putri tante begitu manja, kami tidak pernah melukai perasaan nya dari dulu, dan tante berharap kamu mengerti maksud tante" ucap Anita mengucap kan kata kata itu dengan tetesan air mata yang keluar dari mata nya.
Azmi tersenyum dan menatap ketiga wanita yang sedang duduk bersama nya, " Oma, tante Nita dan Tante Kia tidak perlu taktut, bagi Azmi Ara seperti berlian yang harus di jaga, Azmi tidak akan biar kan Ara menangis karena kesedihan, tapi Azmi akan membuat Ara menangis karena kebahagian, Azmi akan menjaga Ara sampai kami sama sama menutup mata" ucap Azmi dengan mantap dan membuat ketiga wanita yang ada bersama nya tersenyum dan mengucap syukur secara bersamaan.
" Alhamdulillah" ucap Oma, Kia dan Anita secera bersama.
 
Bersambung.
__ADS_1